Dari Bandara hingga Arena, Keramahan Warga Jateng Dipuji Kafilah
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Dari Bandara hingga Arena, Keramahan Warga Jateng Dipuji Kafilah

Chayyara Zulghifary
Minggu, 13 Sep 2026 11:53 WIB
Pemprov Jateng
Foto: Dok. Pemprov Jateng
Jakarta - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya menghadirkan kemeriahan dan fasilitas yang lengkap, tetapi juga memperkuat interaksi serta persaudaraan antara masyarakat lokal dan para peserta dari berbagai daerah.

Keramahan itu diakui oleh peserta mulai dari kedatangan di Bandara Ahmad Yani Semarang hingga di arena utama saat pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu (12/9).

Salah seorang kafilah dari Maluku Utara Umar Mukhtar mengaku mendapatkan pengalaman berbeda saat berada di Jawa Tengah dalam momentum MTQ Nasional. Ia terkesan dengan kuatnya interaksi antara masyarakat dengan para peserta dan kafilah.

"Kita lihat kondisi masyarakatnya begitu menyatu. Hal ini yang sangat menggembirakan kami. Mulai dari sopir dan sebagainya itu sudah sangat menggembirakan kami ketika tiba di bandara," kata Umar dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Ia juga mengapresiasi suasana keagamaan yang menurutnya sangat terasa selama perjalanan dan berada di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Hal lain yang menarik perhatiannya adalah banyaknya masjid serta aktivitas keagamaan yang mudah ditemui.

Selain suasana religius, ia mengaku terkesan dengan keberagaman kuliner di Semarang dan Jawa Tengah. Setali tiga uang, Pimpinan Kafilah Lampung Makmur menilai kemeriahan MTQ Nasional terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut para kafilah.

"Sangat luar biasa dari penyambutan, kemudian kita lihat antusias masyarakat yang hadir dalam pembukaan ini. Pokoknya sangat luar biasa," ujar Makmur.

Makmur menegaskan MTQ bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara. Menurutnya, nilai persaudaraan dan sportivitas harus menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan MTQ.

Ia berharap kompetisi dalam MTQ dapat menjadi sarana untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari para qari dan qariah.

"Persaudaraan, kompetisi yang baik itu yang kita harapkan, sehingga nilai-nilai Alquran itu bisa terjawantahkan dalam kehidupan para qari dan qariah itu sendiri," tambahnya.

Kafilah dari Kabupaten Blitar Muhlasin menilai penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah kali ini mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, terutama dari sisi fasilitas dan lokasi kegiatan.

Menurutnya, kawasan Simpang Lima yang menjadi salah satu lokasi kegiatan dinilai strategis dan nyaman untuk mendukung pelaksanaan MTQ. Area yang luas serta panggung berukuran besar membuat rangkaian kegiatan dapat berlangsung lebih optimal.

"Tempatnya strategis dan begitu nyaman. Tempatnya begitu luas, panggungnya juga lebar. Jadi, saya kira ini lebih bagus daripada tahun-tahun yang lalu," ujar Muhlasin.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan MTQ Nasional XXXI ini, selain menjadi ruang perjumpaan dari berbagai daerah, juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan kearifan lokal dari berbagai daerah. Menurutnya, pameran UMKM dalam rangkaian MTQ tidak hanya melibatkan pelaku usaha dari Jawa Tengah, tetapi juga menghadirkan potensi dari daerah lain.

Ia menyebut Jawa Tengah memiliki hampir 4,2 juta UMKM. Kehadiran peserta dari berbagai daerah, menurutnya, dapat menjadi momentum untuk saling mengenalkan potensi dan membangun kolaborasi.

"Tidak ada daerah yang paling maju, tidak ada daerah yang paling tertinggal. Kita tumbuh bersama," kata Ahmad Luthfi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi antardaerah. Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak mulia.

"Jadi, MTQ ini sekaligus juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya, tetapi yang utama juga adalah saling mengenal dan saling bersatu," tutur Pratikno.

Sebagai informasi, prosesi pembukaan MTQ Nasional XXXI diadakan di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang, diawali dengan defile kafilah dari 37 provinsi. Rangkaian acara dilanjutkan dengan seremonial.

Pada akhir acara, ditampilkan atraksi tari Rato Jaroeh dari SMAN 4 Semarang dan tari Kolosal Kisah Tanah Jawi yang melibatkan ratusan penari. Warga juga dihibur dengan lantunan merdu dari penyanyi religi Opick.

Lihat juga Video: Belajar Seni Ramah Lingkungan ala Palakali Creative

(akn/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini