Gubernur Jateng Bantu UKT dan Kos 172 Mahasiswa NTT Terdampak Gempa
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Gubernur Jateng Bantu UKT dan Kos 172 Mahasiswa NTT Terdampak Gempa

Chayyara Zulghifary
Senin, 07 Sep 2026 14:04 WIB
Pemprov Jateng
Foto: Dok. Pemprov Jateng
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi memberikan bantuan kepada mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana gempa di daerah asal mereka. Bantuan itu berupa keringanan uang kuliah, uang kos, hingga kebutuhan pokok.

Bantuan tersebut diserahkan saat Ahmad Luthfi mengunjungi kos mahasiswa NTT di Jalan Pawiyatan Luhur Selatan III, Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (7/9).

Dalam kesempatan itu, Luthfi berdialog langsung dengan perwakilan mahasiswa. Dia menggali kondisi keluarga mahasiswa yang berada di NTT, termasuk orang tua yang masih mengungsi dan kesulitan mendapatkan bantuan akibat akses ke sejumlah daerah terdampak.

"Kalian di sini anak saya. Apa yang menjadi kekurangan dan keluh kesah adik-adik mahasiswa dan masyarakat NTT juga saya rasakan. Pelajar dan mahasiswa di Jateng itu tanggung jawab saya," ucap Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).

Luthfi mengatakan Pemprov Jateng telah meminta Dinas Pendidikan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, dan Bank Jateng berkoordinasi dengan perguruan tinggi. Koordinasi itu dilakukan untuk memberikan keringanan biaya pendidikan dan tempat tinggal bagi mahasiswa terdampak.

"Sampaikan kepada orangtua kalian di kampung, di sini (Jateng) kalian sudah ada orangtua yang memperhatikan. Saya juga sudah perintahkan Dinas Pendidikan, Baznas, dan Bank Jateng berkoordinasi dengan seluruh perguruan tinggi, kita minta keringanan atau kita tanggung biaya kuliah, juga biaya kos selama 1-3 bulan," tuturnya.

Berdasarkan informasi dari kelompok mahasiswa NTT di Kota Semarang, ada 172 mahasiswa yang terdampak. Mereka berasal dari Manggarai Raya, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Maumere, dengan jumlah yang masih mungkin bertambah mengingat pendataan masih terus dilakukan.

Selain bantuan biaya kuliah dan kos, Pemprov Jateng melalui program Jaminan Sosial juga menyalurkan 172 paket sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS). Setiap paket senilai Rp 250 ribu, sehingga total bantuan sembako mencapai sekitar Rp 43 juta.

Di sela dialog tersebut, seorang mahasiswi Untag Semarang, Maria Riani Nake, sempat meneteskan air mata. Ia tidak kuat menahan tangis ketika ingat kondisi orang tua dan keluarga di rumah, sementara ia bersama kakak dan adiknya saat ini masih harus kuliah di Semarang.

Dalam situasi itu, Ahmad Luthfi pun menenangkan dan memberikan motivasi untuk tetap semangat dalam belajar.

"Saya terharu, karena sudah dianggap anak oleh Pak Gubernur Jateng," ujar Maria.

Mahasiswa asal Kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur, Alfonsius Joivan Sar, menceritakan daerah tempat asalnya cukup susah diakses, bahkan bantuan dari berbagai daerah cukup sulit untuk sampai di kampung halamannya. Saat ini keluarganya masih mengungsi di posko pengungsian karena rumahnya belum layak untuk dihuni.

"Saya dan teman-teman dari NTT mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah yang sudah menengok dan memberikan bantuan kepada kami. Uang UKT dan uang kos," ungkap mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang Armansyah.

Mahasiswa Untag Yuvensius Daseli, menambahkan berdasarkan data ada sekitar 300 mahasiswa asal NTT yang berada di Kota Semarang. Jumlah itu tersebar di seluruh perguruan tinggi. Ia menyampaikan rasa haru atas perhatian dan kepedulian dari Gubernur Ahmad Luthfi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Jujur saja, kami terharu dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur tadi. Terharu sekali Pak Gubernur menyampaikan langsung bahwa beliau menjadi orangtua kami di sini. Data mahasiswa yang saya rekap itu ada hampir 300 orang, itu di Semarang saja," kata Yuvensius.

Dalam kunjungan itu, Ahmad Luthfi didampingi Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji, Dirut Bank Jateng Bambang Widiyatmoko, sejumlah kepala dinas, dan Rektor Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang.

Lihat juga Video: Korban Gempa NTT Bakal Dapat Bantuan Perbaikan Rumah Maksimal Rp 70 Juta

(akn/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini