Program Speling hingga Investasi Jadi Fokus Pembangunan Jateng
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Program Speling hingga Investasi Jadi Fokus Pembangunan Jateng

Fara Difa Alfeni
Selasa, 01 Sep 2026 13:28 WIB
Ahmad Luthfi
Foto: dok. Pemprov Jateng
Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memaparkan berbagai program pembangunan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, mulai layanan kesehatan melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling), penanganan kemiskinan, hingga penguatan investasi.

Berbagai program pembangunan itu dipaparkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat mengikuti penilaian tahap III ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta, Selasa (1/26).

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah membawa konsep Trisula Pembangunan yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pertumbuhan ekonomi, serta penurunan angka kemiskinan. Ketiga agenda tersebut didukung dengan tata kelola pemerintahan dan perencanaan pembangunan yang berkesinambungan.

Luthfi menjelaskan, pembangunan Jawa Tengah dilakukan dengan memastikan adanya kesinambungan antara kebijakan pemerintah pusat hingga tingkat daerah. Program prioritas kemudian diterjemahkan mulai dari provinsi, kabupaten/kota, hingga desa agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Misalnya mengentaskan kemiskinan, mulai dari sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan menjadi prioritas utama," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah Dokter Spesialis Keliling (Speling). Program tersebut dilakukan untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat, khususnya di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Sejak 2025 hingga 27 Agustus 2026, program Speling telah dilaksanakan sebanyak 1.607 kali di 1.466 desa dan kelurahan dengan menjangkau lebih dari 128 ribu sasaran.

Selain sektor kesehatan, Pemprov Jawa Tengah juga memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui berbagai intervensi, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, perbaikan rumah, peningkatan keterampilan, hingga memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan.

Di sisi ekonomi, pemerintah daerah terus mendorong investasi sebagai salah satu sumber pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Pada 2025, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai sekitar Rp110 triliun. Sementara sepanjang semester I-2026, realisasi investasi telah mencapai Rp59,94 triliun dengan serapan tenaga kerja sekitar 213 ribu orang.

Ia mengatakan, masuknya Jawa Tengah dalam tiga besar nasional PPD 2026 menjadi motivasi untuk terus memperkuat perencanaan pembangunan daerah.

"Kita tetap optimistis. Ini memberikan semangat dalam membuat perencanaan pembangunan Jawa Tengah," katanya.

Menurutnya, proses pembangunan membutuhkan arah yang jelas agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, perencanaan pembangunan harus memiliki keterkaitan antara target pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga desa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, keberhasilan masuk tiga besar PPD 2026 menjadi bentuk apresiasi terhadap proses pembangunan yang telah dilakukan pemerintah provinsi.

"Alhamdulillah, minimal hari ini kita sudah diundang untuk masuk tiga besar. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di Jawa Tengah ini setidaknya mendapat apresiasi," tuturnya.

Ia menambahkan, proses penilaian tersebut menjadi ruang evaluasi untuk melihat sejauh mana program pembangunan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Suasananya lebih banyak diskusi, karena teman-teman di panitia menanyakan apa yang sudah kita lakukan. Kalau diskusi biasanya yang dilihat adalah dampaknya, apa yang kita lakukan nanti dirasakan bersama," pungkasnya.

Presentasi Tahap III PPD 2026 Jawa Tengah dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Ignasius Jonan, Djohermansyah Djohan, dan Restuardy Daud. Pada tahap tersebut, Jawa Tengah bersaing bersama Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam kelompok tiga besar provinsi.

Simak juga Video 'Prabowo: Awal 2026, Investasi RI Bisa Ciptakan 1,4 Juta Lapangan Kerja':

(prf/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini