Para mahasiswa itu diterjunkan ke 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan diharapkan membantu memetakan persoalan serta potensi desa sesuai kebutuhan masyarakat.
Ahmad Luthfi mengatakan program Kecamatan Berdaya merupakan salah satu strategi Pemprov Jateng dalam mempercepat pembangunan berbasis wilayah sehingga pihaknya menggandeng mahasiswa KKN untuk mendukung program tersebut.
"Tentu ini akan sangat membantu sekali untuk pengembangan wilayah," kata Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Tengah, Selasa (7/7/26).
Ahmad Luthfi menjelaskan Jawa Tengah memiliki sekitar 8.710 desa dengan karakteristik yang berbeda-beda sehingga kecamatan dijadikan titik penguatan program agar pembangunan desa lebih terarah. Ia berharap para mahasiswa KKN dapat memberikan masukan berdasarkan kondisi riil masyarakat melalui sinergi bersama perguruan tinggi, sehingga KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi turut memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Peserta KKN Fakultas Kedokteran Undip, Lasma Siombing, mengaku telah menyiapkan beragam program sesuai persoalan di desa tujuan. Ia ditugaskan KKN di Desa Kunti, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, dan berencana membuat program edukasi kesehatan untuk anak-anak sekolah, mulai dari perilaku hidup bersih hingga screening gigi.
Hal serupa disiapkan peserta KKN Fakultas Sains dan Matematika Undip, Naila Safa Zuri, yang akan membuat program pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme di Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Program ini disiapkan usai kelompoknya menemukan persoalan kekeringan dan pengelolaan limbah di desa tersebut.
"Berdasarkan hasil survei kami kemarin, beberapa masalah sudah terlihat," ucap Mahasiswi Universita Diponegoro, peserta KKN, Naila Safa Zuri.
Rektor Undip Semarang Suharnomo menyatakan kampus akan terus mendukung program Pemprov Jateng melalui KKN reguler maupun tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah, seperti penguatan UMKM, penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu, dan pemberdayaan masyarakat.
Pada hari yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga melepas mahasiswa KKN dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto untuk menjalankan program serupa di wilayah penugasan masing-masing.
Simak juga Video 'Sejarah Singkat Berdirinya Kegiatan KKN di Perguruan Tinggi':
(anl/ega)