Soal OTT KPK di Cilacap, Ahmad Luthfi Tekankan Pentingnya Integritas
Bangun Indonesia

Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

Soal OTT KPK di Cilacap, Ahmad Luthfi Tekankan Pentingnya Integritas

Hana Nushratu Uzma
Minggu, 15 Mar 2026 10:08 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
Foto: Pemprov Jateng
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi buka suara perihal Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Cilacap, Jateng. Luthfi menyatakan dirinya sudah berulang kali menekankan pentingnya integritas kepala daerah, wakil kepala daerah, dan aparatur sipil negara (ASN).

Luthfi mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Terlebih lagi sebelumnya sudah ada dua kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi, yakni Bupati Pati Sudewo dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

"Soal integritas ini sudah saya ulang-ulang dan saya tekankan," kata Luhtfi, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).

Apalagi, Pemprov Jateng telah bekerja sama dengan KPK untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Pemprov Jateng bekerja sama dengan Korsupgah KPK untuk memberikan pengarahan pada kepala daerah hingga anggota DPRD.

Tak hanya itu, saat peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) lalu, mereka juga telah diperingatkan jangan sampai melakukan penyimpangan anggaran, dan yang paling penting lagi adalah tak boleh melanggar hukum.

Terkait proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Luthfi menghormati langkah yang dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut.

Di sisi lain, Luthfi juga kembali mengingatkan agar kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi para bupati, wali kota, para wakilnya, dan ASN.

"Ini pelajaran bagi kita semua pejabat publik, khususnya bupati dan wali kota agar memiliki integritas kuat. Integritas itu tidak hanya dimulut tapi juga diwujudkan dalam perbuatan," kata Luthfi.

Perbuatan yang Luthfi maksudkan adalah tindakan yang tidak melanggar hukum dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Hal itu dinilainya penting, sehingga birokrasi berjalan dengan bersih dan bagus.

"Clean governance dan good governance itu harus jadi nafas bupati dan wali kota termasuk ASN nya," kata Luthfi.

Dalam kesempatan itu, Luthfi meminta kepada jajaran pemerintah Kabupaten Cilacap agar tetep optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Apalagi, saat ini pemerintah daerah (pemda) sedang bersiap memberikan layanan untuk mudik dan balik Lebaran 2026.

Simak Video 'Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Pemerasan THR':

(anl/ega)

Berita selengkapnya tentang Kunjungi
Berita Terkait