Luthfi mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Terlebih lagi sebelumnya sudah ada dua kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi, yakni Bupati Pati Sudewo dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
"Soal integritas ini sudah saya ulang-ulang dan saya tekankan," kata Luhtfi, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).
Apalagi, Pemprov Jateng telah bekerja sama dengan KPK untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi. Pemprov Jateng bekerja sama dengan Korsupgah KPK untuk memberikan pengarahan pada kepala daerah hingga anggota DPRD.
Tak hanya itu, saat peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) lalu, mereka juga telah diperingatkan jangan sampai melakukan penyimpangan anggaran, dan yang paling penting lagi adalah tak boleh melanggar hukum.
Terkait proses hukum yang dilakukan KPK terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Luthfi menghormati langkah yang dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut.
Di sisi lain, Luthfi juga kembali mengingatkan agar kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi para bupati, wali kota, para wakilnya, dan ASN.
"Ini pelajaran bagi kita semua pejabat publik, khususnya bupati dan wali kota agar memiliki integritas kuat. Integritas itu tidak hanya dimulut tapi juga diwujudkan dalam perbuatan," kata Luthfi.
Perbuatan yang Luthfi maksudkan adalah tindakan yang tidak melanggar hukum dan tidak menyalahgunakan kewenangan. Hal itu dinilainya penting, sehingga birokrasi berjalan dengan bersih dan bagus.
"Clean governance dan good governance itu harus jadi nafas bupati dan wali kota termasuk ASN nya," kata Luthfi.
Dalam kesempatan itu, Luthfi meminta kepada jajaran pemerintah Kabupaten Cilacap agar tetep optimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Apalagi, saat ini pemerintah daerah (pemda) sedang bersiap memberikan layanan untuk mudik dan balik Lebaran 2026.
Simak Video 'Bupati dan Sekda Cilacap Jadi Tersangka Pemerasan THR':
(anl/ega)










































