Dalam upaya memenuhi target penerimaan pajak, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) tidak bekerja sendiri. Ditjen Pajak telah menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga pemerintahan seperti Polri, Kemendagri, Kejaksaan Agung, KPK, PPATK dan LAPAN. Selain itu, Ditjen Pajak juga bekerjasama dengan komunitas otomotif Woman on Wheel.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan saat proses penagihan utang wajib pajak, Ditjen Pajak membawa aparat kepolisian. Ditjen Pajak merasa sangat terbantu dengan keahlian yang dimiliki Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) dalam mengungkap kasus-kasus yang berhubungan dengan kejahatan atau kriminal di bidang ekonomi. Di Ditjen Pajak, terdapat satu direktorat yang khusus menangani intelijen dan penyelidikan. Direktorat ini akan bekerjasama dengan Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam)dalam proses intelijen.
Sementara kerjasama dengan Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) mendukung Ditjen Pajak dalam pelaksanaan tugas penagihan kepada wajib pajak yang memiliki tunggakan. "Kita didampingi pihak Polri sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan saat penyitaan atau penyegelan," jelas Kepala Seksi Kerjasama Dalam Negeri, Subdirektorat Kerjasama dan Kemitraan, Direktorat Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), Natalius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu semua itu diharapkan bisa mendukung dalam rangka mensuplai data yang digunakan untuk bagaimana nanti mendukung sistem pajak kita yang self assesment," jelas Natalius. Suplai data juga diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupa laporan keuangan dari pelaku usaha yang bergerak di bidang keuangan.
Ditjen Pajak juga dibantu oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) untuk memetakan potensi penerimaan pajak pertambangan, perkebunan dan kelautan. Indonesia Menggunakan satelit mikro, LAPAN memantau potensi pajak yang tidak dapat dilihat langsung oleh Ditjen Pajak karena kendala wilayah Indonesia yang sangat luas.
Teknologi yang digunakan oleh LAPAN adalah teknologi hasil karya anak bangsa yang pembiayaannya berasal dari pajak. Hal itu membuktikan jika penggunaan uang pajak dari masyarakat Indonesia sangat bermanfaat bagi bangsa dan negara. Tidak hanya untuk pembangunan namun juga dalam pengembangan teknologi antariksa dan kedirgantaraan.
Dalam menangani kasus-kasus wajib pajak, Ditjen Pajak bekerjasama dengan Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Ini memang kita rasakan betul manfaatnya. Sebagaimana kita tahu proses law enforcement terhadap wajib pajak yang tidak patuh atau dalam bahasa kita penggelapan pajak, harus diproses sampai diputus di pengadilan," kata Natalius.
Ditjen Pajak pun mendekati komunitas untuk berperan sebagai duta pembayar pajak. Komunitas otomotif Women on Wheel (WoW!) salah satunya. Menurut Inge, ladies biker dari WoW!, ketaatan membayar pajak sangat penting terutama bagi pecinta otomotif. Pasalnya, jalan yang kita gunakan adalah fasilitas dari pajak. Inge berharap komunitasnya bisa menjadi duta pembayar pajak.
(adv/adv)











































