Keberhasilan Konservasi Mamalia Laut Ancol Taman Impian

Kemenhut Beri Nama Bayi Lumba-Lumba Ocean Dream Samudera

Keberhasilan Konservasi Mamalia Laut Ancol Taman Impian

Advertorial - detikNews
Selasa, 05 Mar 2013 00:00 WIB
Keberhasilan Konservasi Mamalia Laut Ancol Taman Impian
Jakarta -

Upaya konservasi hewan mamalia laut oleh Ancol Taman Impian terus menunjukkan hasil menyusul lahirnya kembali seekor bayi lumba-lumba Ocean Dream Samudera (ODS) awal Februari 2013 lalu. Kado istimewa di awal tahun 2013 ini juga makin menegaskan sikap Ancol Taman Impian yang tidak menekankan sisi eksploitasi terhadap hewan-hewan yang dipertunjukan kepada pengunjung, namun tetap selalu menjaga habitat dari satwa-satwa tersebut.

β€œSudah menjadi komitmen kami untuk tetap selalu menekankan upaya konservasi terhadap seluruh satwa yang Ancol miliki. Ini juga merupakan bentuk peran dan tanggung jawab Ancol Taman Impian ikut menjaga kelestarian alam dan lingkungan dengan menjadikan Ocen Dream Samudera juga sebagai lembaga yang berfungsi konservasi dalam mengembangbiakkan dan menyelamatkan satwa lumba-lumba,” Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk, perusahaan pengembang kawasan wisata terpadu Ancol Taman Impian.

Kehadiran bayi lumba-lumba yang lahir tepat pada 1 Februari 2013 pukul 08.00 WIB itu juga menegaskan sikap Ancol yang tidak mementingkan sisi eksploitasi terhadap satwa-satwa itu dengan mempertunjukkannya kepada pengunjung sebagai sarana hiburan. Sebab, bayi lumba-lumba tersebut juga merupakan hasil perkawinan dari lumba-lumba jantan dan betina yang sejak lama telah dipelihara dengan baik oleh Ancol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sang induk betina yang mengandung selama hampir 13 bulan itu merupakan lumba-lumba yang dirawat di Gelanggang Samudra Ancol Jakarta (sekarang ODS) sejak tahun 2006. Sedangkan lumba-lumba jantan adalah seekor lumba-lumba F1, kelahiran Gelanggang Samudra pada tahun 1995.

β€œTidak ada kata eksploitasi untuk satwa-satwa tersebut. Ini adalah kelahiran bayi lumba-lumba yang kesekian kali di Ancol. Kami tetap mementingkan upaya pemeliharaan yang baik dan maksimal, dengan menjadikan Ocean Dream Samudera sebagai habitat yang sesuai dengan mereka,” ucap Budi Karya.

"Diberi nama Ari," kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dalam Jumpa Pers pemberian nama bayi lumba-lumba di Gelanggang Samudera atau yang sekarang bernama Ocean Dream Samudera (ODS), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Jumat (1/3/2013).

Ari adalah bayi lumba-lumba yang terlahir dari jantan bernama Rio, dan betina bernama Aleosi pada 1 Februari 2013 lalu. Lumba-lumba ini merupakan tipe lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus).

Ari terlahir dari penggabungan kolam Rio dan Aleosi pada 10 Februari 2012. Secara teknis, Aleosi dinyatakan hamil pada Desember 2011. Baru kemudian pada 1 Februari 2013 Ari terlahir.

Kementrian Kehutanan Republik Indonesia selaku pemegang otoritas Lembaga Konservasi Satwa di Indonesia memberikan apresiasi dengan mendatangi langsung Ocean Dream Samudra pada Jumat, 01 Maret 2013. Kedatangan Zulkifli Hasan ke ODS dalam rangka melihat pertumbuhan sekaligus memberikan nama sang bayi lumba-lumba tersebut. β€œSaya ingin melihat sekaligus memberikan apresiasi atas keberhasilan konservasi yang dilakukan pengelola dalam mengurus ekosistem di dalamnya. Ya, salah satunya bayi lumba-lumba ini,” ujar Zulkifli Hasan Menteri Kehutanan Republik Indonesia.

Keseriusan Ancol menjadikan ODS sebagai habitat dari satwa-satwa tersebut juga ditunjukan dengan mempersiapkan dengan teliti berbagai cara dan fasilitas untuk proses kelahiran lumba-lumba tersebut, mulai dari sang induk diketahui mengandung hingga melahirkan bayinya. Selain pemeriksaan kesehatan harian secara rutin dilakukan dengan supervisi dari dokter hewan, ODS juga telah menyediakan sebuah kolam karantina untuk proses kelahiran.

Selain volume air dan kedalamannya. kolam karantina yang disediakan juga telah diatur dengan teliti suhu airnya melalui treatment. Volume air kolam 354,6 m3 dengan kedalaman 2,5 m.

Treatment dilakukan agar kualitas kolam karantina air selalu baik dan berada dalam standar perawatan lumba-lumba. Rata-rata hasil pemeriksaan air kolam antara lain, suhu air kolam 30,13oC; pH: 7,48; salinitas 31,52 o/oo, free klorin 0,41 ppm, dan total klorin 0,52 ppm.

β€œKami berharap, Keberhasilan kelahiran bayi lumba-lumba kali ini semakin meyakinkan kami untuk mengembangkan program breeding dengan inseminasi buatan yang nantinya akan meningkatkan mutu genetik kelahiran-kelahiran selanjutnya,” kata Budi Karya Sumadi.

(adv/adv)


Berita Terkait