Tenaga Ahli Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Adhi Dwiari menghadiri Webinar Ketenagakerjaan. Kehadiran Adhi dalam forus ini menegaskan upaya Kemnaker untuk mendorong transformasi kebijakan yang berbasis pada data riil, akurat, dan mutakhir (data-driven policy).
Webinar ini bertajuk 'Optimalisasi Pemanfaatan Data Sakernas untuk Kebijakan Ketenagakerjaan' ini diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Rabu (9/9) kemarin.
Kehadiran Adhi dalam forum strategis tersebut menegaskan komitmen kuat Kemnaker untuk mendorong
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam interaksinya di webinar tersebut, ia menggarisbawahi data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dari Badan Pusat Statistik (BPS) bukan sekadar deretan angka statistik di atas kertas. Sebaliknya, data tersebut merupakan instrumen navigasi utama bagi pemerintah untuk merespons dinamika pasar kerja global yang bergerak sangat cepat.
"Kami di Kementerian Ketenagakerjaan memandang data Sakernas sebagai komoditas strategis bernilai tinggi. Di tengah pergeseran tren industri global, kita tidak bisa lagi merumuskan kebijakan hanya berdasarkan asumsi. Integrasi data yang matang dari BPS ini menjadi fondasi utama kami untuk menyusun intervensi program yang presisi, menekan angka pengangguran, serta memitigasi ketidaksesuaian (mismatch) keterampilan tenaga kerja di era transformasi digital," ujar Adhi dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan fokusnya pada sinkronisasi data agar intervensi pasar kerja, seperti program peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi dan upskilling, dapat langsung diserap oleh industri penampung.
Langkah ini krusial untuk memastikan setiap anggaran negara yang keluar memberikan dampak langsung bagi penyerapan tenaga kerja lokal.
Acara yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Barenbang Naker ini juga dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, serta dihadiri Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Selaras dengan komitmen pimpinan Kemnaker, Adhi menyatakan kesiapan jajaran Wamenaker untuk mengawal pemanfaatan data ini secara lintas sektoral, termasuk memperkuat kolaborasi internasional bersama Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).
Melalui momentum webinar ini, Adhi berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, maupun pelaku industri, dapat mengadopsi pola pikir berbasis data guna menciptakan iklim ketenagakerjaan Indonesia yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
(Kemnaker/sls)









































