Peresmian laboratorium tersebut dilakukan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Prof. dr. Taruna Ikrar, M. Biomed., MD., Ph.D. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD, Subsp. H.Onk.M. (K), FINASIM, Wakil Bupati Kabupaten Semarang, Dra. Hj. Nur Arifah, dan Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, pada Selasa (9/6) di Pabrik Sido Muncul, Kabupaten Semarang.
Laboratorium Pertama di Industri Jamu
Laboratorium Farmakologi Sido Muncul sendiri sudah berdiri sejak tahun 2001. Pada awal operasionalnya, laboratorium menempati bangunan semi permanen yang berada di area belakang pabrik Sido Muncul.
Seiring meningkatnya kebutuhan penelitian dan berkembangnya aktivitas riset perusahaan, pada tahun 2019, laboratorium dipindahkan ke lokasi baru dan dibangun sebagai fasilitas permanen yang lebih modern serta representatif dengan luas 288 meter persegi. Gedung baru tersebut mulai beroperasi pada Januari 2020.
Saat ini, Laboratorium Farmakologi Sido Muncul dipimpin oleh seorang dokter hewan sebagai penanggung jawab laboratorium dan didukung oleh tim peneliti serta laboran berpengalaman, yang memiliki kompetensi dalam pelaksanaan berbagai penelitian farmakologi dan pengujian keamanan produk.
Direktur Utama Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menyampaikan keberadaan laboratorium ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan dalam mengembangkan produk herbal yang tidak hanya berakar pada kearifan tradisional, tetapi juga didukung oleh pembuktian ilmiah yang kuat.
"Dalam rangka usia ke-75 tahun nanti, Sido Muncul akan berkonsentrasi kepada riset yang intensif. Kami tahu caranya dan kami itu punya fasilitas lengkap, yaitu Laboratorium Farmakologi," kata Irwan Hidayat, Selasa (9/6/2026).
Irwan menjelaskan bahwa beberapa bulan lagi, Sido Muncul melalui Laboratorium Farmakologi ini akan mendapatkan bukti hasil riset ilmiah terhadap seluruh produknya. Sehingga, Sido Muncul bisa terus mengoptimalkan produk-produk yang dimiliki.
"Dalam beberapa bulan ke depan atau dalam setahun ini, kami akan mendapatkan riset hasil bukti-bukti ilmiah terhadap produk-produk kami dan produk-produk jamu. Jadi kalau kami nanti melakukan riset ini, kami akan segera mendapatkan hasil yang berbasis bukti. Kalau khasiatnya tidak efektif, kami akan perbaiki. Dengan orientasi berbasis kepada riset ini, mudah-mudahan nanti akan memberikan dampak kepada obat-obat asli Indonesia", ujar Irwan.
"Melalui penelitian-penelitian yang kami lakukan ini, mudah-mudahan itu nanti akan merubah. Salah satu bukti ya, pemerintah itu sangat ingin kekayaan alam kita dikembangkan", tambah Irwan.
Selama lebih dari dua dekade beroperasi, Laboratorium Farmakologi Sido Muncul telah melakukan berbagai penelitian untuk mendukung pengembangan produk dan kebutuhan data ilmiah perusahaan. Berbagai penelitian yang telah dilakukan antara lain uji toksisitas akut, uji toksisitas subkronis, uji teratogenik, uji stamina, serta uji aktivitas obat cacing.
Irwan juga mengungkapkan bahwa Laboratorium Farmakologi milik Sido Muncul merupakan yang pertama dalam industri jamu. Adanya laboratorium ini membuat pihaknya dapat memperoleh bukti-bukti tentang keamanan dan khasiat produk yang lebih banyak, di samping telah dilabelisasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM).
"Labfar (laboratorium farmakologi) ini adalah labfar yang pertama di industri jamu. Sebenarnya tujuannya untuk pertama membuktikan keamanan dan khasiat produk. Semua yang dapat labelisasi dari Badan POM pasti aman dan sesuai dengan labelnya itu, tapi kami ingin mengembangkan industri ini supaya kami mendapat bukti-bukti yang lebih banyak," urai Irwan.
Selain melakukan penelitian secara internal, Sido Muncul juga menjalin kerjasama penelitian dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi akademik guna memperkuat validitas ilmiah produk herbal Indonesia, diantaranya Universitas Diponegoro (Undip) Universitas Sanata Dharma (USD), dan Universitas Kristen Maranatha. Seperti produk Tolak Angin, untuk menjaga mutu dan keamanan produk, Sido Muncul bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Undip dan Fakultas Farmasi USD dengan melakukan penelitian dan pengujian ilmiah.
Penelitian tersebut mencakup uji toksisitas subkronis untuk memastikan keamanan produk dalam penggunaan jangka panjang, uji mutu bahan baku herbal, serta uji klinis.
Hasilnya, tidak ditemukan efek toksik yang membahayakan. Selama 90 hari perlakuan, tidak ditemukan kematian maupun perubahan signifikan pada organ vital. Fungsi ginjal dan hati juga tidak mengalami gangguan.
Selain itu, pemberian Tolak Angin Cair selama satu minggu terbukti dapat meningkatkan jumlah Limfosit T perifer dan produksi sitokin tipe 1, serta tidak mempengaruhi fungsi hepar (hati) dan ginjal. Tolak Angin Cair dapat menjaga daya tahan tubuh. Tolak Angin juga aman dikonsumsi sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.
Irwan juga mencontohkan hasil uji laboratorium farmakologi terhadap produk lain yakni SM-Diabe. Dari pengujian itu, dapat dibuktikan bahwa SM-Diabe terbukti secara tradisional dapat digunakan untuk membantu meringankan gejala kencing manis, termasuk mengontrol gula darah.
"Contohnya tadi produk kami yang namanya SM-Diabe. Itu kalau dicobai kepada tikus (yang telah diberi sukrosa), itu tikusnya dikasih SM-Diabe, dia 15 menit (gula darahnya) naiknya enggak banyak, terus turun sampai 2 jam, PP. Kalau yang tidak tidak dikasih SM-Diabe, dia loncat gitu, setelah 2 jam baru turun. Ya itu salah satu penelitian kami," kata Irwan.
"Jadi kita dapat nih (pembuktiannya), oh SM-Diabe itu ternyata kalau orang minum Sukrosa, dia minum berbarengan dengan SM-Diabe ya, itu dia tidak setinggi kalau diberi sukrosa kontrolnya negatif," tambahnya.
Sayangkan Hoaks Minuman Berenergi (Energy Drink)
![]() |
Irwan juga menyayangkan banyaknya beredar berita yang mengaitkan kerusakan ginjal dengan kebiasaan mengonsumsi minuman berenergi atau energy drink. Menurutnya, gaya hidup yang tidak sehat justru menjadi faktor utama pemicu kerusakan ginjal.
"Karena ya saya pernah dapat berita mahasiswa-mahasiswa atau ada orang yang yang rusak ginjalnya karena minum energy drink. Itu kan banyak beritanya," ujar Irwan.
"Ternyata mereka-mereka yang minum itu menurut saya ya tiap hari minum minum alkohol berlebihan, minum begitu. Ya orang kalau ginjalnya sudah enggak memenuhi syarat, makan daging juga enggak boleh, garam juga enggak boleh," tambahnya.
Untuk semakin menguatkan pernyataan itu, Laboratorium Farmakologi milik Sido Muncul kini juga tengah melakukan riset mendalam terhadap minuman berenergi dan ditemukan bahwa dalam dua minggu uji coba, tidak ada kematian pada tikus laboratorium. Dalam waktu dekat, tikus akan dibedah untuk mengetahui kerusakan pada ginjal.
"Jadi diminumin satu saset, 4,5 saset yang ketiga 12,44 saset, dua minggu (tikus laboratorium) enggak mati. Ini kan cuman akut saja. Tapi sekarang kita sudah jalan 12 hari untuk subkronis, 3 minggu subkronis. Nanti kita lihat setelah 1 bulan kita akan cek kita bedah, kita kirim ke Undip atau ke patolog-patolog untuk mendapatkan rusak atau enggak ginjalnya," urai Irwan.
Selain itu, Irwan menegaskan bahwa seluruh produk yang telah berizin dari Badan POM adalah produk yang aman, tak terkecuali minuman berenergi. Ia meminta masyarakat agar berpatokan pada Badan POM, bukan lewat informasi sepihak dari media sosial.
"Energy drink itu juga pasti aman lah. Kalau enggak aman kan enggak dapat izin dari BPOM. Makanya saya membuat ini (uji di laboratorium farmakologi) supaya masyarakat itu percaya, semua yang dikeluarkan dari Badan POM itu pasti aman dan tidak mungkin Badan POM mengeluarkan tidak aman," kata Irwan.
"Makanya ada berita-berita yang di media sosial produk ini mengandung ini begitu-begitu ya masyarakat saya harap masyarakat cuma berpatokan kepada Badan POM," harapnya.
Senada, Kepala BPOM, Taruna Ikrar juga menyampaikan bahwa seluruh produk yang telah disahkan oleh pihaknya adalah produk yang aman, tak terkecuali produk-produk milik Sido Muncul.
"Badan POM punya kepentingan untuk menjaga semua produk-produk yang sudah disahkan oleh Badan POM dan itu berada dalam kondisi yang aman, kualitasnya bagus dan sebagainya termasuk produk punya Sido Muncul," kata Taruna.
Terkait hoaks soal produk herbal hingga minuman berenergi, Taruna menyampaikan bahwa pihaknya mengantongi lebih dari satu juta tautan hoax. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama dapat meluruskan isu-isu yang tidak tepat tersebut.
"Kita tidak bisa pungkiri banyak hoaks yang beredar, bukti tahun lalu saja tahun 2025 kita punya tautan 1,3 juta tautan yang bersifat bersifat hoax dan berbagai macam manifestasinya. Tentu ini kita harus luruskan apalagi kalau digabung dengan sosial media dan sebagainya," ujar Taruna.
"Kita berada pada era digital, era AI yang kita kadang sulit bedakan mana yang hoax, mana yang benar. Oleh karena itu, itulah lahirnya Peraturan Badan POM untuk partisipasi masyarakat. Kami mengundang dan meminta seluruh masyarakat termasuk influencer untuk menjaga, karena kita harus tahu ada undang-undang di belakangnya," tambahnya.
Taruna juga mengajak masyarakat agar bersama-sama bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi. Menurutnya, hoaks juga dapat merugikan masyarakat.
"Peraturan Badan POM itu mempertegas jika ada sesuatu yang bertentangan dengan undang-undang ITE maka dia akan mendapat tuntutan-tuntutan sesuai dengan peraturan dan undang-undang tersebut," tutur Taruna.
"Jadi, tentu cantolannya nanti peraturan Badan POM itu sudah ada status hukum. Jadi tidak bebas lagi sebebas-bebasnya, bisa bebas tapi bertanggung jawab. Jadi sekali lagi kami himbau masyarakat luas silakan menggunakan sosial media secara arif dan bijaksana karena (hoaks) itu merugikan anda sendiri," sambungnya.
![]() |
Taruna turut mengapresiasi hadirnya Laboratorium Farmakologi milik Sido Muncul. Adanya laboratorium ini sejalan dengan tugas BPOM memberikan jaminan untuk melindungi masyarakat yang berbasis data dan ilmu.
"Sedikit perusahaan atau industri herbal di dunia yang memiliki laboratorium farmakologi. Namun di antara yang sedikit itu Sido Muncul memilikinya, hingga tentu ini menjadi kebanggaan kita semua sebagai ikon produk Indonesia di dunia internasional. Kita tahu bahwa tugasnya Badan Pengawas Obat dan Makanan itu adalah memberi jaminan, mulai dari jaminan keamanan, jaminan kualitas dan jaminan efikasi. Sehingga tiga jaminan tadi dalam rangka melindungi masyarakat Indonesia secara keseluruhan itu harus berbasis data, berbasis ilmu. Sehingga dengan demikian apa yang dilakukan oleh industri Sido Muncul sangat sesuai. Dia akan memberikan semua data-data yang berbasis ilmiah tadi untuk setiap klaim yang akan disahkan oleh Badan POM," ujar Taruna.
Taruna juga menjelaskan bahwa seluruh produk milik Sido Muncul telah memiliki cek klik. Laboratorium farmakologi juga memperkuat produk Sido Muncul aman, serta berbasis pengetahuan dan data ilmiah.
"Jadi dengan demikian kami dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia memastikan bahwa semua produk yang nanti dikeluarkan oleh Sido Muncul ataupun yang sudah terdistribusi yang pasti memiliki cek klik. Pertama memiliki kemasannya, kemudian cek labelnya, izin edarnya dan masa kadaluarsanya," tutur Taruna.
"Jika semuanya itu sudah dipenuhi, maka produk-produk itu dipastikan aman. Karena sudah ada jaminan dari lembaga negara untuk itu. Oleh karena itu kita berharap apa yang dilakukan lewat peresmian laboratorium farmakologi untuk untuk produk-produk yang akan dijadikan apakah itu obat herbal terstandar, apakah itu jamu ataukah apakah itu fitofarmaka. Kelak semuanya sudah berbasis ilmu pengetahuan, berbasis data, berbasis data ilmiah. Jadi dengan demikian semua klaim sudah bisa diklarifikasi sebagai sebuah kepastian ilmiah," imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi melalui Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab menyampaikan bahwa saat ini ada lebih dari 800 sarana produksi obat tradisional di wilayah Jawa Tengah, mulai dari skala UMKM, jamu gendong hingga industri besar berskala internasional.
Hadirnya laboratorium farmakologi milik Sido Muncul, menurut Zulfachmi, merupakan jembatan bagi jamu herbal dengan modernisasi industri. Lewat labfar, keamanan hingga khasiat jamu dapat teruji secara saintifik.
"Laboratorium ini adalah jembatan vital antara tradisi jamu herbal dan modernisasi industri untuk memastikan mutu, keamanan, dan khasiat suatu obat bahan alam yang diperlukan lab yang mampu menguji dan didapatkan hasil yang baik," jelas Zulfachmi.
"Labfar memegang peran kunci untuk membuktikan keamanan, khasiat, dan dosis obat alam secara klinis melalui penelitian berbasis saintifik. Kehadiran ini akan mempercepat proses hilirisasi riset obat tradisional. Kita ingin melihat lebih banyak produk herbal asli Jawa Tengah naik kelas, dari jamu empiris menjadi obat herbal tersandar atau OHT, dan puncaknya menjadi fitofarmaka yang diakui serta diresepkan oleh dunia kedokteran formal," tambahnya.
Fachmi juga mengajak Sido Muncul lewat laboratorium farmakologinya dapat berkolaborasi dengan akademisi dan mahasiswa di perguruan tinggi. Menurutnya, sinergi merupakan poin penting untuk tercapainya kemandirian bahan baku obat tradisional.
"Fasilitas ini tidak boleh berdiri sebagai menara gading. Saya mendorong Sido Muncul untuk membuka kolaborasi selebar-lebarnya bagi para peneliti, dosen, mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Tengah dan di Indonesia. Sinergi triple helix antara akademisi, industri serta pemerintah adalah kunci utama untuk mencapainya kemandirian bahan baku obat nasional dan mengurangi ketergantungan impor farmasi," jelas Zulfachmi.
Peresmian ini menjadi momen penting dalam upaya Sido Muncul memperkuat kapasitas penelitian dan pengembangan (Research & Development) guna menghasilkan produk herbal yang aman, bermutu, dan memiliki khasiat yang dapat dibuktikan secara ilmiah.
Kehadiran laboratorium ini sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan industri obat tradisional Indonesia yang semakin berbasis pada standar ilmiah dan regulasi yang kuat.
Tonton juga Video: Berkebun Herbal ala Gen Z
(adv/adv)













































