Pada ajang ini, Sido Muncul menerima penghargaan untuk kategori Notable Enterprise In Regulatory Compliance dengan predikat GOLD kelas PROSPER A di sektor Healthcare Industry. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Board Advisor Hukumonline Ahadi Bayu Tedjo di Hotel Le Meridien (22/5).
Diketahui, kategori PROSPER A diberikan kepada perusahaan dengan tingkat paparan regulasi serta kompleksitas bisnis yang tinggi. Hal ini menuntut penerapan kepatuhan hukum serta tata kelola perusahaan yang unggul dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, compliance menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan bisnis perusahaan, karena mendukung pengelolaan risiko, menjaga reputasi, serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan dalam jangka panjang.
Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap implementasi praktik kepatuhan dan tata kelola perusahaan, termasuk kapabilitas Divisi Corporate Legal dan Corporate Secretary dalam mendukung penerapan compliance yang efektif dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan compliance yang kuat juga ditopang oleh keberadaan fungsi yang secara khusus mengawal implementasi kepatuhan dan bekerja sama dengan seluruh bagian perusahaan guna memastikan penerapannya berjalan secara konsisten sebagai bagian dari keberlanjutan bisnis perusahaan. Pada kesempatan yang sama, Head of Corporate Legal dan Corporate Secretary Manager Sido Muncul, Ribka Lydia Atedjadi, turut dinominasikan dalam kategori "The Most Inspiring Leader in Regulatory Compliance" dan berhasil masuk dalam kelompok 50 besar dari lebih dari 130 peserta. Hal tersebut menjadi salah satu refleksi atas penguatan budaya kepatuhan serta implementasi tata kelola perusahaan yang terus dibangun Sido Muncul secara konsisten dan berkelanjutan.
Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat lantas menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya keras Sido Muncul dalam mematuhi seluruh regulasi sejalan dengan targetnya.
"Pertama, memang saya bersyukur bisa mendapat penghargaan itu. Karena target kami adalah menjadi perusahaan yang full compliance," ujarnya kepada detikcom di House of Jamu, Cipete, Jakarta, Sabtu (23/5/2026).
Irwan Hidayat mengatakan penerapan kepatuhan regulasi ini menjadi landasan utama operasional perusahaan. Sebab sejak awal target besar yang dibawa Sido Muncul adalah menjadi perusahaan yang sepenuhnya patuh tanpa celah pelanggaran.
"Saya mencita-citakan Sido Muncul itu menjadi seperti perusahaan-perusahaan global yang benar-benar patuh. Jangan sampai ada yang salah. Jadi kami mematuhi semua aturan pemerintah," terangnya.
![]() Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom |
Dia menegaskan Sido Muncul selalu berkomitmen mengikuti aturan dari seluruh lini instansi pemerintah. Kepatuhan penuh terhadap regulasi ini merupakan sebuah fondasi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat.
"Kepatuhan ini kami lakukan agar mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Kami ingin menginspirasi perusahaan lain bahwa dengan patuh, perusahaan justru bisa menjadi lebih dipercaya," jelasnya.
Kendati begitu, Irwan mengakui menjalankan bisnis yang sepenuhnya patuh terhadap regulasi bukan perkara mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam menjaga konsistensi di tengah kebijakan pemerintah yang dinamis.
Namun, Sido Muncul tetap komitmen mematuhi segala regulasi yang ada bahkan menerapkan standar yang lebih tinggi (beyond regulation) dari aturan atau persyaratan minimum yang diwajibkan oleh hukum atau aturan resmi pemerintah.
Sebagai contoh, dalam hal kebersihan pabrik misalnya, Sido Muncul menerapkan standar higienitas yang sangat ketat di pabriknya yang berlokasi di Semarang. Setiap produk wajib melewati quality control yang ketat tiap batch-nya untuk menjamin keamanan dan kebersihan produk.
Di bidang lingkungan, komitmen ini juga dibuktikan dengan raihan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) selama 6 kali berturut-turut. Sebab, Sido Muncul tidak pernah membuang limbah jamu, tapi mengolahnya menjadi sumber energi pabrik.
Bahkan dalam hal tanggung jawab sosial, Sido Muncul menerapkan prinsip Total Company Responsibility, di mana realisasi program CSR mereka dilakukan secara konsisten dan melampaui standar tanggung jawab sosial yang ditetapkan.
"Jadi kami berusaha mematuhi semua aturan pemerintah. Mulai dari lembaga, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, BPOM, Kementerian Perindustrian. Aturan-aturan ini semua kami ikutin. Bahkan, saya membuat pabrik itu bersih," jelasnya.
"Ya pokoknya komitmennya itu menjadi perusahaan yang harus taat 100 persen. Maka itu saya bersyukur dapat penghargaan (Indonesia Regulatory Compliance Awards)," imbuhnya.
![]() Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom |
Lebih lanjut, Irwan Hidayat berharap ke depan instansi pemerintah dapat meniru langkah lembaga swasta dalam memberikan penilaian independen yang ketat terkait kepatuhan regulasi. Menurutnya, penghargaan yang diberikan berdasarkan audit mendalam akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi dunia usaha.
Sekilas tentang IRCA 2026
Sebagai informasi, Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 memberikan penghargaan kepada perusahaan atas upaya mereka dalam membangun strategi kepatuhan serta kepemimpinan organisasi yang mampu memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Fokus utama penilaian tidak hanya pada seberapa besar tingkat kepatuhan perusahaan terhadap regulasi, tetapi juga pada strategi, sistem, dan aspek kepemimpinan yang diterapkan dalam menjalankan tata kelola perusahaan.
Adapun penilaian kategori dilakukan melalui sistem klasifikasi perusahaan lewat 4 kategori PROSPER yakni A, B, C, dan D. Melalui metode ini, perusahaan dikelompokkan berdasarkan karakteristik industrinya dan tingkat kompleksitas bisnis yang dijalankan.
Prosper A diberikan kepada perusahaan yang berada di sektor highly regulated dengan kompleksitas bisnis tinggi. Sementara Prosper B ditujukan bagi perusahaan di sektor highly regulated dengan kompleksitas bisnis moderat.
Adapun Prosper C merupakan perusahaan di sektor moderately regulated dengan kompleksitas bisnis tinggi, sedangkan Prosper D diberikan kepada perusahaan dengan sektor moderately regulated dan kompleksitas bisnis moderat.
Selain itu, terdapat empat tingkatan penghargaan yang diberikan, yaitu Sapphire, Diamond, Gold, dan Silver. Sapphire diberikan untuk kategori Best Enterprise in Regulatory Compliance, Diamond untuk Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance, Gold untuk Notable Enterprise in Regulatory Compliance, dan Silver untuk Recognized Enterprise in Regulatory Compliance.
Lebih dari 130 perusahaan dan pemimpin dari berbagai industri turut berpartisipasi dalam Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026. Hal ini menjadikan penghargaan ini sebagai salah satu ajang apresiasi paling bergengsi di bidang kepatuhan dan tata kelola perusahaan di Indonesia. (adv/adv)












































