William Heinrich Usung Gagasan HIPMI 8% Perkuat Visi Presiden Prabowo

William Heinrich Usung Gagasan HIPMI 8% Perkuat Visi Presiden Prabowo

sls - detikNews
Rabu, 15 Apr 2026 20:46 WIB
William Heinrich Usung Gagasan HIPMI 8% Perkuat Visi Presiden Prabowo
Dok. HIPMI
Jakarta -

Bakal Calon Ketua Umum BPP HIPMI, William Heinrich, resmi meluncurkan gagasan strategis bertajuk 'HIPMI 8%; dalam konferensi pers di SCBD, Jakarta Selatan. Mengusung tema 'HIPMI sebagai Mesin Pertumbuhan Baru: Kesinambungan untuk Akselerasi;, langkah ini disebut sebagai upaya konkret memperkuat visi ekonomi nasional yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pernyataannya, Bakal Calon Ketua Umum BPP HIPMI, William Heinrich menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sekadar angka politis, melainkan kebutuhan mendesak agar Indonesia mampu keluar dari jebakan middle income trap sebelum bonus demografi berakhir.

"Target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan sekadar angka politis, melainkan kebutuhan mendesak agar Indonesia mampu keluar dari jebakan middle income trap sebelum bonus demografi berakhir," kata William, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai bahwa keterbatasan ruang fiskal negara membuat pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga peran sektor riil, khususnya pengusaha muda, menjadi sangat krusial.

"Keterbatasan ruang fiskal negara membuat pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga peran sektor riil, khususnya pengusaha muda, menjadi sangat krusial," ujarnya.

William menekankan bahwa HIPMI harus bertransformasi menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, organisasi ini tidak boleh lagi sekadar menjadi pelengkap atau bergantung pada proyek pemerintah, melainkan harus tampil sebagai engine of growth yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi secara mandiri.

"HIPMI harus bertransformasi menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Organisasi ini tidak boleh lagi sekadar menjadi pelengkap atau bergantung pada proyek pemerintah, melainkan harus tampil sebagai engine of growth yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi secara mandiri," tegas William.

Lebih lanjut, William menggarisbawahi pentingnya efisiensi ekonomi melalui penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dan peningkatan Total Factor Productivity (TFP). Ia menyebut bahwa tingginya ICOR Indonesia menunjukkan masih adanya pemborosan dalam penggunaan modal.

"Tingginya ICOR Indonesia menunjukkan masih adanya pemborosan dalam penggunaan modal. Oleh karena itu, HIPMI akan mendorong digitalisasi usaha, adaptasi teknologi, serta efisiensi rantai pasok guna memastikan setiap investasi menghasilkan output yang optimal," tuturnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kontribusi HIPMI dalam memperkuat penerimaan negara. Dalam situasi pemerintah yang menjaga daya beli masyarakat, termasuk dengan mempertahankan tarif PPN di angka 11 persen, William menawarkan solusi melalui perluasan basis pajak.

"HIPMI akan berperan sebagai mesin pencetak lapangan kerja formal baru, sehingga mampu meningkatkan penerimaan negara dari pajak badan maupun pajak karyawan," ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen nyata, William menargetkan penciptaan 10.000 pengusaha produktif baru. Ia juga menegaskan akan merombak indikator kinerja organisasi di tingkat daerah dengan menitikberatkan pada keberhasilan bisnis anggota, keberlanjutan usaha, serta kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.

"Jika strategi ini berjalan optimal, kontribusi anggota HIPMI dapat menghasilkan tambahan output ekonomi hingga Rp20 triliun di pasar domestik," ungkapnya.

Di sektor pembiayaan, William melihat peluang besar dalam arsitektur ekonomi baru yang tengah berkembang, termasuk melalui lembaga investasi seperti Danantara. Untuk itu, HIPMI akan membentuk HIPMI Capital Desk guna mempersiapkan anggotanya agar memenuhi standar investasi, termasuk dalam aspek tata kelola dan keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance atau ESG).

Menutup konferensi pers, William menegaskan bahwa HIPMI siap menjadi akselerator ekonomi bangsa dan optimistis target pertumbuhan 8 persen dapat dicapai melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan nasional.

"HIPMI siap menjadi akselerator ekonomi bangsa. Target pertumbuhan 8 persen dapat dicapai dengan dukungan pengusaha muda yang efisien, produktif, dan memiliki jejaring kuat," pungkasnya.



(HIPMI/sls)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait