Sido Muncul Gelar Operasi Katarak untuk 200 Mata di Bandung

Sido Muncul Gelar Operasi Katarak untuk 200 Mata di Bandung

Advertorial - detikNews
Kamis, 05 Feb 2026 00:00 WIB
Sido Muncul Gelar Operasi Katarak untuk 200 Mata di Bandung
Dok. Sido Muncul
Kabupaten Bandung - Ratusan warga kembali melihat dengan jelas setelah melakukan operasi katarak secara gratis di Rumah Sakit Maranatha (RS Maranatha), Margaasih, Kabupaten Bandung, Senin (2/2/2026). Agenda tersebut dilakukan dalam rangka mengurangi jumlah kebutaan akibat katarak di Indonesia.

Kegiatan sosial tersebut diinisiasi secara langsung oleh PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui salah satu produk unggulannya, Tolak Angin, bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat dan Rumah Sakit Maranatha. Sebanyak 200 orang melaksanakan operasi katarak dan bisa melihat kembali dengan jelas.

"Ya, ini operasi yang pertama kali tahun 2026 dan di Kabupaten Bandung ini dan saya berharap operasi ini juga nanti bisa membantu masyarakat. Targetnya 200 orang ya," ujar Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat, kepada awak media.

Irwan mengatakan kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis dapat membantu mengurangi angka penderita katarak di Indonesia. Sehingga kegiatan bakti sosial tersebut kerap dilaksanakan setiap tahunnya.

"Kita sejak tahun 2011, totalnya 57.000 mata. Bukan pasang mata loh, 57.000 mata dari tahun 2011 dan selama itu bersama dengan Perdami (Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia)," kata Irwan.

Pihaknya menilai penderita katarak setiap tahunnya kerap bertambah. Maka operasi katarak secara gratis akan terus dilakukan secara masif.

"Kita tahu belakang ini masih banyak, masih ribuan, puluhan jutaan yang masih katarak dan tiap tahun bertambah 1 persen. Jadi tiap tahun bertambah 280.000-an," katanya.

Irwan mengungkapkan alasan memilih Kabupaten Bandung adalah banyaknya laporan penderita katarak. Makanya dirinya memutuskan untuk melakukan kegiatan bakti sosial operasi katarak secara gratis.

"Alasan di sini ya karena ada laporan yang sudah terkumpul pasien-pasiennya ke sini dan ada terutama juga ada rumah sakit tempat kita kerjasama. Sebab kalau tidak ada rumah sakitnya kan tidak bisa," jelasnya.

adv sidomuncul

Dok. detikJabar/Yuga Hassani

Selain katarak, Irwan mengaku turut melakukan operasi secara gratis untuk penderita bibir sumbing. Kemudian dirinya juga fokus dalam penanganan stunting di setiap daerah.

"Setelah ini mungkin stunting yang kami akan bantu. Kami tidak bisa masuk ke MBG (Makan Bergizi Gratis) karena takut sebagai perusahaan kami ini tidak punya dapur, jadi kami cuma ikut partisipasi pemerintah ini dalam bentuk bantuan langsung tunai kepada mereka yang stunting," bebernya.

Irwan menilai, penglihatan sangat penting bagi manusia. Sehingga dirinya terus berkomitmen dalam menangani permasalahan tersebut.

"Senang sekali saya bisa berpartisipasi untuk membantu yang katarak, stunting sama bibir sumbing. Ya kami komit terus, itu cara Sido Muncul itu kami lakukan dengan cara begini," ucap Irwan.

Dia menambahkan, kegiatan bakti sosial tersebut bisa dilakukan secara berkolaborasi dengan rumah sakit, dan pemerintah daerah. Dengan itu kegiatan tersebut bisa diselenggarakan dengan baik.

"Semua rumah sakit aktif untuk membantu, berpartisipasi. Kalau nggak ada rumah sakit, kami juga nggak bisa. Terus kemudian dari pemerintah daerah, Pemkab, Pemkot itu sangat memfasilitasi dengan baik. Saya pokoknya saya bersyukur bisa berbuat sesuatu seperti hari ini," ungkapnya.

Irwan berharap para masyarakat yang telah mengikuti operasi katarak bisa melihat dengan baik. Kemudian bisa beraktivitas dengan normal kembali.

"Ya, tentunya saya doain mereka sehat dan bisa menikmati hidup yang normal kembali dengan mata yang sudah bisa melihat dengan baik," kata Irwan.

adv sidomuncul

Dok. Sido Muncul

Sementara itu, Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo mengungkapkan dalam pelaksanaan operasi katarak tersebut, pihaknya menyediakan dua kamar khusus. Kemudian disiapkan juga poli khusus untuk pasien yang akan kontrol pasca operasi.

"Untuk jumlah dokter spesialis yang kemarin melakukan operasi bakti sosial itu kita ada 10 dokter spesialis mata," kata Ferdinan.

Pihaknya mengungkapkan pada kegiatan operasi gratis tersebut menyediakan sebanyak 200 orang. Operasi tersebut dilakukan dengan lancar dan tidak mengalami kendala.

"Ada sekitar 200 orang yang dioperasi katarak," kata Ferdinan.

Dia mengaku senang dengan adanya kegiatan bakti sosial tersebut. Apalagi bisa bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Bandung.

"Kami sebagai tuan rumah, RS Maranatha mengucapkan terima kasih kepada Sido Muncul dan kepada pemerintah daerah. Kami tujuannya untuk tadi, membantu masyarakat Kabupaten Bandung dan masyarakat Jawa Barat pada umumnya," kata Ferdinan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Yuli Irnawati Mosjasari turut mengapresiasi adanya kegiatan operasi katarak secara gratis. Menurutnya adanya kegiatan tersebut bisa berdampak baik kepada masyarakat.

"Kami ucapkan terima kasih khususnya kepada Sido Muncul dan Rumah Sakit Maranatha, Perdami dan Selaras, yang selalu membantu Kabupaten Bandung dalam menurunkan angka kesakitan mata," kata Yuli.

Menurutnya dengan adanya operasi massal katarak tersebut bisa mempersingkat waktu tunggu operasi yang biasa dilakukan rumah sakit. Pasalnya selama ini biasanya ada keterbatasan waktu dan dokter yang membuat antrian lama.

"Nah, dengan adanya kerjasama, kolaborasi, sinergitas CSR dari Sido Muncul ini membantu mempercepat masyarakat mendapatkan pelayanan operasi katarak," bebernya.

Sementara itu, Perwakilan Departemen Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (DPBK Perdami Pusat), dr. Rizal A. Fanany, SpM(K) mengungkapkan, katarak menjadi masalah utama kebutaan di Indonesia. Dengan angka setiap tahunnya mencapai ratusan ribu orang.

"Jadi kalau angka kebutaan di Indonesia itu mencapai 3 persen dan 81 persen di antaranya disebabkan karena katarak. Jadi kalau penduduk 280 juta, itu setiap tahunnya nambah 280.000 orang katarak," kata Rizal.

Rizal mengaku sampai 2023 lalu penanganan katarak di Indonesia baru mencapai sekitar 47 persen. Sehingga permasalahan tersebut harus bisa diselesaikan secara bersama-sama.

"Nah, dari sana angka pasien yang bisa tertangani oleh operasi katarak di Indonesia itu masih rendah.Sehingga dari sana kita bisa melihat bahwa masalah kebutaan karena katarak ini bukan masalah miliknya masyarakat ataupun pemerintah saja, tapi sebetulnya ini adalah sudah menjadi masalah nasional," kata Rizal.

Rizal menargetkan ke depannya penanganan katarak bisa dilakukan di luar Pulau Jawa yang belum terjangkau fasilitas kesehatan. Kata dia, terutama wilayah yang belum memiliki dokter spesialis mata.

"Jadi setidaknya area-area Timur ini minimal perencanaan kami di pusat sudah ada kurang lebih 6 sampai dengan 10 area Indonesia Timur. Kemudian area Sumatra yang nantinya akan kami datangi untuk bisa membantu penanggulangan katarak di sana," beber Rizal.

Adanya operasi katarak secara gratis membuat warga bisa melihat kembali. Harapan untuk hidup kembali normal bisa terwujud dengan adanya kegiatan bakti sosial tersebut.

Salah satu warga yang bisa melihat lagi adalah Kusman (47). Dirinya tinggal di Kampung Citamiang Kaler, Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

"Keduanya kena katarak, kiri dan kanan wah udah putus harapan. Karena enggak bisa lihat normal kaya kabut aja ngehalangin gitu," ujar Kusman.

Dalam kesehariannya dirinya bekerja sebagai sopir salah satu kantor hukum. Namun aktivitas mencari nafkah tersebut berhenti karena kondisi matanya kian berkabut.

"Pada tahun 2025 lalu berhenti bekerja, karena kondisi mata berkabut. Pas diperiksa katanya katarak," bebernya

Kusman mengaku kaget saat mendengar biaya operasi katarak yang mencapai Rp 14 juta. Hal tersebut membuat dirinya sempat putus harapan.

Setelah itu dirinya mendengar informasi operasi katarak gratis yang dilaksanakan di salah satu rumah sakit oleh Sido Muncul. Kemudian operasi katarak dilakukan pada bagian sebelah kanan.

"Alhamdulillah tahun lalu mata saya sebelah kanan bisa melihat kembali," ucapnya.

Kusman mengaku untuk mata sebelah kiri kembali dibantu operasi katarak secara gratis. Akhirnya kedua matanya bisa kembali melihat dengan jelas.

"Yang sekarang alhamdulillah baru selesai operasi. Adanya program ini untuk masyarakat miskin mah sangat membantu menghidupkan harapan baru, saya demi Allah merasa hidup lagi. Mata juga sudah bengras lagi," pungkasnya. (adv/adv)

Berita Terkait