Wih, untuk Ke-5 Kalinya Sido Muncul Raih Penghargaan Industri Hijau

Wih, untuk Ke-5 Kalinya Sido Muncul Raih Penghargaan Industri Hijau

Advertorial - detikNews
Sabtu, 26 Nov 2022 00:00 WIB
adv sidomuncul
Dok. Sidomuncul
Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menerima penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada hari ini. Dalam penghargaan tersebut, Sido Muncul berada di level 5 atau level tertinggi yang berarti telah menerapkan prinsip industri hijau secara berkelanjutan.

Atas penghargaan ini, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat berterima kasih kepada jajaran Sido Muncul yang mau dan telah membuat perusahaan jamu itu turut berwawasan lingkungan dan diganjar dengan penghargaan.

"Sebuah usaha harus dibarengi kesuksesan mengelola lingkungan. Terima kasih jajaran produksi (Departemen Sido dan Apoteker). Anda semua hebat," ujar Irwan di Kantor Sido Muncul, di Cipete, Jakarta, Jumat (25/11/2022).

"Jadi buat saya, ini sangat menggembirakan. Artinya, sebagai pengusaha, kami menjadi pengusaha yang berwawasan lingkungan," imbuhnya.

adv sidoPenghargaan Industri Hijau dari Kemenperin

Diketahui, penghargaan Industri Hijau ini adalah penghargaan yang kelima. Sejak 2017, Sido Muncul juga selalu mendapatkan penghargaan yang sama. Hanya saja, pada 2020 penghargaan tersebut ditiadakan karena COVID-19.

Lebih lanjut, Irwan menuturkan capaian ini juga akan berpengaruh pada konsumen Sido Muncul, khususnya para milenial. Sebab saat ini, milenial cenderung akan menilai suatu produk yang juga memikirkan dampak ke lingkungan. Karena itu, pihaknya terus berupaya mengedepankan industri dengan lingkungan berkelanjutan.

"Ya memang menurut saya masa depan itu adalah masa depan yang harus memelihara lingkungan. (Untuk hal itu) di kami kita pakai Energi Baru Terbarukan (EBT), produk limbah jamu digunakan sebagai bahan pembakaran, dan ada juga menggunakan listrik gas alam sebesar 10-11%," jelas Irwan.

Irwan membeberkan perusahaan juga telah bekerja sama dengan PLN untuk pemakaian listrik dengan EBT. Menurutnya, walaupun harus membayar listrik 3% lebih mahal, hal itu bukan jadi masalah untuk mendukung kelestarian lingkungan.

"Saya sadar sekali, masa depan bisnis harus dibarengi memelihara lingkungan sebaik mungkin," katanya.

Ia juga mengatakan untuk limbah yang telah digunakan, pihaknya telah memenuhi syarat dan aturan yang berlaku. Contohnya, seperti limbah cair pengelolaannya sudah sesuai dengan syarat yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sedangkan untuk limbah padat, akan diolah sebagai bahan bakar.

"Kami tidak pernah membuang limbah, semuanya kita gunakan habis. Kami menghasilkan jamu, minyak atsiri, dan terakhir limbah yang digunakan tidak terbuang," tegas Irwan.

Sebagai informasi, limbah dari produksi Sido Muncul juga diolah menjadi pupuk organik yang sudah diperjual belikan kepada para petani. Ia berharap ke depannya pupuk organik hasil Sido Muncul bisa merambah pasar lebih luas lagi. (adv/adv)