Direktur Sido Muncul Raih Lifetime Achievement, Ini Kiprah Bisnisnya

Advertorial - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 00:00 WIB
adv
Foto: Sido Muncul
Jakarta - Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul TBK (Sido Muncul) Irwan Hidayat meraih penghargaan Lifetime Achievement. Penghargaan tersebut diberikan oleh Indonesia Brand Forum (IBF) berkat kiprah Irwan Hidayat dalam membangun perusahaan jamu Sido Muncul.

Program Director IBF, Yuswohady menyebut Irwan Hidayat sebagai Bapak Jamu Indonesia, karena menilai Irwan Hidayat sukses mengangkat derajat jamu menjadi naik kelas.

"Karena yang mengangkat derajat atau membawa jamu naik kelas itu saya kira Pak Irwan," kata Yuswohady di Lifetime Achievement Talks, Selasa (20/9/2022).

Irwan Hidayat juga dinilai sebagai brand builder yaitu sosok yang membangun identitas sebuah brand. Karena sukses dalam membangun brand Sido Muncul tetap eksis,

Irwan Hidayat pun dianugerahi Lifetime Achievement dari Indonesia Brand Forum.

Irwan Hidayat memang sudah terjun ke industri jamu sejak 1969 usai lulus SMA di tahun 1967. Ia pun dipercaya untuk menuangkan idenya untuk pengembangan bisnis.

Dikisahkan oleh Irwan Hidayat, salah satu brand Sido Muncul yaitu Tolak Angin dulunya masih berbentuk rempah-rempah yang diseduh. Kemudian di tahun 1961, dibuat menjadi sebuah pil.

Tolak Angin kemudian bertransformasi menjadi bentuk cairan pada tahun 1994 dan Irwan Hidayat yang mencetuskan inovasi tersebut. Sebab, Irwan menilai jamu harus bisa dinikmati dengan enak. Irwan juga mempermudah masyarakat dalam mengonsumsi jamu ketika sedang sakit. Karena itu Tolak Angin bisa langsung dirobek bila konsumen ingin meminumnya.

"Dulu kalau sakit diseduh dulu, nunggu dingin, ya pingsan duluan. Akhirnya dibuat yang gampanglah pokoknya diminum," tuturnya.

Irwan juga kerap berani dalam mengembangkan bisnisnya, seperti pemilihan bintang iklan hingga jalur dalam mempromosikan produknya. Irwan mengatakan dalam menjalankan bisnis, Sido Muncul lebih mementingkan kampanye public relations dibandingkan marketing iklan.

Menurut Irwan, keduanya tidak ada bedanya yaitu sama-sama mengeluarkan uang. Irwan mengatakan secara logika bila membantu orang lain, maka bantuan yang diberikan tersebut akan lebih diingat, dari siapa, memberikan apa, dan dalam bentuk apa.

"Saya terus-terusan (membantu), ada kebakaran saya datang, orang sakit saya datangi, nyumbang Rp 100 juta, Rp 25 juta, saya masuk koran, orang lain kan nggak mau, saya mau. Saya nggak malu-malu terus. Mereka yang dibantu itu pasti bermanfaat, jadi kalau saya iklanin sendiri, ya manfaatnya buat saya saja, kalau ini kan ada manfaat lain," ujar Irwan.

Jadi CEO tahun 2013, Irwan pun menjelaskan dalam upaya mengembangkan brand Sido Muncul dirinya mempunyai satu hal paling penting dalam memasarkan produk. Hal penting itu adalah menggunakan akal budi dan juga logika serta hati.

Saat memasarkan produknya, lanjut Irwan, ia memikirkan apa yang harus dilakukan dalam memasarkan sebuah jamu. Ia juga mengaku meniru industri farmasi yang dinilai tumbuh dengan baik. Ia pun pelajari dengan baik industri tersebut.

"Apa (yang saya pelajari)? Ada 3 hal, yang pertama rasional, harus aman dan harus jujur," kata Irwan.

Irwan juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Indonesia Brand Forum yang sudah memberikannya penghargaan Lifetime Achievement.

"Saya berharap penghargaan ini akan mendorong saya untuk melakukan yang lebih baik lagi, terima kasih banyak," imbuhnya.

advFoto: Sido Muncul

Sementara itu, salah satu Brand Ambassador dari Sido Muncul Andy F. Noya mengucapkan selamat kepada Irwan Hidayat karena telah mendapatkan Lifetime Achievement Award dari IBF.

Di mata Andy, cara Irwan Hidayat dalam mengembangkan brand Sido Muncul tergolong unik. Irwan juga dinilai sebagai sosok yang cerdas, karena mengetahui soal marketing hingga branding dari pengalaman hidup dan interaksi dengan banyak orang.

"Begitu juga instingnya sangat kuat, ini yang mungkin sulit ditiru oleh orang-orang yang ilmu didapat dari sekolahan. Jadi di mata saya Pak Irwan sosok yang kreatif, ini pabrik ide, dan gagasannya tidak pernah habis. Karena itu saya mengakuinya sebagai suhu marketing, kemudian jagonya branding, sekaligus marketeer jempolan," ucap Andy.

Andy pun berharap Lifetime Achievement yang didapatkan Irwan Hidayat menjadi contoh bagi anak-anak muda Indonesia.

"Dan juga menjadi booster penyemangat bagi generasi muda untuk bisa mengikuti jejak seorang Irwan Hidayat. Sekali lagi Pak Irwan selamat," tuturnya. (adv/adv)