Hadir di Wilayah Terdepan RI, BRI Dukung Perekonomian Masyarakat Wini

Hadir di Wilayah Terdepan RI, BRI Dukung Perekonomian Masyarakat Wini

Advertorial - detikNews
Senin, 12 Sep 2022 17:00 WIB
adv
Kantor BRI Unit Wini (Dok. detikcom/ Andhika Prasetia)
Timor Tengah Utara - Nama Wini mungkin masih asing terdengar bagi sebagian masyarakat Indonesia. Kota kecil ini terletak di dalam wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Memiliki luas sekitar 306,96 km2, Wini terdiri atas 4 kecamatan yang mencakup 16 desa.

Adapun wilayah Wini merupakan daerah pelabuhan yang dikelilingi dengan perbukitan. Wini menjadi salah satu wilayah terdepan Indonesia lantaran letaknya yang berbatasan langsung dengan Distrik Oekusi, Timor Leste.

"Wini itu adalah pelabuhan yang langsung berbatasan dengan Oekusi yang merupakan daerah enklave dari Timor Leste. Dan karena Wini itu merupakan daerah pelabuhan yang berbatasan dengan Timor Leste, maka di Wini dibangun kantor negara perbatasan antarnegara yang bernama PLBN Wini. Dan PLBN Wini ini bertujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik antara masyarakat Timor Leste dan Indonesia," ujar Bupati Timor Tengah Utara Juandi David kepada detikcom belum lama ini.

Juandi menyampaikan lantaran wilayah Wini terdiri dari lautan dan daratan, masyarakat di sini umumnya bekerja sebagai petani, nelayan, serta pedagang.

"Untuk kondisi perekonomian di Wini untuk sekarang yang paling pokok mata pencaharian adalah pertanian dan nelayan. Di samping itu, ada juga pusat perdagangan, peternakan, dan daerah persawahan," ungkapnya.

Sektor perikanan, perdagangan dan pertanian memang menjadi penyokong perekonomian masyarakat. Sayangnya, akses dan fasilitas penunjang ekonomi yang masih terbatas menjadi kendala bagi beberapa masyarakat untuk mengembangkan usahanya. Kondisi inilah yang melatarbelakangi Bank BRI menghadirkan layanan perbankan di perbatasan melalui unit-unitnya, termasuk BRI Unit Wini.

Pemimpin Cabang BRI Cabang Kefamenanu Abid Rahman Martono mengatakan melalui BRI Unit Wini, pihaknya hadir sebagai wadah bagi masyarakat untuk dapat membangun usahanya melalui pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR). Adapun hingga semester 1 2022, ia menyebut penyaluran KUR BRI meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

advPemimpin Cabang BRI Kefamenanu Abid Rahman Martono yang membawahi BRI Unit Wini (Dok. detikcom/ Andhika Prasetia)

"Di daerah Wini dominan masyarakat bergerak di sektor perikanan, peternakan dan pertanian. Kami berperan dalam membantu perekonomian dalam menyalurkan kredit lebih didominasi dengan KUR. dan yang jadi andalan BRI adalah Kupedes. Sampai dengan semester 1 2022 ini cukup baik dibanding akhir 2021 kemarin, penyaluran kredit tumbuh sebanyak 3% dan didominasi oleh sektor KUR," paparnya.

Sementara itu, Kepala Unit BRI Wini Florianus Primus mengungkapkan hingga Agustus 2022, penyaluran KUR di BRI Unit Wini telah mencapai lebih dari Rp 40 miliar. Ke depan, kantor BRI yang telah berdiri sejak Desember 2002 ini akan terus berupaya untuk meningkatkan perekonomian di wilayah Wini dengan memberikan pinjaman modal kepada para pelaku usaha.

"Untuk penyaluran pinjaman di BRI Unit Wini hingga saat ini totalnya sekitar Rp 40-an miliar mendekati Rp 50 miliar. Itu untuk bidang pertanian, perikanan, perdagangan, dan lainnya sudah kita salurkan sebanyak itu," katanya.

Hadirnya BRI di ujung negeri yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini memang telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar wilayah Wini. Termasuk para kelompok tenun di Desa Tainsala, Kecamatan Insana Tengah yang terbantu KUR dalam mengembangkan usahanya.

Penanggung Jawab Kelompok Tenun Desa Tainsala, Fidelishake mengatakan saat awal terbentuk, mereka sempat terhalang modal untuk mengembangkan usaha. Namun, berkat adanya bantuan modal BRI, mereka dapat memiliki modal membeli benang untuk pembuatan tenun ikat.

"Kelompok ini terbentuk tahun 2018 sampai sekarang 2022. Awalnya dibentuk kita nggak punya modal, dapat bantuan dari BRI modal Rp 5 juta. Kita setor sampai tahun 2022 dan kita lanjutkan pinjam Rp 10 juta untuk melanjutkan modal pembuatan tenun ikat," ungkapnya.

"Terima kasih BRI sudah membantu ibu-ibu tenun ikat. Semoga ke depan lagi bisa membantu," imbuhnya,

Hal yang sama pun dirasakan oleh ibu rumah tangga sekaligus penjual sembako bernama Jumarni. Di awal membuka usahanya, Jumarni yang merupakan perantau ini mengaku sempat mengalami kesulitan karena tak punya banyak modal. Alhasil, ia berhutang pada keluarganya setiap minggu agar dapat melengkapi barang-barang di toko kelontongnya.

"Awal mula buka usaha sembako, kami modalnya Rp 1,5 juta. Itu kami putar selama beberapa tahun, akhirnya alhamdulillah ada perkembangan sedikit demi sedikit. Terus kendalanya kami kewalahan modal, banyak orang datang tanya mau beli ini itu, tapi barangnya belum lengkap," paparnya,

"(Dulu) kita ngutang, satu minggu dilunasi karena waktu itu kita datang ke sini tahun 1999 (belum ada BRI). Akhirnya itu kita putar-putar (uangnya), bayar hutang, ambil lagi, bayar hutang, ambil lagi. Dulu pinjamnya ke keluarga. Dulu kami hutang, (lalu) satu minggu bayar," lanjutnya,

Namun, Jumarni mengatakan saat ini dirinya sudah tak lagi kesulitan modal sejak kehadiran dari BRI. Kehadiran BRI di Wini juga memudahkan dirinya untuk menabung, bahkan kini Jumarni juga menyambi menjadi agen BRILink untuk menambah pemasukan.

advAgen BRILink, Jumarni (Dok. detikcom/ Andhika Prasetia)

"Karena ada BRI ini, alhamdulillah kami sudah berani simpan sedikit demi sedikit. Dan akhirnya mantri datang ke rumah tawari kredit. Awalnya saya takut kredit, takutnya tidak mampu bayar per bulannya, tapi alhamdulillah berkat dukungan mantri, akhirnya saya beranikan diri kredit.

"Saya pertama kredit Rp 25 juta temponya satu tahun. Jadi begitu lunas, ambil lagi, naik lagi (nominal kredit). Akhirnya uang inilah yang kita putar untuk modal jualan sehingga usaha ini bisa berkembang sampai sekarang ini," katanya.

Di samping permodalan, adanya BRI Unit Wini juga membantu masyarakat mengakses layanan perbankan. Terlebih wilayah Wini masih jarang tersentuh fasilitas penunjang ekonomi layaknya di kota-kota besar.

Salah seorang warga sipil sekaligus peternak kuda Muhammad Al Fatih mengaku merasakan kemudahan saat melakukan transaksi perbankan, baik itu menabung maupun transfer. Pria yang hobi mengikuti ajang pacuan kuda ini menyampaikan dirinya sangat terbantu dengan adanya layanan-layanan BRI, termasuk SMS Banking.

"Di BRI saya hanya menabung. Saya merasa termudahkan karena BRI kan sekalipun kita menggunakan ATM BRI bisa menggunakan ATM Bersama. Dan pastinya hingga sampai saat ini tidak ada kendala dalam menggunakan BRI. Saya menggunakan BRI ini sudah 18 tahun," katanya.

advPeternak Kuda sekaligus Nasabah BRI, Muhammad Al Fatih (Dok. detikcom/ Andhika Prasetia)

"Yang lebih bagusnya itu ada SMS Banking, walaupun kita tidak ada pulsa dan di rekening kita ada transaksi, notifikasi SMS Banking itu otomatis masuk. Jadi dimudahkan. Ketika saya dapat transfer atau masuk gaji di situ langsung muncul. Kalau ada jual beli kuda, biasa ditransfer ke BRI, dan saya juga biasa transfer dari BRI juga," pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan

Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di Tapalbatas.detik.com! (adv/adv)