Teras BRI Kapal Dorong Peningkatan Ekonomi Kerakyatan di Kepulauan

Advertorial - detikNews
Senin, 15 Agu 2022 00:00 WIB
adv
Foto: detik.com/ Rafida F. Faradhian
Kepulauan Anambas - Berada di Laut China Selatan, Kepulauan Anambas memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah lainnya. Hal ini karena hampir seluruh wilayahnya dikelilingi oleh lautan dan pulau-pulau kecil.

Diketahui, luas perairan di Anambas mencapai 46.033 Km2. Sementara luas daratannya hanya 590,14 Km2, atau sekitar 1,35% saja. Kepulauan Anambas memiliki 255 pulau, beberapa di antaranya berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Posisi tersebut menjadikannya salah satu kabupaten terdepan Indonesia.

Melihat wilayahnya yang terdiri dari kepulauan, maka tak heran bila laut menyokong banyak aspek kehidupan di sana. Mayoritas masyarakat setempat pun bergantung pada sektor perikanan sebagai sumber utama penghidupan, baik dari perikanan tangkap di laut maupun budi daya.

"Kita memiliki laut yang luas. Sudah tentu potensi perikanan luar biasa," ujar Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris kepada detikcom baru-baru ini.

"Kita ada beberapa jenis nelayan. Ada nelayan pancing ulur, ada juga nelayan keramba. Kalau nelayan pancing ulur, dengan menggunakan pompong menangkap ikan di laut lepas. Kalau nelayan keramba mereka pembesaran bibit ikan yang ada," imbuhnya.

Tak seperti daerah lain, kata Abdul, umumnya nelayan di Anambas masih menerapkan cara tradisional dalam memancing, ketimbang alat tangkap modern. Mereka masih menggunakan pancing ulur.

Lebih lanjut, Abdul memaparkan Kepulauan Anambas masih menyimpan potensi ekonomi lainnya. Tak hanya perikanan saja, melainkan juga peluang usaha kerajinan.

Menurut Abdul, tidak sedikit masyarakat yang menggeluti usaha pembuatan perahu atau yang lebih dikenal dengan nama 'pompong' oleh warga lokal. Pompong inilah yang menjadi 'kendaraan' utama bagi nelayan sehari-hari untuk mencari ikan di lautan lepas.

advFoto: detik.com/ Rafida F. Faradhian

Senada dengan Abdul Haris, Pemimpin Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Tanjung Pinang Dicky Satria juga melihat potensi ekonomi daerah yang ada di Anambas. Dicky mengatakan masyarakat nelayan lokal banyak mengandalkan hasil tangkapan laut. Namun di samping itu, ada juga kelompok masyarakat yang menggantungkan hidup dari usaha perdagangan.

Karena itu pihaknya berupaya turut serta membantu membuka jalan usaha masyarakat, termasuk nelayan di Anambas. Salah satunya dengan menghadirkan Teras BRI Kapal, di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Layanan bank terapung ini beroperasi di 6 pulau, mulai dari Bayat, Lingai, Telaga Besar, Keramut, Letung, hingga Tarempa.

Dengan adanya bank terapung ini diharapkan dapat memudahkan para nelayan lokal di sekitar Kepulauan Anambas untuk mendapatkan akses keuangan yang memadai, sehingga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

"Teras BRI Kapal dengan setia menjangkau nasabah-nasabah di berbagai pulau-pulau dan membantu meningkatkan ekonomi UMKM di seluruh lapisan masyarakat, dengan tujuan memudahkan transaksi perbankan dengan aman dan nyaman, serta membantu masyarakat untuk menabung," katanya.

Diakui Dicky, layanan Teras BRI Kapal ramai didatangi nasabah yang ada di pulau-pulau. Dia mengatakan layanan bank terapung ini bisa melayani hingga 100 transaksi per harinya, dengan nilai mencapai Rp 600 juta. Adapun jumlah tersebut mencakup transaksi simpanan, pinjaman, setor, tarik, dan transfer, namun 95% di antaranya yaitu transaksi simpanan.

"(Sedangkan untuk) penyaluran KUR Mikro di Kabupaten Anambas sampai dengan bulan Juli 2022 sebesar Rp 66 miliar jumlah nasabah 2.265 orang," jelasnya.

advFoto: detik.com/ Rafida F. Faradhian

Di sisi lain, Kepala BRI Unit Tarempa Farid menyebut melalui Kapal Teras BRI Kapal, pihaknya melayani pembukaan tabungan serta penyaluran kredit kepada nasabah dengan usaha nelayan, perdagangan, maupun perkebunan.

Diketahui, berdasarkan data per 31 Juli 2022 jumlah masyarakat yang dilayani oleh Teras BRI Kapal sebanyak 272 nasabah pinjaman dan 5.923 nasabah tabungan dari keenam pulau. Dengan nasabah terbanyak berada di Pulau Bayat.

Lebih lanjut Farid mengungkapkan proses penyaluran pinjaman di Teras BRI Kapal terbilang mudah. Sebab nasabah hanya perlu mengajukan permohonan saja. Kemudian dari pihak BRI akan melakukan kunjungan ke tempat usaha ataupun rumah nasabah.

"Untuk pinjaman pun bisa dikatakan gampang. Prosesnya sangat gampang untuk pelaku usaha di sini. Sangat dibantu," katanya.

Ia pun merasa bersyukur kehadiran layanan bank terapung dari BRI disambut positif oleh masyarakat. Menurutnya, banyak warga terbantu karena dipermudah untuk akses ke bank. Mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh melewati laut ke Tarempa, karena sudah bisa datang ke Teras BRI Kapal.

Adapun salah satu nelayan yang ikut merasakan kemudahan pinjaman melalui Teras BRI Kapal yaitu Julukatri (42). Kala itu, dia mengajukan kredit usaha sebesar Rp 200 juta untuk membeli alat tangkap berupa bagan.

"Alhamdulillah modal (usaha bagan) dari BRI. Kita pinjam Rp 200 juta. (Pinjamannya) sangat membantu. Berkat pinjaman dari BRI saya jadi punya bagan. Kalau tidak dapat (pinjaman) saya tidak punya bagan (untuk nyari ikan). Beribu-ribu terima kasih sama bank BRI," tuturnya.

Berkat adanya bagan, kini Julukatri bisa memperoleh tangkapan ikan dengan jumlah lebih banyak, ketimbang hanya mengandalkan pompong saja. Menurutnya dalam semalam dia bisa mendapatkan 100 kilogram hingga 1 ton ikan dan cumi-cumi yang kemudian dijual. Dari hasil tersebut, ia mengantongi uang minimal Rp 2,1 jutaan per hari.

"Hasilnya lebih banyak yang punya bagan. Kalau pompong hasilnya nggak seberapa. Sebatas untuk makan saja. Tapi sekarang beban keuangan lebih besar, karena (sedang sekolah) di pinang. (Jadi lebih menguntungkan bagan)," imbuhnya.

Ada pula Rika (32), yang merupakan warga Desa Telaga Kecil. Rika mengaku senang dengan kehadiran Teras BRI Kapal ke desa tempat tinggalnya. Karena dengan begitu dia bisa mendapatkan pinjaman modal dari BRI. Pinjaman senilai Rp 25 juta tersebut ia gunakan untuk membeli pompong sebagai kendaraan bagi sang suami untuk mencari ikan.

Tak hanya mengakses pinjaman saja, Rika juga memanfaatkan layanan bank terapung BRI untuk menabung. Bahkan, dia turut serta buah hatinya, Reynal untuk mulai menabung sejak dini.

"Reynal nabung (sejak) pertama kali kapal bank masuk (ke Telaga Kecil), 3 tahun lalu," katanya.

Rika menjelaskan awalnya dia mendampingi Reynal yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar dalam membuka tabungan di kapal Teras BRI Kapal. Namun kini, sang anak sudah rutin menabung setiap minggu, bahkan tanpa disuruh.

Diakui Rika untuk membuka tabungan di Teras BRI Kapal tak sulit. Hal ini karena syarat yang diminta juga tidak terlalu banyak. Dokumen yang diperlukan di antaranya kartu keluarga, akta kelahiran, serta KTP orang tua atau wali yang mendampingi saat pembukaan rekening tabungan.

Sebagai informasi, saat ini detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com! (adv/adv)