Komitmen Home Credit Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Advertorial - detikNews
Senin, 13 Jun 2022 00:00 WIB
adv
Foto : Dok. Home Credit
Jakarta - Ekonomi Indonesia masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga atau pengeluaran atas barang dan jasa oleh rumah tangga untuk tujuan konsumsi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2021 tumbuh sebesar 5,02% secara tahunan (year on year/yoy), di mana konsumsi rumah tangga dari sisi pengeluaran masih menjadi motor utama. Pada kuartal IV-2021, konsumsi rumah tangga berkontribusi 52,91% terhadap PDB (Produk Domestik Bruto). Konsumsi rumah tangga mampu mencatatkan pertumbuhan 3,55% yoy pada kuartal pamungkas tahun lalu.

Angka tersebut menunjukkan tren perbaikan dibandingkan dengan kuartal IV/2020 di mana pertumbuhan konsumsi rumah tangga minus 3,61% yoy akibat terpukul oleh pandemi COVID-19 yang mengguncang perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia.

Di tengah tren pemulihan ekonomi tersebut, industri pembiayaan berupaya untuk terus mendorong kembali terakselerasinya konsumsi rumah tangga di Indonesia.

Pembiayaan yang disalurkan oleh perusahaan-perusahaan pembiayaan tersebut secara langsung membantu sekaligus memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas konsumsi berupa pembelian barang serta jasa yang mereka butuhkan.

Salah satu perusahaan pembiayaan berbasis teknologi, PT Home Credit Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan membuka seluas-luasnya akses layanan keuangan bagi masyarakat Indonesia, termasuk bagi mereka yang belum tersentuh oleh layanan keuangan formal. Pada 2019, mengacu kepada laporan e-Conomy SEA 2019 yang disusun oleh Google, Temasek dan Bain & Company, persentase orang Indonesia yang belum memiliki rekening bank (unbanked) dan sudah memiliki rekening bank tapi tidak memiliki akses kredit yang memadai (underbanked) mencapai 76% dari seluruh populasi dewasa Indonesia yang berjumlah sebanyak 181 juta orang.

Komitmen Home Credit dibuktikan salah satunya dengan jumlah first time borrowers atau pelanggan Home Credit yang baru pertama kali menggunakan layanan pembiayaan formal yang mencapai sekitar 20% rata-rata setiap bulannya di tahun 2021, di mana jumlah pelanggan Home Credit sendiri kini telah mencapai 5,5 juta pelanggan.

"Kami menawarkan produk yang tepat sesuai kebutuhan dan kapasitas pelanggan. Selain memberikan pembiayaan yang terjangkau, kami juga memastikan bahwa pelanggan dapat mengerti sepenuhnya akan produk yang ditawarkan kepada mereka. Seluruh dokumen ditulis dengan jelas dan kami selalu mengecek di setiap proses bahwa seluruh informasi tersampaikan dengan jelas kepada pelanggan. Pelanggan juga dapat memiliki pilihan untuk membatalkan kontrak mereka dalam beberapa hari (colling off period) setelah kontrak pembiayaan ditandatangani jika berubah pikiran," jelas Presiden Direktur Home Credit Indonesia Animesh Narang.

Melalui layanan keuangannya yang mudah dan nyaman diakses oleh masyarakat, Home Credit berupaya agar inklusi keuangan di Indonesia dapat meningkat secara berkelanjutan yang pada akhirnya turut berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Upaya itu juga turut dibarengi oleh kegiatan-kegiatan peningkatan literasi keuangan yang diselenggarakan oleh Home Credit yang telah diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari anak muda, ibu rumah tangga, pelaku usaha kecil dan menengah, hingga penyandang disabilitas serta karyawan Home Credit sendiri. Di mana sekitar 7.000 peserta mengikuti kelas literasi keuangan secara offline, dan sebanyak lebih dari 1 juta orang mengikuti konten literasi keuangan Home Credit melalui media sosial.

"Kami percaya bahwa dengan mengadopsi prinsip-prinsip ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan) kami berada di posisi yang lebih baik untuk mewujudkan janji kami dalam memberdayakan pelanggan dengan cara yang berkelanjutan dan bertanggungjawab. Pilar ESG yang selama ini diwujudkan Home Credit merupakan sebuah upaya dalam mengatasi isu kesenjangan ekonomi, di mana kami memiliki tujuan bisnis yang mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Home Credit pun turut mendorong akses keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang ditargetkan oleh pemerintah dapat mencapai hingga 90% pada 2024," lanjut Animesh.

Kemudahan Pelanggan

Pada saat ini, masyarakat dapat mengakses layanan Home Credit secara online maupun offline. Home Credit memiliki aplikasi digital "My Home Credit" dengan jumlah pengguna terdaftar sebanyak 10,9 juta (per 31 Desember 2021). Dengan memanfaatkan aplikasi "My Home Credit", pelanggan tidak hanya dapat mengakses pembiayaan barang namun juga layanan keuangan lain seperti pembiayaan modal kerja dan credit card untuk pelanggan existing. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses layanan proteksi baik untuk pelindungan diri dan keluarga hingga untuk melindungi perabot rumah dari resiko tak terduga, di mana Home Credit bekerja sama dengan penyedia jasa asuransi terkemuka.

Home Credit juga memberikan kemudahan untuk transaksi non-tunai melalui Home Credit Pay melalui kerja sama dengan Kaspro sebagai pemilik izin E-Money dan QRIS dari Bank Indonesia. Selain itu, pelanggan Home Credit juga dapat memanfaatkan layanan paylater Home Credit Bayar Nanti untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari hingga jajan di restoran.

adv

Foto : Dok. Home Credit

Adapun Home Credit telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 terkait dengan Sistem Manajemen Keamanan untuk menjaga keamanan data pengguna aplikasi My Home Credit. Sertifikasi ini merupakan standar internasional dimana perusahaan harus memenuhi sejumlah klausul yang mencakup berbagai aspek terkait 3 prinsip mendasar yaitu kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi.

Di samping itu, Home Credit telah bekerjasama dengan mitra toko yang jumlah jaringannya mencapai lebih dari 21.000 yang tersebar di 200 kota serta kabupaten di seluruh Indonesia.

Sejumlah mitra yang telah bekerjasama dengan Home Credit antara lain produsen dan peritel terkemuka baik offline dan online di antaranya Samsung, VIVO, OPPO, Realme, Erafone, Informa, Electronic City, Oke Shop, Global Teleshop, Hypermart, Trans Hello, Lotte Mart, ACE Hardware, Gramedia, Rodalink, Optik Internasional, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, dan masih banyak lagi.

Adapun dengan layanan pembiayaan dari Home Credit, masyarakat dapat mengakses berbagai komoditas seperti elektronik, jam tangan, konsol game, perlengkapan bayi, aksesoris mobil, sepeda, dan sebagainya di mitra-mitra toko yang telah bekerja sama dengan Home Credit tersebut.

Berkat akses digital dan jaringan mitra yang luas tersebut, Home Credit turut membuka akses pembiayaan ke luar Pulau Jawa dengan porsi yang signifikan hingga 52% dari seluruh total kontrak pembiayaan pada 2021.

Selain itu, adanya layanan pembiayaan dari Home Credit juga turut menggerakkan aktivitas bisnis dari para mitra tokonya, di mana selain peritel besar terdapat pula belasan ribu toko berskala kecil (mom and pop stores). Secara tidak langsung, kerjasama dengan mitra toko itu turut berdampak terhadap pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Salah satu mitra toko yang bekerjasama dengan Home Credit adalah Mei Mei Group yang memasarkan gadget di Medan, Sumatera Utara. Pemilik Mei Mei Group, Heri, mengatakan penjualan gadget di tokonya mengalami peningkatan pesat sejak tokonya bermitra dengan Home Credit karena proses pengajuan pembiayaannya sangat mudah dan cepat. Menurutnya, Home Credit membantu masyarakat untuk memiliki gadget impiannya. Apalagi Home Credit kerap menyediakan berbagai promo menarik dalam bentuk bunga rendah atau cicilan ringan, cashback dan sebagainya yang dapat dinikmati oleh pelanggan yang informasinya selalu diperbarui secara berkala di laman berikut ini: https://www.homecredit.co.id/promo-dan-penawaran.

Home Credit berupaya untuk terus memperluas kerjasama dengan produsen, peritel dan toko berskala kecil sekaligus membuka akses pembiayaan untuk masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali di luar Pulau Jawa. Melalui kerjasama yang luas serta pemanfaatan teknologi digital yang memungkinkan tersedianya layanan keuangan yang inklusif, Home Credit akan terus berkontribusi secara positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. (adv/adv)