Selain Jadi yang Terbersih, Inilah Daya Tarik Desa Penglipuran Bali

Advertorial - detikNews
Selasa, 14 Des 2021 00:00 WIB
adv bri
Foto: Shutterstock
Jakarta - Desa Penglipuran yang berada di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali telah menjadi desa tersohor di mata dunia dengan julukan desa terbersih di dunia. Selain menjadi desa terbersih ketiga di dunia, apa lagi ya daya tarik dari Desa Penglipuran?

Dilansir dari Indonesia Travel, Desa Penglipuran memiliki sederet daya tarik yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke sana. Daya tarik paling utamanya memang kebersihan yang disuguhkan oleh desa ini.

Desa wisata ini berhasil menyabet beberapa penghargaan berkat kebersihannya mulai dari Kalpataru, Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA), pada tahun 2017. Destinasi wisata ini juga masuk dalam Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation.

Ketika masuk ke desa ini, tanaman hijau langsung menyambut pengunjung. Pesonanya makin ciamik dengan udara dan pemandangan yang semakin memberikan rasa sejuk dan asri. Apalagi di setiap pagar menjulur tanaman yang menghiasi seluruh area desa. Lantas apa saja daya tariknya selain dari kebersihan?

Adat Setempat

Selain kebersihannya, Desa Penglipuran juga menjunjung tinggi nilai leluhurnya, sehingga mengusung patokan adat yang sudah turun temurun. Ini juga membuat tata ruang desa mengikuti sebuah konsep yang diberi nama Tri Mandala. Dengan konsep ini, tata ruang desa dibagi menjadi tiga wilayah yaitu Utama Mandala, Madya Mandala dan Nista Mandala.

Utama Mandala yakni wilayah yang merupakan tempat suci atau tempat para dewa. Ada zona yang disebut sebagai Madya Mandala yaitu pemukiman penduduk. Sedangkan Nista Mandala adalah zona khusus untuk pemakaman penduduk.

Lingkungan Hijau

Keindahan dari Desa Penglipuran makin bertambah dengan deretan hutan bambu yang luasnya mencapai 45 hektare atau sekitar 40 persen dari luas keseluruhan desa. Hutan bambu ini dijaga dan dilestarikan. Masyarakat desa juga percaya hutan bambu tersebut bagian dari awal sejarah keberadaan mereka.

Budaya

Desa Penglipuran juga punya ritual agama yang terus dijalankan hingga saat ini, salah satunya adalah Ngusaba yang dilakukan untuk menyambut Nyepi. Setiap 15 hari masyarakat di sana juga akan datang ke Pura Penataran untuk bersembahyang.

Tak hanya itu, Desa Penglipuran juga punya sebuah festival budaya yang disebut Penglipuran Village Festival. Acara ini biasanya diselenggarakan di akhir tahun dengan rangkaian kegiatan yang beragam mulai dari parade pakaian adat Bali, Barong Ngelawang, parade seni budaya, dan berbagai lomba lainnya.

Kuliner

adv briFoto: Indonesia Travel

Kalau berkunjung ke desa ini jangan lupa untuk icip-icip kuliner khasnya yaitu loloh cemcem dan tipat cantok. Loloh cemcem merupakan minuman khas yang terbuat dari daun cemcem atau daun kloncing. Sedangkan tipat cantok adalah makanan berat yang terdiri dari ketupat dan sayuran rebus yang kemudian disajikan bersama dengan bumbu kacang.

Segala keindahan yang ditawarkan oleh Desa Penglipuran memang jarang ditemukan di beberapa desa di Indonesia. Meski begitu, desa-desa di Indonesia sudah mulai menunjukkan tajinya agar dapat menjadi desa yang berinovasi.

Ini juga yang didorong oleh BRI melalui program Desa BRIlian. Program ini merupakan upaya yang dilakukan BRI untuk mendorong inovasi berkelanjutan bagi desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pada September 2020, BRI melakukan seleksi terhadap 531 desa usulan dan memilih 125 desa dari berbagai daerah di Indonesia. Tahun ini jumlah desa usulan ditingkatkan menjadi 1.000 desa. Peningkatan program ini dilakukan karena melihat tingginya antusias masyarakat di desa untuk lebih berkembang dan mengikuti pelatihan yang diadakan BRI.

Adapun, program Desa BRilian adalah Desa binaan BRI yang memiliki seluruh atau kombinasi dari empat aspek utama. Mulai dari BUMDes aktif sebagai penggerak ekonomi desa, digitalisasi yang terimplementasi di desa yang menggunakan produk BRI (BRILink, Web Pasar, Stroberi), kreativitas desa dalam memecahkan masalah sosial ataupun kemasyarakatan desa, dan ketangguhan desa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui usaha unggulan desanya.

Dengan melihat aspek tersebut, nantinya BRI akan menyeleksi 1.000 desa terpilih untuk menjadi Desa BRIlian. Tujuan adanya Desa BRIlian yaitu.

  1. Meningkatkan kualitas pengelolaan desa yang menginspirasi untuk memajukan desa dan BUMDes
  2. Bentuk penghargaan yang akan menampilkan desa yang berkepedulian sosial, menggerakkan perubahan, dan berperan inovatif memotivasi orang di sekitarnya untuk maju
  3. Menyebarluaskan informasi pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan oleh BRI (influencer BRI)
  4. Memperkuat posisi BRI sebagai Bank yang peduli kepada desa dan masyarakat desa
  5. Sebagai salah satu tools mantri dalam membina dan mendekatkan diri (engagement) kepada seluruh komponen masyarakat di Desa

Nantinya desa-desa yang menerapkan arahan dan pendampingan selama mengikuti Program Desa BRIlian diharapkan layak dijadikan percontohan untuk desa lainnya.

(adv/adv)