Ini 5 Desa Wisata Indonesia yang Terkenal di Kancah Internasional

Ini 5 Desa Wisata Indonesia yang Terkenal di Kancah Internasional

Advertorial - detikNews
Senin, 13 Des 2021 00:00 WIB
adv bri
Foto: Shutterstock
Jakarta - Indonesia dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit turis lokal maupun mancanegara. Termasuk juga desa wisatanya, yang memiliki keunggulan berupa keindahan alam maupun atraksi wisata di dalamnya.

Dari sekian banyak desa wisata yang menjamur di Indonesia, ada sejumlah desa wisata yang dikenal hingga mancanegara bahkan meraih penghargaan tingkat internasional. Tak heran, desa wisata ini pun menjadi rujukan para turis saat berkunjung ke Indonesia. Dilansir dari CNN, berikut lima desa wisata yang terkenal di dunia.

1. Desa Pemuteran, Bali

Bukan rahasia lagi kalau keindahan Pulau Dewata telah dikenal di seluruh dunia, termasuk salah satu desa wisatanya yakni Desa Pemuteran yang berada di Kabupaten Buleleng, Bali. Mulanya, desa ini hanya dikenal sebagai desa nelayan. Seiring berjalannya waktu, Desa Pemuteran bertransformasi menjadi desa wisata dan menjadi rujukan bagi para turis untuk melihat langsung pesona keanekaragaman hayati laut. Serta menikmati pengalaman berkesan seperti diving, snorkeling, foto underwater di Temple Garden, sampai berkunjung ke penangkaran penyu.

Pada tahun 2018 lalu, Desa Pemuteran ternyata pernah masuk ke dalam jajaran 10 Destinasi Terbaik Asia menurut buku panduan perjalanan Lonely Planet milik BBC.

2. Desa Penglipuran, Bali

Masih di Bali, desa wisata lainnya yang terkenal ialah Desa Adat Penglipuran. Sesuai namanya, penduduk desa ini dikenal sangat menjunjung tinggi tradisi para leluhur. Tata ruang Desa Penglipuran memiliki konsep Tri Mandala yang sudah turun temurun. Desa ini juga mempertahankan hutan bambu yang mengelilingi desa, sebab hal ini dipercaya oleh masyarakat sebagai pelindung.

Selain kental dengan kulturnya, wisatawan juga bisa menikmati suguhan festival budaya yang menarik perhatian. Diketahui, pada tahun 2018 Desa Penglipuran dinobatkan ke daftar tiga desa terbersih di dunia menurut pilihan pembaca majalah perjalanan Conde Nast Traveler.

3. Desa Nglanggeran, Yogyakarta

Desa wisata gunung api Nglanggeran yang terletak di Gunungkidul, Yogyakarta memiliki keindahan obyek wisata alam yang memukau. Di tempat ini, wisatawan bisa melakukan banyak kegiatan, seperti mendaki gunung, bersantai di Embung Nglanggeran, bermain air terjun, sampai wisata budaya Kampung Pitu.

Di tahun 2017 lalu, desa wisata Nglanggeran menerima penghargaan dari ASEAN Community Based Tourism (CBT) Awards.

4. Desa Pentingsari, Yogyakarta

Sama-sama berlokasi di Yogyakarta, kali ini desa wisata Pentingsari merupakan salah satu desa wisata yang terkenal di dunia. Bahkan desa ini pernah beberapa kali menerima penghargaan bergensi, salah satunya Green Bronze Indonesian Sustainable Tourism Award (ISTA) untuk kategori ekonomi pada 2017.

Desa wisata yang berlokasi di Kabupaten Sleman ini terletak di dekat kawasan Gunung Merapi dengan ketinggian 700 mdpl. Di tempat ini, pengunjung dapat melakukan wisata budaya meliputi berkemah, membatik, mendaki, outbound, belajar gamelan, menari, sampai membuat wayang rumput.

5. Desa Tamansari, Banyuwangi

Bergeser ke Jawa Timur, ada desa wisata Tamansari yang dikenal asri dan kaya akan SDA. Desa yang terletak di kaki Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur ini merupakan penghasil karet, cengkeh, biji kopi, dan cokelat.

Tak cuma itu, ada juga sejumlah peternak sapi perah di sekitar daerah Tamansari yang disebut menghasilkan produk susu berkualitas tinggi. Diketahui, Desa Tamansari masuk ke daftar desa wisata Indonesia yang terkenal karena sudah banyak meraih predikat sebagai 'Pemanfaatan Desa Wisata Terbaik'.

Selain kelima desa di atas, masih banyak desa-desa lain di Indonesia yang memiliki keindahan alam serta keunggulan potensi desa masing-masing. Potensi ini patut untuk terus dikembangkan supaya desa-desa di Indonesia bisa semakin dikenal luas, hingga kancah internasional.

Untuk mendorong inovasi berkelanjutan bagi desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar program Desa BRILian yang diselenggarakan sejak tahun 2020.

Pada September 2020 lalu, BRI telah melakukan seleksi terhadap 531 desa usulan. Dari jumlah tersebut, terpilih 125 desa dari berbagai daerah di Indonesia.

Di tahun 2021 ini, BRI menambah jumlah desa usulan menjadi 1.000 desa. Adapun peningkatan program ini dilakukan melihat tingginya antusiasme masyarakat di desa untuk lebih berkembang dan mengikuti pelatihan yang diadakan BRI.

Lebih lanjut, Desa BRilian merupakan program desa binaan BRI yang memiliki seluruh atau kombinasi dari empat aspek utama. Adapun keempat aspek tersebut antara lain

  • BUMDes aktif sebagai penggerak ekonomi desa
  • Digitalisasi yang terimplementasi di desa yang menggunakan produk BRI (BRILink, Web Pasar, Stroberi).
  • Inovasi sebagai desa kreatif yang memecahkan masalah kemasyarakatan dan sosial desa.
  • Sustainabilitysebagai desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui sektor usaha unggulan desanya.

Melalui keempat aspek tersebut, BRI menyaring 1.000 desa usulan untuk nantinya terpilih menjadi Desa BRIlian. Diselenggarakannya program Desa BRIlian dari BRI ini memiliki beragam tujuan, mulai dari meningkatkan kualitas pengelolaan desa yang menginspirasi untuk memajukan desa dan BUMDes.

Nantinya, di antara 1.000 desa yang lolos seleksi akan mendapatkan edukasi dan pendampingan dalam Program Desa BRIlian. Selain edukasi dan pendampingan, BRI juga akan memberikan literasi dasar yang mencakup upaya mendorong inklusi keuangan, seperti pengenalan produk dan jasa perbankan serta manajemen keuangan dasar (akuntansi sederhana).

Desa BRIlian dari BRI juga akan memberikan literasi bisnis kepada desa-desa terpilih yang mencakup peningkatan kapasitas manajerial, legalitas, budaya inovasi, pemahaman industri dan pasar, kepemimpinan, pola pikir jangka panjang, dan skala usaha. BRI juga akan memberikan kebutuhan bagi para pelaku UMKM, sesuai dengan tema kegiatan BRIncubator (Kegiatan Pemberdayaan BRI) yang terdiri dari Go Modern, Go Digital, Go Online, Go Global.

Lewat berbagai dukungan literasi, BRI berharap desa-desa nantinya bisa menyusun peta jalan(roadmap)pembangunan sesuai dengan potensi desa. BRI juga berharap desa nantinya bisa memahami transparansi sistem keuangan desa serta menciptakan pemimpin yang transformatif dan kolaboratif.

Dengan demikian, Desa BRIlian yang berhasil menerapkan arahan dan pendampingan dari program ini diharapkan mampu menjadi model percontohan untuk desa lainnya. Adapun langkah ini tak hanya akan membuat desa semakin dikenal di kancah global, tapi juga membantu desa-desa di Indonesia dapat bertumbuh secara berkelanjutan dengan keunggulannya masing-masing. (adv/adv)