Lakukan 5 Hal Ini agar Mobil Bisa Lolos Uji Emisi

Advertorial - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 00:00 WIB
adv
Foto: Dok. detikcom
Jakarta - Hasil uji emisi bakal menjadi prasyarat pembayaran pajak kendaraan bermotor di DKI Jakarta bagi kendaraan yang berusia di atas tiga tahun. Kebijakan ini disiapkan untuk mendukung upaya menjaga kebersihan udara lingkungan.

Uji emisi dilakukan untuk mengukur kadar emisi dari gas buang mesin mobil dan motor. Ada beberapa item yang menjadi parameter dalam uji emisi, yakni kadar karbondioksida (CO2), Hidrokarbon (HC), dan Hartridge Smoke Unit (HSU).

Adapun acuan nilai uji emisi telah diatur dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2008 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor. Adapun aturannya sebagai berikut :

adv

Meskipun penerapan peraturannya masih di tunda, namun tidak ada salahnya jika kita mulai mempersiapkan kendaraan kita agar lolos uji emisi. Emisi berkaitan dengan kebersihan di ruang bakar mesin. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan agar mobil bisa lolos uji emisi. Berikut ulasannya.

1. Servis Mesin Secara Berkala

Hal yang paling dasar dan wajib dilakukan para pemilik kendaraan, yaitu servis secara berkala. Salah satu bagian yang harus diperiksa adalah bagian mesin.

Proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dengan udara rutin menghasilkan residu di ruang bakar. Jika mesin jarang dibersihkan, residu pembakaran bakal menumpuk sehingga kadar emisi bakal meningkat.

2. Cek Kondisi Filter Udara

Filter udara merupakan garda terdepan untuk mencegah kotoran masuk ke ruang bakar mesin. Jika filter udara sudah kotor atau saringan tak rapat, udara yang masuk bakal bercampur kotoran sehingga mengganggu proses pembakaran. Selain itu, kotoran yang masuk juga akan mengendap dan memengaruhi nilai emisi gas buang.

3. Periksa Kinerja Busi dan Fuel Injector

Pada mobil bensin, busi memegang peranan vital dalam proses pembakaran. Percikan api dari busi akan memantik BBM yang masuk agar terjadi pembakaran. Jika kondisi busi tidak optimal, BBM tidak terbakar sempurna dan meninggalkan kerak di ruang bakar yang memicu peningkatan kadar emisi.

Sementara itu, pada mobil diesel, fuel injector mesti dijaga kebersihannya agar semburan solar tak tersendat hingga menghasilkan kerak di mesin.

4. Pakai Bahan Bakar Sesuai Standar

Rekomendasi bahan bakar dari pabrikan telah disesuaikan dengan spesifikasi mesin, seperti tingkat kompresi. Penggunaan bahan bakar dengan oktan lebih rendah dari anjuran pabrik membuat pembakaran tak berlangsung sempurna.

Akibatnya, terjadi masalah mesin ngelitik sampai piston jebol. Selain itu, kadar emisi yang dihasilkan dari BBM oktan rendah akan lebih tinggi.

5. Pastikan Knalpot Tak Bermasalah

Knalpot mobil memiliki perangkat catalytic converter yang berfungsi menyaring gas beracun menjadi udara bersih sebelum dilepas ke udara. Mengingat perannya yang vital, maka penting untuk memeriksa kondisi catalytic converter maupun knalpot secara keseluruhan. Pastikan tidak ada kebocoran di knalpot, karena itu juga akan mempengaruhi hasil uji emisi.

Itu dia beberapa hal yang mesti dilakukan pemilik kendaraan berusia di atas tiga tahun agar kendaraan bisa lulus uji emisi. Jangan sampai karena malas merawat, mobil tak bisa diperpanjang masa berlaku STNK-nya. Selain itu, langkah-langkah perawatan di atas juga penting dilakukan untuk membuat mesin mobil menjadi lebih awet.

Di sisi lain, bagi Anda yang kendaraan nya mulai sering bermasalah, mengganti mobil lama dengan yang baru bisa menjadi pilihan. Dengan membeli mobil baru, Anda terbebas dari syarat uji emisi untuk 3 tahun kedepan.

Untuk membeli mobil baru, Anda bisa memanfaatkan program dan promo yang diberikan oleh pihak dealer maupun perusahaan pembiayaan. Seperti promo yang diberikan oleh BCA Finance saat ini.

adv

Di akhir tahun 2021, BCA Finance menawarkan bunga ringan hanya 2,99% untuk tenor 3 tahun. Selain itu, bagi konsumen yang membutuhkan Uang Muka/DP rendah. terdapat Paket Special DP 10%. Dengan Paket Special DP 10% ini, konsumen dapat membawa mobil idaman hanya dengan membayar DP atau uang muka ringan sebesar kurang lebih 10% dari harga kendaraan.

Sebagai informasi, Bunga Ringan dan Paket DP 10% ini berlaku untuk mobil baru berjenis mobil penumpang. Jadi tunggu apa lagi? Segera pilih dan langsung beli mobil barunya dengan menggunakan BCA Finance. (adv/adv)