120 Pakar Akan Bicara Masa Depan Migas RI di Konvensi Ini

Advertorial - detikNews
Jumat, 26 Nov 2021 00:00 WIB
adv skkmigas
Foto: Shutterstock
Jakarta - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan menyelenggarakan The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas (IOG) 2021. Dalam kegiatan ini, tokoh-tokoh berpengaruh industri migas lokal dan global akan berbagi insight menarik seputar isu-isu strategis di industri hulu minyak dan gas.

Adapun sederet tokoh dan ahli berskala nasional dan internasional dari berbagai institusi yang akan hadir dalam kegiatan ini meliputi James Thomas (PwC), Nicke Widyawati (Pertamina), Rina Rudd (Husky Energy), Gordon Ballard (The International Association of Oil & Gas Producers), Yuzaini bin Md Yusof (Petronas), Diego Portoghese (Eni), Ronald Gunawan (Medco), Doddy Abdassah (Institut Teknologi Bandung), dan lain sebagainya.

Selain itu, konvensi ini akan menghadirkan narasumber dari perwakilan pemerintahan yang terdiri dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto.

Diketahui, konvensi minyak dan gas terbesar di Tanah Air ini berlangsung secara hybrid di Bali selama 3 (tiga) hari dari 29 November hingga 1 Desember 2021. Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan investasi, menciptakan inovasi, dan membangun kolaborasi.

Di tahun ke-2 penyelenggaraannya, konvensi IOG akan memaparkan sejumlah upaya dari pemerintah dalam mendukung industri minyak dan gas, termasuk pemberian stimulus yang telah dilakukan.

Ketua Organizing Committee The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021, Luky Agung Yusgiantoro mengungkap IOG 2021 merupakan sebuah konvensi internasional yang menjadi wadah diskusi seluruh pemangku kepentingan di industri minyak dan gas Indonesia.

"Untuk meningkatkan kolaborasi dalam memajukan industri minyak dan gas, konvensi ini terbuka untuk umum dan mengundang seluruh pihak, seperti institusi pemerintahan, investor, mahasiswa, dan masyarakat luas dalam dan luar negeri. Diadakan secara hybrid selama 3 (tiga) hari, konvensi ini juga dapat disaksikan secara virtual dan gratis oleh masyarakat luas," ujar Luky dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11/2021)

Lebih lanjut, Luky menjabarkan serangkaian agenda dalam konvensi IOG 2021. Mulai dari Panel Talk, Economic and Financial Forum, Health & Wellness Forum, Indonesia Oil 7 Gas Auditor Forum, Forum Low Carbon Initiatives, Information Technology Forum, Exploration & Production Forum, Drilling & Workover Forum, Supply Chain Management Forum, CEO Forum, dan masih banyak lagi.

Menurutnya, konvensi ini mengangkat lima topik diskusi pada agenda Panel Talk, antara lain.

- Net Zero in Upstream Oil and Gas

- Collaboration to Achieve 1 Million BOPD and 12 BSCFD Gas in 2030

- Boosting Investment into Upstream Oil & Gas Indonesia

- Reshaping Paths to 1 MMBOPD and 12 BSCFD Gas in 2030

- Working Area Bid Mechanisms and Open Area Potentials in Indonesia.

Selain itu, akan ada delapan sesi keynote yang mengangkat tema seputar energy transition, zero emission, program pemerintah, dan strategi untuk menuju 1 juta BOPD dan 12 miliar (BSCFD) pada tahun 2030.

"SKK Migas mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dan bergabung secara virtual dan berdiskusi membahas masa depan industri minyak dan gas Indonesia. Bagi yang tertarik dapat melakukan pendaftaran melalui official website IOG 2021 https://www.iogconvention.com," pungkasnya.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengikuti konvensi migas terbesar di Indonesia dan mendapat banyak insight menarik dari tokoh dan ahli, Anda bisa segera mendaftarkan diri dengan klik di sini. (adv/adv)