Efek Stunting Jangka Panjang: Bisa Pengaruhi Perkembangan Otak Anak

Advertorial - detikNews
Jumat, 12 Nov 2021 00:00 WIB
adv bkkbn
Foto: Shutterstock
Jakarta - Angka prevalensi di Indonesia masih berada di titik yang cukup mencemaskan, yaitu 27.67%. Angka tersebut masih berada di atas angka yang ditoleransi oleh WHO, yaitu 20%.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menemukan 1 dari 3 baduta dan balita di Indonesia menderita stunting.

Survei yang dilakukan Kominfo pada tahun 2019 juga menemukan kalau ada lebih dari 40% masyarakat Indonesia yang masih memiliki pemahaman yang kurang tentang stunting. Survei tersebut juga mendapati kalau ada lebih dari 50% masyarakat yang tidak pernah menerima sosialisasi stunting.

Dilansir dari halaman resmi WHO, stunting yang tidak dideteksi sejak dini akan memberikan dampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Dalam jangka pendek, stunting akan mempengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, dan fisik.

Sedangkan dalam jangka panjang, stunting beresiko menurunkan kekebalan tubuh, memicu munculnya penyakit metabolik, resiko terpapar penyakit jantung dan pembuluh darah, serta menurunkan kemampuan perkembangan kognitif otak anak.

Untungnya, stunting dapat dicegah apabila orang tua mengenali indikator-indikator yang dapat menyebabkan stunting pada si buah hati.

Untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan terhadap stunting, BKKBN bersama detikcom menggelar webinar dengan tajuk #IndonesiaCegahStunting yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 17 November 2021 mulai dari pukul 09.00 sampai dengan 10.00 WIB.

Acara tersebut akan menghadirkan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, artis dan Anggota Komisi IX DPR RI Krisdayanti, dan Executive Director dari 1.000 Days Fund Zack Petersen sebagai pembicara.

Webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting, tidak hanya sekadar definisi tapi juga indikator, dampak jangka panjang, dan cara pencegahannya. Adapun target utama dari webinar ini adalah ibu hamil, ibu menyusui, remaja putri, calon pengantin minimal tiga bulan sebelum menikah, dan pasangan usia subur dengan anak balita.

Anda bisa berpartisipasi dalam webinar dengan cara mengisi data diri lewat link berikut ini. Selain mendapat pengetahuan tentang stunting, Anda juga akan mendapatkan e-certificate dan kesempatan untuk memenangkan voucher belanja atau e-wallet senilai Rp 500.000 yang akan diberikan kepada 5 orang penanya terpilih.

Jangan lupa tonton webinar #IndonesiaCegahStunting di sini! (adv/adv)