Kemendikbud Ristek Puji UK Maranatha Sukses Kelola Hibah PKKM Rp 1 M

Advertorial - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 00:00 WIB
adv ukmaranatha
Foto: dok. UK Maranatha
Jakarta - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI menyelenggarakan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) dengan anggaran mencapai Rp 415 miliar. Kegiatan ini dalam rangka mendukung implementasi kebijakan Kampus Merdeka untuk mendorong transformasi di bidang pendidikan tinggi.

Diketahui PKKM merupakan program kompetisi terbuka bagi seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memenuhi syarat. Terdapat 3 kategori perguruan tinggi yang dapat mengajukan proposal, yaitu Liga I untuk perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa aktif lebih dari 18 ribu orang dan minimal terakreditasi B atau baik sekali, Liga II untuk perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa aktif antara 5.001 sampai 18 ribu orang dan minimal terakreditasi baik sekali, dan Liga III untuk perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa aktif antara seribu hingga lima ribu orang.

Usai diseleksi, terpilih 142 perguruan tinggi yang berhak mendapatkan dana hibah PKKM tahun 2021. Salah satunya adalah Universitas Kristen Maranatha (UK Maranatha). Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Ristek, Paristiyanti Nurwardani memuji keberhasilan UK Maranatha dalam melaksanakan PKKM. Menurutnya UK Maranatha bisa menjadi contoh perguruan tinggi dalam menyelenggarakan PKKM, sebagaimana yang diamanatkan Mendikbud Ristek.

Diungkapkan Paris, dengan dana hibah PKKM sekitar Rp 1 miliar, UK Maranatha sukses menyelenggarakan program yang melibatkan lebih dari 1.300 mahasiswa dan didampingi oleh orang-orang industri. Selain itu program tersebut juga bekerja sama dengan lebih dari 100 institusi dan menjalankan lima dari delapan Indikator Kinerja Utama (IKU).

"Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan PKKM dengan transparan, efektif, efisien, output dan outcome-nya terlihat. Pelaksanaan program PKKM betul-betul dapat dijalankan dengan sangat baik," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset, Dr. Se Tin, S.E., M.Si., Ak. menjelaskan keberhasilan Maranatha dalam PKKM ini tidak lepas dari misi transformasi UK Maranatha dari universitas berbasis pengajaran (teaching-based university) menjadi universitas pengajaran berbasis penelitian (research-based university). Dia menyebut hibah PKKM yang berhasil dimenangkan sangat mendukung implementasi program MBKM (Merdeka Belajar - Kampus Merdeka) di UK Maranatha.

42 Program Memenuhi 5 IKU

adv ukmaranathaFoto: dok. UK Maranatha

Hibah PKKM Universitas Kristen Maranatha digunakan untuk mengakselerasi 5 IKU, yaitu IKU 2: Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, IKU 3: Dosen berkegiatan di luar kampus, IKU 5: Hasil kerja dosen digunakan masyarakat dan mendapat rekognisi internasional, IKU 6: Program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, dan IKU 7: Kelas yang kolaboratif dan partisipatif.

Total kegiatan yang diselenggarakan mencapai 42 program yang diikuti oleh 1.356 mahasiswa, 96 dosen, 72 mitra dalam dan luar negeri dengan melibatkan 4 desa binaan dan masyarakat mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD) hingga lansia. Adapun beberapa program PPKM yang diunggulkan antara lain: 1) Redesain Science Center Puspa Iptek (Sundial) Kota Baru Parahyangan yang bekerja sama dengan Indigo, Sembilan Matahari, dan Kota Baru Parahyangan, 2) Intervarsity International Design Competition 2021 bekerja sama dengan Universiti Sains Malaysia dan Universitas Ciputra, 3) Pembuatan masterplan Eduwisata Lebah dan Bunga Matahari area Kelompok Usaha Bersama di sekitar Kota Baru Parahyangan dengan melibatkan masyarakat Bojongsoang, Cikande, dan Kertajaya, dan 4) Desain Revitalisasi Kampung Jamblang sebagai Destinasi Wisata Cagar Budaya Tionghoa di Kabupaten Cirebon yang bekerja sama dengan Guangxi Arts University dan Guangxi University for Nationalities.

adv ukmaranathaFoto: dok. UK Maranatha

Ada pula program Maranatha Entrepreneurship Day (MED) 3.0 yang diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dengan turut menghadirkan pembicara nasional Andy F. Noya dan Merry Riana yang mengupas soal sociopreneurship. (adv/adv)