Bersama Pengusaha RI, Sido Muncul Bantu Warga Terdampak Pandemi

Advertorial - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 00:00 WIB
adv sidomuncul
Foto: Dok. Yayasan Buddha Tzu Chi
Jakarta - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (Tbk) ikut berdonasi bersama Pengusaha Peduli NKRI, Yayasan Buddha Tzu, dan KADIN Indonesia untuk warga terdampak COVID-19. Sido Muncul memberikan bantuan berupa beras.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan pada Jumat (23/7/2021) di Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia oleh para pimpinan perusahaan kepada Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid.

Sido Muncul ikut berpartisipasi dalam gerakan solidaritas, yang diinisiasi oleh CEO Sinar Mas Gandi Sulistiyanto tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan masyarakat, terutama mereka yang terdampak kebijakan PPKM Darurat.

Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menyambut baik ajakan untuk membantu masyarakat di masa PPKM Darurat. Menurutnya, kenaikan angka COVID-19 merupakan hal yang mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, perlu gotong royong dari berbagai pihak untuk saling membantu meringankan beban.

"Saat PPKM ini memang banyak masyarakat yg terdampak dan sangat membutuhkan bantuan. Semoga pandemi ini segera berlalu," ungkap Irwan.

Irwan menambahkan Sido Muncul menaruh perhatian besar terhadap upaya penanganan pandemi COVID-19 di Tanah Air. Hal itu direalisasikan melalui penyaluran bantuan kepada warga terdampak pandemi secara ekonomi maupun tenaga kesehatan.

"Kepedulian kami dalam menghadapi pandemi telah kami lakukan sejak tahun lalu, dimana kami telah memberikan bantuan berupa APD, uang tunai, paket sembako, nasi bungkus, dan produk-produk Sido Muncul yang kami serahkan melalui Rumah Sakit, PERSI, PMI, Kitabisa.com, Benihbaik.com,dan berbagai lembaga bantuan/instansi lainnya. Dana yang kami keluarkan tahun lalu sebesar Lima Belas MilIar Rupiah," papar Irwan.

Tahun ini, lanjut Irwan, Sido Muncul juga telah menyalurkan bantuan untuk para korban bencana alam yang terjadi di Majene dan Mamuju Sulawesi Barat serta Flores NTT. Bantuan juga diberikan untuk awak kapal KRI Nanggala 402 yang tenggelam di laut utara Bali, serta beberapa kegiatan CSR lainnya. Total dana yang telah dikeluarkan untuk menyalurkan bantuan selama tahun 2021 mencapai Rp 7 miliar.

Adapun perusahan yang tergabung dalam memberikan bantuan ini adalah Sinarmas, Agung Sedayu Group, Astra International, Djarum Group, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Barito Pacific Tbk, PT Intisumber Bajasakti, First Resources Ltd, PT HM Sampoerna Tbk, Panin Group, Triputra Group, KPN Corp, Gan Konsulindo dan PT Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk, dan PT industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk .

adv sidomunculFoto: Dok. Yayasan Buddha Tzu Chi

Dalam gerakan tersebut, Pengusaha Peduli NKRI membagikan sekitar 35.000 ton beras bagi 7 juta kepala keluarga di Jawa dan Bali, kosentrator oksigen, aktivasi sentra vaksin, serta penyaluran obat-obatan yang masih sulit diperoleh pasien COVID-19. Sulistiyanto berharap nilai donasi akan meningkat sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang akan terbantu.

"Donasi ini masih dengan tujuan yang sama seperti saat inisiatif Pengusaha Peduli NKRI bermula Maret tahun lalu, yakni solidaritas dan kepedulian kalangan usaha atas masyarakat yang terdampak pandemi, memperkuat apa yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia," kata Gandi.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid mengapresiasi solidaritas para pelaku usaha yang tetap menunjukkan kepedulian di masa yang sulit.

"Di mana solidaritas berikut kepedulian kepada sesama tetap terpelihara meskipun sektor usaha juga tengah berupaya bertahan dari imbas pandemic," ungkap Arsjad.

Pembina Yayasan Buddha Tzu Chi Cabang Sinar Mas yang juga Ketua Umum Eka Tjipta Foundation, Hong Tjhin menerangkan penyaluran bantuan akan melibatkan para relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di berbagai wilayah, dengan dukungan aparat TNI-Polri.

"Bantuan beras adalah kelanjutan dari penyaluran yang berlangsung sejak Perayaan Imlek Nasional bulan Februari silam hingga kini. Karena pandemi harus dihadapi dengan kesatuan hati dan kebersamaan semua pihak," kata Hong Tjhin. (adv/adv)