Kalap Makan saat Lebaran? Cegah Penyakit Kolesterol dengan 3 Cara Ini

Advertorial - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 00:00 WIB
adv
Ilustrasi makanan berkolesterol saat Lebaran (Foto: Shutterstock)
Jakarta - Opor ayam, gulai, semur daging, rendang, ketupat, sambal goreng kentang, segala macam kue, dan sirup tampaknya menjadi daftar hidangan yang tak boleh terlewatkan saat Lebaran nanti. Daftar menu itu semakin enak apalagi jika dimakan bareng-bareng bersama keluarga di rumah.

Namun, di balik makanan itu, ada lemak dan kolesterol yang mengancam kesehatan. Kadang masyarakat suka kalap memakan semuanya saat melihat sederet menu tersebut sudah tersaji di meja makan maupun meja ruang tamu.

Dilansir dari WebMD, ada 3 tips agar kamu tetap dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh setelah makan hidangan enak saat Lebaran.

Aktif Bergerak

Momen libur Lebaran memang jadi saat yang pas untuk bersantai-santai. Namun, perlu diingat menjaga tubuh tetap aktif bergerak dan berolahraga juga penting. Jangan sampai kekenyangan justru membuat sulit bergerak. Sebab jika tidak, lemak dalam tubuh dari menu Lebaran akan terus tertimbun dan tidak terbakar.

Mulailah dengan olahraga ringan seperti jalan kaki selama 10-15 menit, dilanjutkan dengan jogging dan olahraga lain yang disukai. Lakukan secara rutin dan tentunya jaga pola makan. Niscaya akan terbebas dari penyakit kolesterol.

Konsumsi Makanan Tinggi Serat

Boleh saja makan makanan berlemak saat Lebaran, tetapi harus diimbangi dengan makanan yang kaya serat seperti buah, sayur dan kacang-kacangan. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan makanan berserat 5 hingga 10 gram lebih banyak setiap hari akan mengalami penurunan kolesterol jahat (LDL).

Kemudian makan lebih banyak serat juga membuat merasa kenyang, sehingga dapat menekan nafsu makan. Meski bagus untuk tubuh, tetap konsumsi dengan kadar yang normal dan tidak berlebihan, ya!

Hindari Menjadi Perokok Pasif

Berkumpul bareng keluarga seringkali membuat kita berada dalam lingkaran para perokok, meski kita sendiri bukan perokok. Dampak bahaya merokok memang sudah tidak perlu diingatkan karena sudah pada paham.

Hanya saja untuk masalah perokok pasif masih harus sering diingatkan. Sebab terpapar asap rokok setiap harinya meski secara pasif ternyata bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh lho.

Selain itu, kamu bisa meminum suplemen hemaviton Cardio untuk membantu mengurangi kolesterol dalam darah. Apalagi hemaviton Cardio merupakan suplemen pertama di Indonesia dengan Phytosterol 500 mg sebagai kandungan utama. Phytosterol adalah kandungan yang dapat melakukan pencegahan dini sebelum kolesterol masuk ke dalam darah.

adv

Foto: hemaviton Cardio

Sebagai informasi, kolesterol masuk ke dalam tubuh bersamaan dengan makanan yang kita makan. Pada saat berada di dalam saluran pencernaan, kolesterol akan diserap oleh usus dan masuk ke dalam darah. Jika kolesterol yang masuk ke dalam darah berlebihan, maka dapat menumpuk di pembuluh darah sehingga mengakibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah koroner di jantung.

Phytosterol yang ada dalam hemaviton Cardio bekerja bersamaan dengan proses penyerapan makanan sehingga dapat melakukan pencegahan dini sebelum kolesterol masuk ke dalam darah. Phytosterol akan menggantikan kolesterol yang diserap oleh saluran cerna sehingga kolesterol yang masuk ke dalam tubuh akan terdorong dan dikeluarkan melalui feses/kotoran.

Dengan mengkonsumsi hemaviton Cardio secara teratur maka kolesterol dalam darah khususnya kolesterol total dan kolesterol LDL akan menurun.

Selain menurunkan kadar kolesterol, hemaviton Cardio juga dapat membantu memelihara kesehatan tubuh karena diperkaya dengan suplementasi vitamin dan mineral antioksidan seperti Betacarotene, Vitamin C, Vitamin E, Niacin (Vitamin B3), Zinc, & Selenium yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

hemaviton yang sudah tersertifikasi halal ini tersedia dalam dua kemasan, yaitu strip (isi 10 butir) dengan HET Rp 20.000 dan botol isi (30 butir) seharga Rp 55.000. hemaviton Cardio juga mudah ditemukan di minimarket, apotek terdekat, hingga e-commerce pilihan seperti Tokopedia & Blibli. (adv/adv)