Dear Milenial, Begini Tips Jaga Kesehatan Jantung dengan Cara Alami

Advertorial - detikNews
Selasa, 29 Sep 2020 00:00 WIB
adv acticor
Foto: dok. detikcom
Jakarta - Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Badan Litbangkes Kemenkes RI menyebutkan prevalensi yang sudah terdiagnosa penyakit jantung di seluruh Indonesia yaitu 1,5%. Itu berarti setiap 1.000 penduduk Indonesia ada 15 orang yang sudah terdiagnosa penyakit jantung.

Hal itu dituturkan oleh Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Esti Nurjadin dalam acara Gerakan Jantung Sehat bertajuk 'Jaga Kolesterol di Usia Muda dengan Cara yang Alami'. Esti menambahkan data Riskesdas 2013 hingga 2018 memang menyebutkan masyarakat Indonesia yang terdiagnosa penyakit jantung masih didominasi oleh usia 55 tahun ke atas.

"Tapi angka yang di bawah usia 45 tahun itu ada kenaikan yang cukup signifikan. Itu jadi tanda bahwa generasi yang lebih muda itu sudah rentan terhadap penyakit jantung. Dan kita membuat kesimpulan bahwa penyakit jantung itu sudah bukan penyakitnya manula lagi, tapi sudah jadi tren di generasi yang lebih muda," kata Esti, Minggu (27/9/2020).

Dalam acara tersebut, Esti mengatakan ada banyak faktor yang bisa menyebabkan penyakit jantung, mulai dari usia, genetik, hingga gaya hidup yang tidak sehat. Faktor usia dan genetik adalah sesuatu yang tidak bisa diubah, tapi gaya hidup bisa diubah.

"Masih banyak yang belum aware bahwa penyakit jantung koroner itu bisa dihindari, karena penyakit jantung koroner itu sebenarnya penyakit lifestyle. Jadi bisa dihindari dengan lifestyle yang sehat," ucapnya.

Sedangkan kini milenial memang sangat dekat dan rentan akan gaya hidup yang tidak sehat. Contohnya seperti sering makan fast food, bubble tea, merokok, vape, alkohol dan stres yang terlalu tinggi. Semua hal itu bisa mempengaruhi kesehatan jantung.

Sementara itu, dalam acara yang sama, Dokter, presenter, sekaligus relawan COVID-19 dr. Vito Damay mengatakan kolesterol jahat atau bisa disebut sebagai LDL yang menumpuk di dalam dinding arteri merupakan salah satu penyebab utama terjadinya penyakit jantung koroner.

"Jadi memang LDL yang tinggi menjadi faktor utama penyakit jantung, dan ini yang tidak disadari oleh orang usia muda. Di usia muda pun bisa memiliki kolesterol tinggi karena gaya hidup yang tidak sehat," ungkapnya.

Nah, dari pemaparan dr. Vito tersebut dapat disimpulkan penyakit jantung koroner juga bisa dicegah sejak dini. Sehingga para milenial seharusnya sudah mulai peduli akan kesehatan jantung mereka. Seperti tema acara 'Love Your Heart is Not That Hard', menjaga jantung itu tidak sulit dilakukan, kok. Berikut tips menjaga kesehatan jantung secara alami yang bisa Anda lakukan.

Medical Check Up Rutin

Seringkali orang tidak mengecek kondisi kesehatannya karena merasa baik-baik saja. Padahal, dr. VIto mengatakan medical checkup itu memang seharusnya dilakukan ketika masih sehat, bukan setelah terasa sakit baru periksa. Dengan mengetahui kondisi kolesterol dan jantung sejak dini, maka orang tersebut bisa melakukan hal-hal pencegahan dan mengurangi risiko terjadinya serangan jantung.

Kelola Stres

Stres juga menjadi faktor yang memperparah kondisi penyakit jantung. Milenial memang saat ini menjadi generasi yang rentan stres terutama karena masalah pekerjaan dan tekanan kehidupan yang sedang banyak-banyaknya. dr. Vito mengatakan stres tidak dapat dihindari, tapi bisa dikelola. Selama ini, banyak orang yang mengatasi stres dengan melakukan perilaku berisiko tinggi terhadap penyakit jantung seperti merokok, alkohol, atau makan berlebihan. Padahal, stres juga bisa dikelola dengan cara berolahraga.

Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Selain medical checkup, mengelola stres dan berolahraga, mengatur asupan makanan yang bergizi juga penting untuk dilakukan. Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Cindiawaty Pudjiadi mengatakan makanan seperti goreng-gorengan, minuman yang banyak mengandung gula dan tinggi kalori bisa membuat berat badan naik sehingga risiko penyakit jantung juga ikut naik. Ia menyarankan untuk lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah yang kaya serat serta mempertimbangkan asupan lemak dalam tubuh.

Ketiga cara tersebut merupakan cara yang sangat mudah untuk dilakukan untuk mengurangi risiko kolesterol dan penyakit jantung. Nah, ada juga satu cara lagi yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan kolesterol yaitu dengan mengonsumsi Nestlé ACTICOR dua kali sehari setelah makan.

Corporate Nutritionist PT Nestlé Indonesia Eka Herdiana memaparkan kadar kolesterol dalam tubuh harus memiliki kadar yang pas tidak berlebihan. Kadar kolesterol baik (HDL) minimal 60 mg/dL, kadar kolesterol jahat tidak boleh lebih dari 100 mg/dL, Trigliserida tidak boleh lebih dari 150 mg/dL, dan kolesterol total tidak boleh lebih dari 200 mg/dL.

Nestlé ACTICOR merupakan minuman susu rendah lemak yang mengandung Beta Glucan dan Inulin. Kandungan Beta Glucan dan Inulin telah teruji klinis mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) yang merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Nestlé ACTICOR juga terbuat dari bahan alami dan rasanya pun sangat enak. Ada 4 varian rasa, antara lain avocado, chocolate, green-tea latte, dan banana. Nestlé ACTICOR baik dikonsumsi oleh orang dewasa yang peduli akan kesehatan tubuh. Untuk hasil yang lebih optimal, dianjurkan untuk mengonsumsi Nestlé ACTICOR 2x sehari setelah makan.

Acara Gerakan Jantung Sehat bertajuk 'Jaga Kolesterol di Usia Muda dengan Cara yang Alami' merupakan acara yang diadakan oleh detikcom bersama Nestlé ACTICOR dan Yayasan Jantung Indonesia. Acara ini diadakan dalam rangka memperingati World Heart Day 2020 pada 29 September mendatang. (adv/adv)