Ekspor ke Arab, Bos Sido Muncul Harap Masyarakat Percaya Produk Lokal

Advertorial - detikNews
Rabu, 12 Agu 2020 00:00 WIB
adv sidomuncul
Foto: dok Sido Muncul
Jakarta - Sido Muncul melakukan ekspor perdana Tolak Angin sejumlah 1 kontainer berukuran 20 ft ke Arab Saudi pada Senin (10/8). Nantinya, produk Tolak Angin ini akan didistribusikan oleh distributor setempat secara merata di seluruh mainstream market yang ada di Arab Saudi.

Keberhasilan ini tak terlepas dari keputusan Sido Muncul dalam menaati peraturan pemerintah dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ekspor perdana ke Arab Saudi juga menjadi bukti obat herbal asli Indonesia bisa diterima di negara lain.

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat mensyukuri ekspor perdana ini karena menurutnya Arab Saudi merupakan negara yang memiliki persyaratan ketat untuk mengimpor produk obat-obatan dari luar negeri. Ia pun berharap agar masyarakat Indonesia semakin mempercayai produknya sendiri.

"Harapan saya yang pertama masyarakat kita harus percaya pada produknya sendiri. Orang di Arab Saudi saja percaya, mau jadi distributor, kalau nggak percaya kan nggak mau jadi distributor," ujar Irwan di Jakarta saat menyaksikan peresmian ekspor yang dilakukan secara virtual dari Pabrik Sido Muncul, Ungaran, Semarang, Jawa Tengah.

Irwan menjelaskan jika ingin mengekspor obat-obatan ke Arab Saudi, bila tidak ada bukti ilmiahnya maka tidak akan bisa. Selain itu, sebagai perusahaan publik, Irwan juga menegaskan pihaknya taat aturan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, BPOM, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan taat membayar pajak.

"Setiap kali kami mengirim, kami punya CoA (Certificate of Analysis), jadi bebas logam berat, bebas pestisida, bebas pupuk, bebas aflatoksin, dan bebas dari barang yang haram," paparnya.

Sido MunculSido Muncul Foto: dok Sido Muncul

Irwan menuturkan yang paling penting pada masa pandemi ini adalah meningkatkan daya tahan tubuh, sel T, dan Tolak Angin terbukti meningkatkan sel T meskipun tidak secara spesifik untuk COVID-19, melainkan sel T secara umum.

"(Tolak Angin) lain dengan vaksin. Kalau vaksin yang Oxford itu kan katanya meningkatkan antibodi, limfosit T, protektif terhadap virus. Kalau obat stimulan seperti Tolak Angin (meningkatkan daya tahan tubuh) secara umum. Tidak spesifik terhadap COVID-19," tegasnya.

Tolak Angin sendiri telah melakukan uji khasiat atau uji manfaat pada tahun 2007 oleh Lembaga Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro di bawah pimpinan Prof. dr. Edi Dharmana, M.Sc. Ph.D.Sp. Hasilnya, minum Tolak Angin 2 sachet sehari terbukti meningkatkan sel T secara umum yang merupakan indikator daya tahan tubuh, baik orang yang sehat maupun yang sakit.

Selain itu, Tolak Angin juga telah melakukan uji toksisitas bekerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yang dipimpin Apt Ipang Djunarko, M.Sc. Hasilnya, Tolak Angin terbukti aman dikonsumsi selama 232 bulan asal sesuai dengan dosis yang ditentukan.

(adv/adv)