Wajib Tahu! Ini Kesalahan yang Harus Dihindari saat Online Banking

Advertorial - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 00:00 WIB
adv cimb
Foto: shutterstock
Jakarta - Di masa new normal ini banyak orang yang mulai menggunakan smartphone untuk melakukan transaksi perbankan, seperti berbelanja di e-commerce, transfer uang, hingga membayar tagihan bulanan. Masyarakat pun digandrungi dengan tren online banking yang menawarkan berbagai macam kemudahan tanpa harus keluar rumah.

Namun seiring dengan tren yang meningkat, masih banyak masyarakat yang melakukan beberapa kesalahan yang merugikan mereka. Dilansir dari laman nerdwallet, beberapa kesalahan berikut ini sering dilakukan oleh banyak orang yang baru memulai online banking atau mobile banking.

Menggunakan Password atau PIN Sama di Semua Akun

Beberapa orang suka menggunakan password atau pin yang sama untuk seluruh akun dunia maya mereka. Hal itu sangatlah berbahaya, karena jika satu akun diretas oleh orang lain, maka informasi pribadi akan tersebar bahkan bisa diperjualbelikan. Contohnya saja beberapa waktu lalu banyak akun dari e-commerce yang dijual setelah database tempat belanja online tersebut diretas.

Oleh karena itu, agar akun lebih aman ada baiknya menggunakan password atau pin dengan kombinasi angka, huruf, dan simbol. Anda juga bisa mencoba aplikasi mobile banking resmi yang mempunyai fitur keamanan tambahan seperti fingerprint saat login.

Membagikan Data Pribadi Sembarangan

Membagikan data pribadi di situs atau aplikasi secara sembarangan dapat sangat merugikan. Terlebih banyak kasus penipuan saat ini, yang menggunakan data pribadi untuk 'menyamar' sebagai orang yang datanya telah dicuri.

Untuk menghindari data yang dicuri ini, sebaiknya jangan memasukkan data sensitif seperti alamat rumah, nomor telepon, atau nama ibu kandung di situs-situs yang tidak dipercaya. Berhati-hati juga saat mengklik iklan, maupun link pada e-mail yang masuk.

Tidak Meng-update Nomor Telepon

Banyak masyarakat yang mempunyai lebih dari satu nomor telepon. Biasanya mereka pun sering lupa bahwa nomor telepon tersebut digunakan untuk transaksi mobile banking. Hal ini menjadi kesalahan umum yang berpotensi merugikan karena kode penting seperti kode OTP (one time password) bisa dikirimkan ke nomor tersebut.

Jika digunakan orang lain, maka transaksi secara online bisa dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab tersebut. Oleh karena itu, saat nomor ponsel hilang atau tidak digunakan dan sebelumnya sudah terdaftar untuk mobile banking, lebih baik segera laporkan kepada pihak terkait untuk meng-update nomor lama tersebut ke nomor baru milik Anda.

Nah, agar pengalaman perbankan digital Anda menjadi lebih baik dan terhindar dari kesalahan-kesalahan tersebut, Anda bisa mencoba layanan e-channel dari CIMB Niaga yaitu OCTO Mobile.

adv cimbFoto: dok. CIMB Niaga

OCTO Mobile menghadirkan transaksi perbankan dari genggaman yang lebih aman dengan fitur keamanan untuk login menggunakan sidik jari. Anda dapat mengakses aplikasi dengan lebih praktis tanpa harus memasukkan User ID dan Passcode dengan fitur tersebut. OCTO Mobile juga menghadirkan transaksi QR Code untuk membayarkan belanjaan di merchant dan online store (e-commerce) dengan #LebihSehat&Aman. QR OCTO Mobile pun sudah tergabung dan mengikuti standardisasi dari QRIS.

Anda juga dapat memenuhi segala kebutuhan finansial dengan OCTO Mobile mulai dari transfer dana dengan bebas biaya administrasi ke berbagai bank dalam dan luar negeri, bayar tagihan listrik, air, telepon, internet, top up saldo ke hampir semua e-wallet dan e-money, serta membayar pajak kendaraan bermotor tanpa perlu antre di kantor Samsat. Anda pun bisa dengan mudah mengubah transaksi kartu kredit menjadi cicilan 0% untuk 3 bulan di dalam satu aplikasi.

Ingin mendapatkan semua kemudahan transaksi online dalam genggaman Anda? Segera unduh aplikasi OCTO Mobile di App Store, Play Store, dan AppGallery. Bila belum menjadi nasabah dari CIMB Niaga, Anda bisa langsung membuka tabungan 'ON Account' di OCTO Mobile dan berkesempatan untuk mendapatkan bonus hingga Rp 300 ribu hingga periode 30 September 2020! (adv/adv)