Angkatan Kerja Berkualitas, Kunci Kebangkitan Ekonomi Pasca Corona

Advertorial - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 00:00 WIB
adv president
Foto: Dok. President University
Jakarta - Kombinasi pelatihan kerja dan materi akademis dalam perkuliahan dapat membentuk individu yang terampil, percaya diri, dan kreatif. Hal itu merupakan modal untuk dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan industri.

Dalam situasi kerapuhan ekonomi akibat dampak pandemi virus Corona, diperlukan model pendidikan untuk mencetak lulusan yang punya kemandirian ekonomi. Selepas menyudahi pendidikan di perkuliahan, setiap orang mesti dapat mengimplementasikan kemampuan di dunia kerja dan berdikari secara finansial tanpa membebani orang tua.

Menciptakan lulusan yang terampil dan mandiri secara ekonomi merupakan salah satu tujuan dibuatnya President University di Kawasan Industri Jababeka. S.D. Darmono, salah satu pendiri dan penggagas President University dan Kawasan Industri Jababeka menjelaskan latar belakang berdirinya kedua institusi tersebut.

Pada tahun 1989, S.D. Darmono membentuk konsorsium 21 pengusaha sukses dari berbagai bidang industri yang sepakat mendirikan kawasan industri dengan konsep World Class industrial Estate. Pembangunan itu bertujuan mendukung program pemerintah untuk mampu bersaing dengan Singapura, Thailand dan Malaysia dalam mendatangkan Foreign Direct Investment (FDI) perusahaan-perusahaan manufaktur dari Jepang, Taiwan, Korea Selatan , Eropa Barat dan AS. Kala itu pasar ASEAN menjadi tujuan investasi negara-negara tersebut karena sedang tumbuh pesat ekonominya.

ASEAN dengan 500 juta penduduknya saat itu dipilih negara-negara maju untuk merelokasi pabrik-pabriknya sebagai basis ekspor sekaligus pasar masa depan, karena memiliki memiliki tenaga kerja murah, berbeda dengan ongkos tenaga kerja di negara mereka yang mahal dan sulit diatur.

adv presidentS.D. Darmono Founder President University Foto: Dok. President University

Jawa Barat dan Banten sebagai daerah penyangga Jakarta memiliki kota-kota satelit seperti Bogor, Tangerang, dan Bekasi yang siap dibentuk menjadi kawasan industri karena telah telah terintegrasi dengan jalan tol ke Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Bandara Soekarno-Hatta. Wilayah tersebut juga memiliki kesediaan tenaga listrik PLN yang memadai, air dari Jatiluhur yang berlimpah, pasokan gas dan sarana telekomunikasi yang memadai.

Keberhasilan Jababeka di awal tahun 90'an membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera memberikan ijin bagi 18 pengembang kawasan industri lain di sepanjang tol Cikampek mengikuti jejak Jababeka.

Tahun 1994, Jababeka mulai merintis dibangunnya Gerbang Teknologi Cikarang bersama Ascendas-anak perusahaan Jurong Town Corp, Singapura-sebagai cikal bakal tumbuhnya President University. Kawasan Industri Jababeka Cikarang yang dewasa ini dihuni lebih dari 2000 perusahaan multi nasional dari 30 negara dan ratusan ribu keluarga kelas menengah, puluhan sekolah dasar dan sekolah menengah, perlahan tapi pasti bertransformasi menjadi kota modern dengan hunian kelas menengah, lengkap dengan lapangan golf, pusat perbelanjaan,tempat hiburan, hotel-hotel berbintang, rumah sakit, asrama-asrama mahasiswa , service apartments, sarana olah raga, stadion olahraga seluas 25 hektar.

Keberadaan kawasan industri menyerap tenaga kerja untuk menggerakkan aktivitas perekonomian. Tapi, tidak sembarang orang yang bisa bekerja di industri berskala besar. Dibutuhkan tenaga kerja yang andal sesuai kebutuhan perusahaan.

Guna memenuhi kebutuhan angkatan kerja berkualitas, perlu dibangun pusat pendidikan formal yang terintegrasi dengan kawasan industri. Meskipun sudah banyak universitas yang mencetak sarjana, lulusannya kebanyakan tidak menguasai bahasa Inggris dan belum pernah bekerja atau magang di perusahaan-perusahaan besar. Kondisi tersebut yang hendak dientaskan oleh universitas yang ada di kawasan industri.

Kawasan industri lantas menjelma menjadi pusat pendidikan yang memberikan pelatihan kerja praktik, melatih lulusan SMA/SMK, Politeknik, dan Universitas untuk membentuk sikap disiplin, bertanggung jawab, berintegritas, cekatan, percaya diri, komunikatif (pandai berbahasa asing), dan selalu terus tekun menambah ilmu mengikuti perkembangan teknologi.

adv presidentFoto: Dok. President University

Yayasan Pendidikan Universitas Presiden hadir sebagai solusi untuk mencetak angkatan kerja berkualitas dan mandiri secara ekonomi. Universitas yang didirikan di tahun 2000 pasca krisis keuangan negara di tahun 1998 ini, menjadi pusat pendidikan bertaraf internasional dengan mendatangakan dosen dan mahasiswa asing guna memenuhi standar pendidikan internasional untuk masyarakat Indonesia yang sedang bertransformasi menjadi global citizen.

Melalui penerapan sistem subsidi silang, President University membantu mahasiswa, baik yang mampu maupun yang tidak mampu untuk mengenyam pendidikan sebagai bekal masa depannya. Mahasiswa yang mampu membiayai yang tidak mampu namun ulet dan mempunyai daya juang yang besar. Hal itu membentuk persahabatan dan persudaraan, serta partnership dalam usaha tanpa membedakan suku, ras, dan agama.

Para mahasiswa President University memiliki privilege untuk langsung magang di perusahaan raksasa, seperti Unilever, Samsung, Toyota yang memiliki fasilitas produksi di Bekasi sampai Karawang. Menjadikan mereka lebih siap untuk terjun ke industri setelah menyelesaikan pendidikan.

Sementara itu, di tengah Pandemi COVID-19, President University memberikan kesempatan untuk masyarakat di berbagai daerah menikmati pendidikan kelas dunia sambil bekerja secara gratis di President Community College atau Akademi Komunitas Presiden (AKP). AKP memberikan kesempatan kepada lulusan SMA/SMK yang tidak mampu untuk memperoleh pembinaan karakter selama tiga bulan di kampus, dilanjutkan magang di perusahaan-perusahan yang ada di kawasan industri.

Tersedianya lulusan perguruan tinggi yang terampil bekerja dan berusaha akan mendukung pertumbuhan dan kebangkitan ekonomi Indonesia pasca pandemi vius Corona seperti kebangkitan ekonomi pasca krisis 1998.

Pendidikan economic survival di perguruan tinggi diperlukan untuk mencetak manusia-manusia unggul dan menjadi bangsa pemenang dimasa depan. Pandemi virus Corona juga memberikan pelajaran bagi semua orang untuk lebih berbagi kepada saudara sesama manusia yang tidak selalu dilahirkan dengan fasilitas yang sama. (adv/adv)