Sederet Upaya Pemkot Surabaya Cegah Penyebaran Virus Corona

Advertorial - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2020 00:00 WIB
adv
Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan berbagai langkah antisipasi pencegahan penularan virus Covid-19. Sejak akhir Januari 2020 saat pandemi corona mulai meluas, Pemkot Surabaya aktif melakukan sosialiasi mengenai pencegahan virus corona di sejumlah tempat, mulai dari pasar, posyandu, puskesmas, fasilitas publik, instansi pemerintahan maupun swasta, mal, sekolah dan tempat-tempat ibadah.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan sosialisasi tersebutmengajarkan masyarakat cara berperilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya dengancuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir. Cuci tangan merupakan langkah efektif yang mampu mencegah penyebaran virus ini.

"Kita lebih baik mencegah, dan saya berharap warga Surabaya mengikutinya. Ini penting, salah satunya untuk menjaga sistem imun kita," kata Risma dalam keterangan tertulis.

Untuk mendukung pola hidup sehat dan bersih, Pemkot Surabaya juga membagikan hand sanitizer gratis dan membangun ratusan wastafel di berbagai titik agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk cuci tangan. Hingga saat ini, terdapat 405 wastafel yang dipasang di sekolah, pasar, taman hingga tempat umum lainnya. Jumlah tersebut, akan terus ditambah sesuai dengan kebutuhan.

Menurut Risma, upaya tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan dan juga media masyarakat untuk selalu mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah melakukan berbagai aktivitas.

"Fasilitas cuci tangan terus saya genjot, termasuk hand sanitizer kami siapkan dimana-mana," katanya.

Sederet Upaya Pemkot Surabaya Cegah Penyebaran Virus Corona

Foto: Dok. Pemkot Surabaya

Selain itu, dalam menanggapi perkembangan kasusinfeksi virus Covid-19 di Indonesia yang terus menigkat,Pemkot Surabaya memutuskan untuk meniadakan sementara kegiatan Car Free Day (CFD) di semua titik Kota Surabaya hingga pemberitahuan lebih lanjut mulai Minggu (15/3/2020). Pemkot juga melakukan penutupan Perpustakaan Balai Pemuda, koridor co-working space, dan museum-museum di Kota Surabaya.Selain itu, Pemkot Surabaya mengeluarkan kebijakan belajar di rumah bagi siswa PAUD, TK, SD dan SMP di Surabaya.

Sementara itu, warga Surabaya diimbau agar memanfaatkan berbagai layanan publik milik Pemkot Surabaya yang bisa diakses secara online. Selain menghemat biaya dan waktu tempuh dari rumah menuju lokasi pengurusan, langkah ini juga dapat meminimalisir kontak untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sebagai bentuk dukungan dalam menangani virus Covid-19, Pemkot Surabaya menyumbangkan masker dan APD (Alat Pelindung Diri) kepada Rumah Sakit Unair (RSUA). Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap rumah sakit yang ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan virus Covid-19 di Jawa Timur tersebut.

Demi menjaga kemananan masyarakat dari pandemi virus corona, Pemkot Surabaya turut mengajak seluruh instansi dan stakeholder untuk terlibat bersama-sama dalam upaya pencegahan Covid-19 ini. Sebab, Risma menilai, Covid-19 ini sudah menjadi permasalahan bersama. Karena itu, ia meminta kepada seluruh stakeholder untuk membuat protokol pencegahan Covid-19 di area mereka masing-masing.

"Sehingga diharapkan pencegahannya bisa lebih efektif," kata Risma.

Sederet Upaya Pemkot Surabaya Cegah Penyebaran Virus Corona

Foto: Dok. Pemkot Surabaya

Lebih lanjut,Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, Pemkot Surabaya melakukan penyemprotan disinfektan secara masif di berbagai titik Kota Pahlawan untuk mengurangi bahaya mikroorganisme dan mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami juga membagikan hand sanitizer gratis kepada masyarakat. Hand sanitizer ini merupakan produksi mandiri Dinkes sesuai standarisasi dari WHO," kata Feny sapaan akrabnya.

Sebagai upaya lanjutan dalam pencegahan penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China itu, pemkot mendirikan posko di lobby Balai Kota Surabaya. Posko ini berfungsi untuk mengkoordinir penyemprotan disinfektan ke berbagai titik di Kota Surabaya. Melalui posko ini, warga bisa mendapatkan informasi perihal mekanisme untuk dilakukan penyemprotan disinfektan di wilayah tempat tinggal.

Di samping itu, Pemkot Surabaya juga sudah membuat dapur umum sejak Rabu (18/03/2020). Di dapur umum ini, pemkot membuat minuman tradisional (pokak) dan merebus telur yang diyakini dapat meningkatkan imun tubuh. Selanjutnya, minuman pokak dan telur rebus itu dikirimkan ke warga-warga di Kota Surabaya.

Sederet Upaya Pemkot Surabaya Cegah Penyebaran Virus Corona

Foto: Dok. Pemkot Surabaya

Feny punmengimbau kepada seluruh warga Surabaya, agar memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan (faskes) terdekatjika mengalami gejala-gejala seperti batuk, demam, flu dan sesak nafas,. Menurutnya, hal ini sangat penting sebagai upaya deteksi dini untuk mencegah penularan virus corona.

"Silakan melakukan pemeriksaan ke faskes terdekat, jika mengalami gejala-gejala tersebut," ujarnya.

Feny menjelaskan, khusus bagi warga Surabaya yang kemudian dirujuk karena indikasi sebagai orang dalam pemantauan (ODP) yang mempunyai gejala infeksi Covid-19, maka biaya pemeriksaan tes swabselanjutnya di Rumah Sakit Unair (RSUA) akan ditanggung Pemkot Surabaya. Namun sebaliknya, jika pasien yang datang tidak mempunyai gejala dan ingin melakukan pemeriksaan mandiri di RSUA, maka biaya sepenuhnya ditanggung sendiri.

Selanjutnya, jelas Feny, bagi pasien yang dinyatakan PDP (pasien dalam pengawasan) atau didiagnosa positif COVID-19,biaya perawatan akan ditanggung oleh pemerintah pusat.

"Jika warga ingin konsultasi terkait penanganan dan pencegahan COVID-19, juga bisa ke puskesmas, agar tidak berbondong-bondong ke RSUA," saran Feny. (adv/adv)