HUT ke-42, BPJAMSOSTEK Gelar Relay Marathon & Raih Rekor Muri

Advertorial - detikNews
Selasa, 17 Des 2019 00:00 WIB
Foto: Dok. BPJAMSOSTEK
Jakarta - Sejak Minggu (15/12/2019) pukul empat dini hari, kawasan Epicentrum Kuningan Jakarta telah dipadati 5.000 pelari. Pantauan detikcom, para pelari yang turut meramaikan HUT ke-42 BPJAMSOSTEK tak hanya kalangan muda, tetapi juga orang tua, anak-anak hingga penyintas disabilitas.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengatakan event Relay Marathon Tahun 2019 ini merupakan cerminan jaminan sosial ketenagakerjaan Indonesia yang telah berkiprah selama 42 tahun di Indonesia. Dalam event kali ini, Agus mengungkapkan ada hal berbeda dari event marathon lainnya.

"Ada hal yang unik dari peserta kali ini adalah, bahwa kita juga menyelenggarakan lomba lari untuk saudara-saudara kita kaum difabel dengan menggunakan kursi roda. Mereka lari sejauh 4,2 kilometer," kata Agus kepada detikcom, Minggu (15/12/2019)

HUT ke-42, BPJAMSOSTEK Gelar Relay Marathon & Raih Rekor Muri

Dengan hadirnya peserta difabel ini, Agus mengatakan Relay Marathon ini memperoleh Rekor Muri untuk kategori peserta lomba lari difabel terbanyak di Indonesia.

"Yang berbeda dari marthon lainnya adalah kita memiliki kategori wheelchair untuk kaum difabel, dan kita telah memecahkan Rekor Muri sebagai lomba lari dengan jumlah pelari terbanyak dari kaum difabel," terangnya.

Seperti diketahui peserta dari kaum difabel yang turut hadir merupakan anggota komunitas-komunitas difabel seperti Nasional Paralimpic Komite yang bermarkas di Solo Jawa tengah dan juga komunitas Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) dari Bekasi.

HUT ke-42, BPJAMSOSTEK Gelar Relay Marathon & Raih Rekor Muri

Foto: Dok. BPJAMSOSTEK

"Mereka lari sejauh 4,2 kilometer. Kami betul-betul terharu dan sangat mengapresiasi atas semangat mereka yang tak kenal lelah dan tak menyerah, semua mereka menyelesaikan hinggga garis finish," ungkapnya.

24 peserta difabel yang masuk garis finis tercepat memperoleh apresiasi senilai Rp 1 juta. Baharudin, salah satu peserta difabel yang tergabung dalam wadah Nasional Paralimpic Komite pun berhasil menembus rekor waktu tempuh tercepat yaitu 13,71 menit.

"Tadi saya berhasil menyelesaikan jarak 4,2 kilometer dalam waktu 13,71 menit. Dan Alhamdulillah jadi yang palig pertama sampai di garis finish," kata Baharudin.

Ia pun mengungkapkan Relay Marathon tahun 2019 ini jadi salah satu momentum yang ia gunakan untuk melatih fisik dan uji daya tahan jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar pada September nanti.

Berdasarkan hasil perhitungan waktu yang dilakukan oleh race management, pada kategori Relay Marathon 42K juara 1 dimenangkan oleh grup yang terdiri dari Asmabara, Ardi Wirayuda, Agustina Mahardika, dan Westi Indah Sulistiawati. Sedangkan juara 2 diraih oleh grup yang beranggotakan Sutikno, Robby Dwi Kurniawan, Eva Yunita, dan Ambar Winarsih. Masing-masing grup berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp21 Juta, dan Rp17 Juta.

Selanjutnya untuk kategori 21K pria, juara 1 jatuh kepada Rikki Marthin Luther, juara 2 Hamdan Sayuti, juara 3 Betmen Manurung.

Sedangkan untuk 21K wanita juara 1 jatuh kepada Olivia Sadi, juara 2 Yulianti Utari, juara 3 Yanitasari Yanita.

Masing-masing pemenang tersebut berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp8 Juta, Rp7 Juta, dan Rp6 Juta.

Pada kategori 10K pria Zainal Aripin berhasil mencatatkan waktu tercepat, dan diikuti Saeful Rahman, dan Feri Indriantu untuk posisi 2 dan 3.

Untuk 10K wanita Delvita Lodia Bakun berhasil mengungguli dua rivalnya yaitu Indah Yuniarti dan Angel Tirubae Halawa. Seluruh pemenang kategori 10K tersebut mendapatkan hadiah uang tunai sebesar juara 1 Rp5 Juta, Juara 2 Rp4 Juta, Juara 3 Rp3 Juta.

Di kategori 4,2K Family, juara 1 berhasil direbut oleh keluaga Muhammad Soleeh, diikuti oleh keluarga Fazrul Huda, dan keluarga Yefta Beti untuk posisi 2 dan 3.

Seluruh juara pada 4,2K Family tersebut berhak membawa pulang hadiah Rp3 Juta, Rp2 Juta, dan Rp1 Juta.

Satu hal yang menarik pada kelas family kali ini adalah akan dipilih juga peserta dengan kostum yang terbaik, dan hasilnya Nova Meylina S yang berdandan ala wonder woman dan Muhammad Rohimin yang berpakaian seperti gatot kaca berhasil keluar menjadi juara dan mendapatkan hadih masing-masing Rp500 ribu.

Selain berlari dan memperebutkan hadiah ratusan juta rupiah, BPJAMSOSTEK melalui event relay marathon ini juga mengajak para peserta lomba untuk berdonasi.

Seluruh biaya registrasi yang telah terkumpul sebanyak Rp258 juta, secara resmi disumbangkan untuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). (adv/adv)