Hari Ibu, Trenggalek Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Advertorial - detikNews
Selasa, 10 Des 2019 00:00 WIB
Foto: adv trenggalekSeminar Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA)/Foto: Kab Trenggalek
Foto: adv trenggalekSeminar Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA)/Foto: Kab Trenggalek
Jakarta - Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) sekaligus Istri Bupati Trenggalek, Novita Hardini Mochamad mengajak perempuan di Trenggalek menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Apalagi perempuan menempati posisi sentral dalam keluarga.

"Kami mencoba membuat acara yang di mana isinya mengenai penguatan perempuan yang memegang posisi sentral, seperti kepala desa, camat dan yang lainnya, semuanya hadir di sini, kemudian juga para pengusaha yang ada di desa semuanya hadir, yang tujuannya untuk menjadi agen perubahan," katanya dalam keterangan tertulis.

Saat menjadi narasumber di seminar perempuan dalam peringatan Hari Ibu di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Senin (9/12), dia berharap para ibu bisa menjadi agen perubahan masyarakat dengan membantu para mentor Sepeda Keren untuk mengubah paradigma masyarakat di desa, khususnya untuk melihat peluang yang bisa dilakukan melalui peran perempuan.

Hari Ibu, Trenggalek Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Seminar Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA)/Foto: Kab Trenggalek

Dia juga mendorong Puspa berperan mengoptimalkan Dinas Sosial, visi misi kepala daerah, non government sehingga semua berkumpul menjadi satu untuk konsen terhadap pemberdayaan manusia.

Menurutnya, permasalahan di Trenggalek masih sama dengan daerah lainnya. Angka stunting masih tinggi, dan pernikahan dini masih banyak. "Masalah-masalah seperti ini perlu kita pecahkan bersama, tentunya dengan dukungan dari semua pihak," tandasnya.

Hari Ibu, Trenggalek Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan

Seminar Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA)/Foto: Kab Trenggalek

Menurut istri Bupati Trenggalek ini pernikahan dini merupakan pintu permasalahan dan udara bagi kemiskinan. Oleh karena itu, esensi pernikahan bukan perkara halal, di dalamnya harus ada cinta dan tanggung jawab yang mungkin belum matang pada usia-usia belia.

Banyak hal lainnya yang ingin coba dikupas oleh Novita maupun narasumber lain dalam kesempatan tersebut, yang tentunya tujuannya adalah penguatan peran perempuan sehingga keluarga bisa lebih berkualitas.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Direktur Women Crisis Center, Sri Wahyuni yang membahas mengenai peran perempuan dalam pembangunan, serta Herdina Indrijati yang menjelaskan terkait dengan parenting.

Bovi Villa aktivis KOMPAK yang menjadi moderator dalam kegiatan ini menyebutkan bahwasanya cita-cita Pemerintah Kabupaten Trenggalek adalah penguatan peran perempuan di tengah masyarakat, baik dalam perekonomian maupun pembangunan. Oleh karena itu, Kabupaten Trenggalek telah mendirikan rumah perempuan yang isi didalamnya ada Sepeda Keren dan Musrena Keren. (adv/adv)