Kaesang Ajak Mahasiswa President University Jadi Wirausaha Kreatif

Advertorial - detikNews
Selasa, 03 Des 2019 00:00 WIB
Foto dari kiri ke kanan : Kaesang Pangarep (Pembicara), Ibu Genoveva (Dosen President University), Michael Rino (Direktur Marketing President University, Geri Johansen (Mahasiswa President University).
Jakarta - Mahasiswa zaman sekarang sudah memiliki hasrat yang besar dalam berbisnis. Berbekal hobi dan budget seadanya, mereka berani memulai bisnisnya. Namun demikian, sayangnya tak sedikit dari mereka yang mengabaikan aspek kreativitas saat memulai. Padahal kreativitas merupakan kunci agar produk mereka mudah dikenal oleh konsumen dan bisa bersaing, serta laku di pasaran.

Melihat fenomena itu, President University tergerak untuk membantu para mahasiswa agar bisa menempuh jalan yang benar saat memulai bisnis. Melalui Faculty of Business, President University sukses menggelar konferensi entrepreneurship bertema Creative Digital Entrepreneurship (CDE) 2019 di President University Convention Center, Sabtu (30/12) lalu.

Geri Johansen, setelah berkonsultasi dan mendapat dukungan dari Michael Rino, Direktur Marketing, President University, mahasiswa President University jurusan Business Administration angkatan 2017, sekaligus Ketua Penyelenggara Digital Creative Entrepreneurship 2019, berharap konferensi ini mampu membuka mata mahasiswa dan anak muda dalam merintis bisnis yang mereka miliki hingga sukses.

"Saya melihat anak muda saat ini sedang sangat antusias dalam mengembangkan jiwa dan kemampuan entrepreneurship. Namun, terkadang anak-anak muda yang sedang bersemangat ini lupa akan aspek kreativitas dan digital dari entrepreneurship, padahal saat ini kita sudah memasuki era digital 4.0," katanya saat pembukaan acara, di President University Convention Center, Sabtu, 30 November 2019.

Kaesang Ajak Mahasiswa President University Jadi Wirausaha Kreatif

Kaesang Pangarep, Komisaris Utama PT. Harapan Bangsa Kita (HEBAT) yang membawahi beberapa brand bisnis kuliner, seperti Sang Pisang, Yang Ayam, Ternak Kopi, dan sekolah coding Enigma, mengamini hal tersebut.

Menurutnya, aspek kreativitas dan penggunaan teknologi digital ialah faktor penting yang membuat bisnis kulinernya bisa bertahan dan berkembang sampai saat ini. Kaesang menilai jika para Usaha Kecil Menengah (UKM) bisa memberi sentuhan kreatifitas pada produknya lalu memaksimalkan digital sebagai strategi pemasarannya, sangat mungkin bisnis mereka bisa berhasil.

Sebab banyak UKM di Indonesia yang belum memaksimalkan digital dalam pemasaran produknya, khususnya situs belanja online atau e-commerce. Total UKM Indonesia sudah 62 juta tapi yang memasarkan produk-nya ke e-commerce hanya 10 persen. Padahal pemasaran produk di e-commerce di zaman sekarang sangat penting.

"Kita harus mulai shift. Kalau kita selama ini fokus di offline, mulai sekarang memikirkan untuk jualan di online. Kita manfaatkan OVO, GoFood, Tokopedia, Bukalapak dan lain-lain," katanya di depan 500 lebih mahasiswa President University dan siswa-siswa di sekitar Kota Jababeka Cikarang.

Bagi mahasiswa yang masih sedang mencari ide bisnis, mereka bisa memulai dari apa yang mereka sukai. Alasannya, selain karena saat menjalaninya bakal senang, saat diterpa masalah tidak mudah menyerah. Kaesang sendiri mengaku memilih bisnis kuliner itu karena berawal hobinya yang suka makan.

"Saya buat Sang Pisang karena nama saya kan Kaesang, terus saya cari-cari bisnis apa yang belakangnya 'sang', eh adanya cuma pisang. Yaudah saya pilih pisang," seloroh putra bungsu Presiden Indonesia Joko Widodo ini.

Setelah tahu bisnis apa yang mau dijual, sebisa mungkin langsung praktekkan, bahkan sekalipun langsung gagal di awal. Karena kalau mau jadi pengusaha kuncinya jangan berhenti mencoba. " Pokoknya, coba aja dulu. Kalau gagal coba lagi. Sekarang sudah banyak perusahaan yang bantu modal," ungkapnya.

Adapun untuk menjadi Wirausahawan muda, kurikulum yang ada President University mendukung untuk menciptakan mahasiswa berjiwa entrepreneur. Di mana President University menyediakan inkubator bisnis, pendampingan mentor-mentor yang ahli dibidangnya dan pembiayaan untuk modal bisnis.

Tak sampai situ President University juga memberikan beasiswa, baik beasiswa parsial maupun beasiswa penuh. Karena President University percaya bahwa sangat mungkin seseorang bisa sukses berbisnis meski masih berstatus mahasiswa.

"Ada 4 jalur pendaftaran yang bisa diikuti untuk menjadi mahasiswa di President University, yaitu melalui Jalur Tes, Jalur Rapor, Jalur Prestasi, dan Jalur UTBK. Kamu bisa dapat beasiswa parsial sampai beasiswa full dari awal kuliah hingga lulus. Pendaftaran mahasiswa baru sudah dibuka sejak bulan Agustus yang lalu," ungkap Michael Rino, selaku Direktur Marketing President University.

Melihat support dari President University dan besarnya peluang bisnis di era digital, Kaesang sendiri yakin akan banyak Wirausahawan muda bermunculan di masa depan. Bahkan tak menutup kemungkinan lahir dari President University karena kesempatan masih terbuka lebar. Asal kreatif, baik produk dan pengemasan, pasti bisa sukses

"Di dunia 4.0 semua itu bisa terjadi. Sekarang kesempatan bagi anak anak muda, dan anak milenial sekarang kan mereka kreatif-kreatif. Saya mendorong lebih banyak lagi milenial yang terjun ke dunia usaha," terang Kaesang Pangarep.

Adapun President University adalah universitas dengan akreditasi 'A'. Universitas ini berlokasi di Kota Jababeka Cikarang, kota Industri terbesar di Asia Tenggara yang dikelilingi lebih dari 1,700 perusahaan nasional maupun multinasional dari 32 negara.

Dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, banyak mahasiswa asing yang kuliah di President University dan sekarang jumlah mahasiswa asing President University menjadi nomor 1 (satu) terbesar di Indonesia, yakni lebih dari 10 negara. (adv/adv)