Lewat Infrastruktur Listrik, PLN Dukung TNI Jaga Kedaulatan

Advertorial - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 00:00 WIB
Anggota TNI AD sedang meninjau wilayah perbatasan di Batam (Foto: 20detik/Gusti Ramadhan Alhaki)
Anggota TNI AD sedang meninjau wilayah perbatasan di Batam (Foto: 20detik/Gusti Ramadhan Alhaki)
Jakarta - Berada di lokasi yang berbatasan langsung dengan negara lain, Kepulauan Riau menjadi daerah yang strategis sekalipun rawan. Pasalnya, selain sebagai kawasan ekonomi, Kepulauan Riau juga menjadi jalur masuk orang maupun barang dari negara lain.

Untuk menjaga itu, Komandan Kodim 0316 Batam Letkol AD Harahap mengatakan pihaknya selalu melakukan penjagaan maupun pembinaan di wilayah yang masuk teritorialnya. Baik di pusat kota maupun pulau-pulau sekitar yang berpenghuni maupun tidak.

"Kita melakukan pembinaan agar masyarakat kita cinta Tanah Air. Babinsa di sana melaksanakan komunikasi sosial sehingga kita mendapat informasi di sana. Salah satu yang jadi perhatian kita adalah misalnya illegal fishing," ucap Harahap saat ditemui detikcom beberapa waktu lalu.

"Lalu masih maraknya penyelundupan, bisa juga jadi jalur terorisme, di situ lah peran kita, babinsa, koramil sehingga kita bisa dapatkan informasi yang aktual," imbuhnya.

Selain itu, kata Harahap, pihaknya juga siap menjalankan operasional jika mendapat arahan dan komando dari atasan serta bersinergi dengan berbagai instansi untuk kedaulatan wilayah Batam, termasuk PLN. Dia pun mengapresiasi hadirnya infrastruktur dari PLN yang turut berkontribusi untuk mendukung kerja TNI dalam menjaga Indonesia.

"Batam adalah kota besar dan yang sedang berkembang, sehingga membutuhkan infrastruktur, jalan, kelistrikan, dan sarana lainnya, kita membantu mempertahankan itu. Apabila sarana dan infrastruktur kita baik, termasuk di daerah terpencil, maka juga dapat mengundang investor," ucapnya.

Manager UP3 PLN Tanjung Pinang Suharno mengatakan rasio elektrifikasi di Kepulauan Riau (Kepri), termasuk Batam mencapai 87%. Pihaknya juga melayani sekitar 27 ribu pelanggan yang menggunakan jasa listrik PLN.

"Untuk TBK dan Kepri secara umum, sistem kami di sana berkapasitas hampir 30 MW, karena relatif memerlukan listrik yang begitu besar. Apalagi menjadi sorotan dunia luar karena berdekatan," ujar Suharno.

Ia juga mengatakan rencana ke depan, listrik PLN akan saling terhubung secara nasional yang menghubungkan Pulau Sumatera maupun pulau di sekitarnya. Menurutnya, kebutuhan listrik di daerah perbatasan ini vital karena mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan masyarakat.

"Harapannya, kami melayani dengan smart system, dengan pembangkit sendiri, kebanyakan PLTD. Suatu sistem yang kecil, kami bisa melayani tingkat keandalan yang tinggi kepada sistem yang ada," pungkasnya.

Detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia ditapalbatas.detik.com! (adv/adv)