Kokoh Berdiri, Tower Ini Jaga Komunikasi Warga Perbatasan

Advertorial - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 00:00 WIB
Tower telekomunikasi di Bukit Pongkar, Karimun (Foto: 20detik/Wirsad Hafiz)
Jakarta - Tower telekomunikasi menjadi objek vital sebagai sarana komunikasi. Apalagi jika tower tersebut berada di daerah perbatasan dengan negara lain yang jadi penghubung dengan pemerintah pusat.

Sebagai penjaga tower, Bambang (40) adalah orang yang menjadi bagian penting di komunikasi perbatasan ini. Dia bersama dua orang temannya ditempatkan di tower telekomunikasi yang berada di Bukit Pongkar, Karimun, Kepulauan Riau. Sebagai informasi, tower ini dipergunakan untuk jaringan sinyal handphone dan berada di ketinggian 274 MDPL.

"Jadi yang memakai tower ini itu ada dari BIN, Basarnas, Polda Kepri, TNI AD, dan juga Radio RRI. Sinyal kan kalau di tengah laut pasti hilang, makanya mereka lewat tower ini bisa pakai HT (handy talkie)," ujar Bambang saat ditemui detikcom beberapa waktu lalu.

Lewat tower ini, kata Bambang, berbagai instansi ini bisa melaporkan segala jenis kejadian yang ada di Karimun maupun sekitarnya sebagai kawasan perbatasan dengan Malaysia dan Singapura.

Menurut Bambang, tower ini sudah ada di Karimun sekitar sejak tahun 1988. Adapun ia menjadi penjaga site tower ini sejak tahun 2002. Awalnya, kata Bambang, tower ini menggunakan genset sebagai penyuplai energi listriknya.

Kokoh Berdiri, Tower Ini Jaga Komunikasi Warga Perbatasan

Bambang sudah bekerja sebagai penjaga site tower sejak tahun 2002 (Foto: detikcom/Rengga Sancaya)

"Dari 2002 sampai 2013 pakai genset karena belum ada jaringan listrik ke sana. Tahun 2013 baru full pakai listrik PLN. Sekarang genset hanya jadi cadangan misalnya lagi hujan banyak petir," ujar Bambang.

Bambang mengatakan tower ini menggunakan listrik berkapasitas 500 Ampere dengan 3 MCB. Menurutnya, dengan adanya PLN penggunaan energi listrik makin efektif dalam membangun jaringan di area Bukit Pongkar.

"Tower ini jadi area vital sebelum adanya fiber optik, kabel bawah laut yang sekarang langsung terhubung dekat kota Tanjung Balai Karimun. Soalnya kalau lewat udara, lewat tower ini, kadang tidak seluruh informasi tersampaikan," pungkas Bambang.

Sementara itu, Manager ULP PLN Tanjung Balai Karimun Chrisman Ariando S mengatakan siap berkoordinasi dengan semua stakeholder untuk menjaga keandalan listrik di Karimun dan sekitarnya. Termasuk menjaga objek vital seperti tower telekomunikasi yang ada di Bukit Pongkar.

Kokoh Berdiri, Tower Ini Jaga Komunikasi Warga Perbatasan

Awalnya memakai genset, kini operasional listrik tower disuplai secara penuh oleh PLN (Foto: detikcom/Rengga Sancaya)

Menurut Chrisman, saat ini listrik PLN di Karimun disuplai oleh dua pembangkit yang bahkan masih memiliki surplus daya.

"Harapannya, kita bisa terus menjaga keandalan listrik, jarang padam, salah satu yang terpenting. Kita juga berkomitmen melayani kelistrikan di Karimun walaupun daerah tertentu belum terjangkau. Kita harapkan sinergi semua pihak, stakeholder," pungkasnya.

Detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com! (adv/adv)