Stasiun Pengisian Listrik Umum PLN Nyalakan Rezeki PKL Karimun

Advertorial - detikNews
Jumat, 22 Nov 2019 00:00 WIB
Deretan Gerobak PKL di Taman Bunga, Karimun (Foto: detikcom/Rengga Sancaya)
Deretan Gerobak PKL di Taman Bunga, Karimun (Foto: detikcom/Rengga Sancaya)
Jakarta - Darwis (50) dan 18 pedagang kaki lima (PKL) lainnya sudah berjualan di Taman Bunga di pesisir dekat Pelabuhan Tanjung Balai Karimun (TBK) selama belasan tahun. Biasanya mereka menggelar lapak dagang sejak setelah asar serta berjualan hingga dini hari.

Sebelum adanya Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang disediakan PLN, para pedagang memanfaatkan genset dari pelabuhan sebagai satu-satunya sumber penerangan yang mendukung roda bisnis mereka.

Saat PLN menyediakan SPLU di Taman Bunga, para pedagang sepakat berbondong-bondong berpindah sumber energi dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan untuk mereka.

Dengan demikian, mereka dapat menekan biaya pengeluaran yang lebih rendah, para pedagang juga semakin kompak karena memiliki uang kas bersama yang digunakan untuk mengisi daya atau pulsa SPLU per bulannya.

Darwis mengatakan, sebelumnya biaya uang listrik saat memakai genset bisa mencapai Rp 80 ribu per bulannya. Kini ia cukup membayar uang kas Rp 10 ribu hingga 15 ribu per minggunya atau sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu per bulan untuk biaya listrik

"Saya buka, berjualan berdua dengan istri, dari jam 5 sampai jam 12. Biasanya per hari bisa dapat Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu dan bisa sampai Rp 1 juta," ujar Darwis.

Stasiun Pengisian Listrik Umum PLN Nyalakan Rezeki PKL Karimun

SPLU berkapasitas setara dengan 11 ribu kVA di Taman Bunga, Tanjung Balai Karimun (Foto: detikcom/Nurcholis Maarif)

Hal senada dirasakan pedagang lain, Faral Al-Fazri (23). Fazri mengaku sudah berjualan sate Padang di Taman Bunga kurang lebih 3 tahun dan baru merasakan kekompakan antarpedagang dua tahun belakangan.

"Usaha ini nerusin abang saya. Kekompakan baru dua tahun ini karena dulu biaya masing-masing (untuk uang listrik). Dulu numpang listrik dari Pelindo, terus ada bantuan dari PLN, baru menggunakan listrik bersama-sama," ujar bapak dari satu anak ini.

"Per gerobak, kalau tak pakai blender, per minggu (untuk biaya listrik) Rp 10 ribu. Menurut kekompakan, kita stabil, nggak begitu menekan, per bulan jadi Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu. Kalau biasanya (pas pakai genset) Rp 70 ribu," imbuhnya.

Fazri yang berjualan dari setelah asar hingga jam 1 malam ini menuturkan, kekompakan antarpedagang juga terjadi saat di antara mereka ada yang tertimpa musibah. Selain itu, Fazri bisa mengantongi Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per harinya serta bisa lebih saat awal bulan atau malam minggu.

"Ada uang kas untuk bayar listrik dari setiap gerobak. Sisanya disimpan, apabila ada pedagang yang sakit, diambil uang bersama untuk menjenguk misalnya," ujar Fazri.

Stasiun Pengisian Listrik Umum PLN Nyalakan Rezeki PKL KarimunTaman Bunga selalu ramai dan jadi destinasi kuliner warga Karimun (Foto: detikcom/Rengga Sancaya

Kuliner di Taman Bunga jadi salah satu titik pilihan warga Karimun untuk makan malam atau sekadar nongkrong. Untuk itu, Taman Bunga menjadi satu dari tiga titik yang dipilih ULP PLN Tanjung Balai Karimun (TBK) untuk disediakan SPLU.

Selain Taman Bunga, Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN TBK Chrisman Ariando S mengatakan dua titik SPLU lainnya berada di Kolong dan Batu Lipai. Masing-masing SPLU memiliki kapasitas setara dengan 11 ribu kVA.

Detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

(adv/adv)