Sambut Piala Dunia U-20, Surabaya Bangun Fasilitas Standar FIFA

Advertorial - detikNews
Jumat, 15 Nov 2019 00:00 WIB
(Foto: Stadion Gelora Bung Tomo/Dok. Pemkot Surabaya)
(Foto: Stadion Gelora Bung Tomo/Dok. Pemkot Surabaya)
Jakarta - Kota Surabaya terus mengibarkan namanya di kancah internasional. Pada 24 Oktober lalu FIFA secara resmi mengumumkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021. Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Surabaya berpeluang besar jadi salah satu tempat perhelatan skala internasioanal ini.

Menanggapi hal ini serangakaian persiapan dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Nantinya Piala Dunia U-20 bakal dikuti oleh 24 negara pada 20 Mei hingga 11 Juni 2021.

Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah, sepuluh stadion pun disodorkan yakni Gelora Bung Karno (Jakarta), Pakansari (Cibinong), Manahan (Solo), I Wayan Dipta (Gianyar), Mandala Krida (Yogyakarta), serta Gelora Sriwijaya (Palembang). Ada pula Wibawa Mukti (Bekasi), Patriot Candrabaga (Bekasi), dan Si Jalak Harupat (Bandung).

Dari kesepuluh nama stadion tersebut,hanya enam stadion yang akan terpilih sebagai tempat terselenggaranya Piala Dunia U-20. Pemkot Surabaya pun menyatakan siap untuk membangun stadion berkapasitas 60.000 penonton untuk memenui standar FIFA. Terpilihnya GBT sebagai salah satu area perhelatan akbar ini menjadi kebanggan tersendiri bagi warga Kota Surabaya.

Serangkaian persiapan jelang perhelatan olahraga bertaraf dunia ini bakal dilakukan sematang mungkin. Seperti membangun tiga lapangan pendukung baru sekaligus menyiapkan Gelora 10 November dan Stadion Karanggayam sebagai tempat latihan para atlet. Nantinya akan dipasang pula single seat di di GBT pada 2020.

Perbaikan pun dilakukan di beberapa area mulai dari papan skor hingga tampilan luar stadion. Penerangan juga akan ditambah yang awalnya hanya 1.400 lux, tahun depan menjadi 2.400 lux.

Persiapan lain yang juga tak kalah penting untuk diperhatian adalah soal rumput. Pemkot Surabaya akan menanam rumput sesuai standar FIFA dan membangun jacuzzi di ruang ganti pemain.

Akses menuju stadion yang selama ini kerap jadi kendala juga masuk dalam agenda pembangunan. Sejumlah akses baru nantinya akan disiapkan yakni dengan menyambungkan Jalan Lingkar Luar Barat (JLBB) dengan jembatan layang dari Tol Surabaya-Gresik menuju Terminal Teluk Lamong.

Sambut Piala Dunia U-20, Surabaya Bangun Fasilitas Standar FIFA

(Foto:Perbaikan Jalan/Dok. Pemkot Surabaya)

Kesempatan emas ini sejalan dengan komitmen Pekot Surabaya untuk mewujudkan mimpi anak-anak agar bisa menyaksikan perhelatan Pala dunia U-20 secara langsung. Hal ini menjadi suntikan semangat bagi mereka untuk terus menggenjot usaha agar semakin berprestasi di bidang olahraga.

Talenta-talenta muda yang menyaksikan pertandingan ini akan terinspirasi saat melihat aksi pemain profesional di Piala dunia U-20 nantinya. Tak hanya itu, dampak lain digelarnya perhelatan akbar skala dunia ini juga bakal dirasakan masyarakat secara ekonomi karena akan kedatangan banya warga asing ke area pertandingan Piala Dunia U-21.

Terpilihnya GBT di daftar bidding venue Piala Dunia U-20 melewati sejumlah proses panjang. pada 26 Agustus 2019, Asprov Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim bertemu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Pemkot Surabaya pun menulis surat dukungan yang dibawa PSSI ke FIFA sebagai salah satu syarat kesiapan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Setelah itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria kembali menemui Risma pada 10 Oktober 2019 untuk membahas syarat dari FIFA perihal infrastruktur lapangan dan kesiapan kota.

Seminggu kemudian laga uji coba timnas Indonesia U-19 melawan timnas China U-21 kembali dilakukan dalam rangka tes lapangan. PSSI pun menyatakan stadion telah memenuhi standar.

Pada 24 Oktober 2019 FIFA akhirnya mengumumkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2021 saat general meeting di Shanghai, China. (adv/adv)