27 Anak Penderita Celah Bibir dan Langit-langit Dapat Operasi Gratis

27 Anak Penderita Celah Bibir dan Langit-langit Dapat Operasi Gratis

Advertorial - detikNews
Minggu, 10 Nov 2019 00:00 WIB
27 Anak Penderita Celah Bibir dan Langit-langit Dapat Operasi Gratis
Sri Wahyuni dan Dr. Ratna Rosita (foto: dok. Angga Laraspati)
Jakarta -

Sebanyak 27 anak penderita celah bibir dan langit-langit mendapatkan bantuan berupa operasi gratis. Acara ini adalah bentuk bakti sosial dari PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul, Tbk bekerja sama dengan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 1979.

Bantuan operasi bibir sumbing di Rumah Sakit Sari Asih, Serang, Banten, ini sekaligus memperingati 40 tahun kelulusan dokter FKUI 1979. Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Manager Public Relations Sido Muncul Sri Wahyuni kepada Ketua Panitia Pelaksana Dr Ratna Rosita, MPHM.

Dr. Ratna Rosita mengatakan bahwa penderita celah mulut dan langit-langit ini adalah turunan dan dibawa sejak lahir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi 1 dari 5 anak beresiko terkena celah mulut dan langit-langit, hal ini bisa disebabkan karena pola hidup yang kurang baik dari si ibu yang mengonsumsi obat-obatan yang tidak baik bagi kandungannya," ujar Dr. Ratna saat ditemui di RS. Sari Asih, Serang, Sabtu (9/11/2019).

Penjaringan calon pasien telah dilakukan sejak dua bulan lalu. Dari 40 orang yang mendaftar kemudian dilakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Hasilnya sebanyak 27 pasien yang dinyatakan layak operasi. Para pasien berasal dari Serang, Tangerang, Pandeglang, Lebak, dan Cilegon.

Pasien yang mengikuti operasi gratis ini adalah mereka yang menderita celah pada bibir dan langit-langit (palatoplasty) serta bibir yang sumbing (Lanioplasty). Operasi palatoplasty telah dimulai sejak 7 November, sedangkan lanioplasty dimulai 9 hingga 10 November.

27 Anak Penderita Celah Bibir dan Langit-langit Dapat Operasi GratisFoto: dok. Angga Laraspati

Salah satu orang tua dari pasien bernama Selvi yang berumur 5 bulan, Jainah (47) mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas bakti sosial yang dilakukan oleh Sido Muncul. Ia pun rela menempuh perjalanan dari Rangkasbitung sampai ke RS Sari Asih di Serang.

"Saya bersyukur karena adanya acara ini, karena sekarang Selvi sudah tidak akan minder lagi ketika sudah dewasa nanti," kata Jainah

Dirinya juga mengatakan bahwa selama ini Selvi tidak bisa mengonsumsi ASI yang diberikannya karena menderita celah bibir.

"Jadi dia kalau minum ASI pasti keluar lagi dan lagi, makanya selama ini saya selalu ngasih susu," tutur Jainah.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan bahwa ini adalah pelaksanaan keempat dari Sido Muncul berupa operasi bibir sumbing.

"Bantuan Operasi Bibir Sumbing Gratis ini merupakan pelaksanaan keempat kalinya dari Sido Muncul. Sebelumnya, kami mengadakan kegiatan serupa di Kupang, Dolok Sanggul, dan Tarutung. Bantuan ini kami fokuskan bagi penderita yang berasal dari keluarga pra sejahtera. Kami berharap agar operasi berjalan lancar, pasien-pasien dapat kembali tersenyum, serta dapat meningkatkan kepercayaan diri untuk bersosialisasi," ujar Irwan.

Operasi ini sendiri melibatkan 10 dokter dari Persatuan Ahli Bedah Mulut Indonesia dan 3 ahli anestesi untuk membantu para anak yang menderita celah bibir dan langit-langit di Provinsi Banten.

Untuk informasi, jumlah penderita bibir sumbing di Indonesia masih tergolong tinggi dan menjadi permasalahan serius yang harus segera ditangani. Bahkan per tahunnya, jumlah penderita bibir sumbing di Indonesia mencapai 7.500 orang. Sedangkan Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi dengan jumlah penderita bibir sumbing tertinggi di Indonesia, yaitu 8,6% atau 6-9 per 1.000 penduduk. Angka ini terus meningkat setiap tahunnya, sehingga membutuhkan perhatian lebih dari berbagai kalangan.

(adv/adv)
Berita Terkait