Jalan Terang PLN Dukung Prajurit Perbatasan Kalimantan-Malaysia

Advertorial - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 00:00 WIB
Patroli Patok Gabungan TNI dan Askar Malaysia di Hutan Kalimantan Utara (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Patroli patok di perbatasan Long Midang, Krayan- Malaysia bukan hal yang mudah. Pasalnya Jumlah patok di kawasan Long Midang terdiri dari 417 patok. Perlu waktu 12 hingga 14 hari lamanya TNI untuk berpatroli patok.

Namun tugas berat itu memang harus dilakukan demi kedaulatan RI. Patroli patok itu dipimpin Letda Rival Ifriyanto yang masih berumur 26 tahun.

Selain patroli patok, dia juga melakukan sweeping hingga mencegah masuknya barang-barang ilegal dan terlarang ke wilayah Indonesia.

"Kami bertugas menjaga perbatasan di wilayah utara Indonesia dengan patroli patok, melakukan sweeping dan mencegah masuknya barang-barang ilegal ke Indonesia," kata Rival kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini rutin dilakukan guna mengecek patok-patok yang kerap kali bergeser. Faktornya bisa bermacam-macam mulai dari binatang buas hingga hujan lebat.

"Biasanya kendala patok bergeser itu suka hilang karena binatang buas atau hujan berhari-hari. Jadi menyebabkan patok itu bergeser atau hilang," tuturnya.

Sementara itu, Komandan SSK V Long Bawan Krayan Lettu Eko Budiyanto menuturkan untuk patok yang ada di Krayan secara keseluruhan jumlahnya ada 2.276 patok yang terbentang sepanjang 138,128 kilometer.

"Rata-rata letaknya ada di pegunungan pinggiran, kampung-kampung perbatasan," kata Eko.

Selain menjaga kedaulatan negara lewat penjagaan pos dan patok, TNI juga memiliki tugas teritorial yaitu menjalin hubungan dengan masyrakat bukan hanya untuk menanamkan rasa cinta Tanah Air tetapi juga berbaur dalam kegiatan sosial.

"TNI juga punya tugas teritorial, membantu dan menolong masyarakat. Misalnya pendidikan, beberapa anggota yang turun ke SD buat meningkatkan pendidikan," terangnya.

Para TNI dan Askar Malaysia Saat Hendak Berpatroli Patok di Long Midang (Foto: Pradita Utama)

Beruntungnya, PLN pun datang untuk mendukung tugas TNI dalam mengamankan perbatasan Tepat pada 17 Agustus 2019 lalu, PLN berhasil mengalirkan listrik di desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia, yakni Long Midang Krayan. Termasuk di dalamnya ada Pos Gabma TNI Long Midang.

Pos yang berbatasan langsung dengan Ba'Kelalan Malaysia ini bukan hanya dijaga oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) saja, melainkan juga Angkatan Tentara Malaysia (Askar).

Lebih lanjut Rival menuturkan kehadiran listrik di Pos Gabma Long Midang turut membantu tugas para prajurit dalam menjaga kedaulatan negara.

"Karena ini wilayah hutan, dulu keadaannya sangat gelap. Sangat membantu sekali diresmikannya aliran listrik masuk wilayah sini dan membantu tugas kami saat malam hari," kata Rival saat ditemui detikcom beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Pos Gabma Long Midang mendapatkan pasokan listrik dari 32 unit solar sell. Namun, penggunaan solar sell kerap terkendala cuaca.

"Kalau pakai solar sell, saat cuaca mendung harus hemat energi listrik," tuturnya.

Selain bermanfaat bagi kehidupan prajurit di pos, masuknya listrik juga memberikan dampak ekonomi di perbatasan Long Midang. Salah satunya adalah adanya kafe yang letaknya tepat di sebrang pos. Letda Rival mengaku senang, keberadaan kafe tersebut mampu mengobati rasa jenuh saat berada di pos.

Adapun, listrik di Long Midang Krayan dipasok dari PLTD Krayan Induk. Junior Operasi Pembangkit Unit Layanan Krayan Mochamad Fadel menuturkan khusus di Long Midang daya yang dapat digunakan oleh warga baru 2 ampere atau setara 450 watt.

"Khusus di Long Midang baru 2 ampere karena masuk wilayah 3T," kata Fadel dalam kesempatan terpisah.

Untuk kebutuhan listrik di pos, kata Fadel, memang disarankan untuk menggunakan daya sebesar 10 ampere atau 2.300 watt. Sebab, hal ini dihitung dari jumlah dan beban pemakaian di Pos Gabma yang memerlukan lebih banyak pasokan listrik.

detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

(adv/adv)