Air bersih pun sulit mereka dapatkan. Belum lagi, kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai sehingga sulit mengakses ke mana-mana. Pada akhirnya mengakibatkan kualitas kehidupan sosial, ekonomi hingga pendidikan yang terbilang masih sangat rendah. Karena itu, dalam kondisi ini mereka membutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak untuk mengatasi masalah tersebut.
Menurut Uskup Agats, Aloysius Murwito, banyak masyarakat Asmat saat ini membutuhkan pendampingan dan pemberdayaan dari berbagai pihak baik dari pemerintah, maupun seluruh komponen bangsa Indonesia. Hal ini untuk meningkatkan taraf hidupnya sehingga tidak tertinggal dan bisa mendapatkan kehidupan layak.
"Pada mutu pendidikan di daerah Asmat ini masih terbilang rendah, faktor penyebabnya antara lain masyarakat kami masih setengah tinggal tetap di kampung sehingga ini mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolah," ujar Aloysius di Panti Asuhan Vincentius Putra, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
"Selain itu anak-anak di sana sering dibawa orang tua pergi ke hutan untuk mencari makan. Ditambah semangat bakti dari sebagian guru juga lemah membuat kualitas pendidikan di sana harus perlu ditingkatkan agar bisa mengantarkan anak-anak Agats menjadi lebih cerdas," imbuhnya.
Karena itu, kata Aloysius, perlu sebuah kegiatan terpadu antara berbagai instansi pemerintah dengan instansi terkait maupun mitra-mitra lainnya, ini untuk membantu mendampingi mereka agar memiliki hidup sejahtera sesuai dengan adat timur Papua, yakni bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan juga bisa menjaga kesehatan.
"Karena di bidang kesehatan di sana masih banyak masyarakat itu menderita penyakit pernapasan, terus belum lama kemarin ditemukan juga penderita kusta, ini berkaitan dengan kurangnya pemberian gizi dan kondisi kebersihan kehidupan di sana yang masih belum," ucap Aloysius.
"Syukur bahwa ada dua kampung di Mumuka Atas dan Mumuku bawah yang terletak di pinggiran Kabupaten itu sudah banyak yang disembuhkan tetapi ternyata muncul juga di kampung-kampung lain," terangnya.
Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom |
Melihat realitas yang terjadi seperti ini, sebagai bentuk kepedulian Hotel Tentrem Jogja-Semarang menyerahkan bantuan untuk masyarakat Agats melalui Uskup Agats Mgr. Aloysius Murwito di Panti Asuhan Vincentius Putera, Jakarta Pusat. Sumbangan senilai Rp 200 juta diserahkan oleh Direktur Hotel Tentrem Mario Hidayat didampingi Direktur Utama Hotel Candi Baru (Hotel Tentrem) Irwan Hidayat.
"Saya sedih mendengar cerita dari Uskup Agats Aloysius Murwito mengenai kondisi masyarakat Agats saat ini. Ternyata di tengah kehidupan dunia modern, masih ada daerah yang masyarakatnya hidup sangat sederhana seperti di Agats ini," ujar Irwan.
"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Keuskupan Agats dalam melayani masyarakat di sana. Targetnya sudah sesuai, yaitu membantu masyarakat miskin di tempat yang tepat. Saya berharap suatu saat nanti, seluruh kerja keras dan pengorbanan Keuskupan Agats, romo, dan suster bisa membuahkan hasil baik," imbuhnya,
Irwan yang juga menjabat sebagai Direktur Sido Muncul mengungkapkan bantuan untuk masyarakat Agats ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, selain Hotel Tentrem, Sido Muncul juga turut memberikan bantuan dana sebesar Rp 250 juta yang disalurkan melalui Keuskupan Agung Jakarta.
"Dua hari lalu saya bertemu Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo di Gereja Kathedral Jakarta. Saat itu Sido Muncul menyumbang Rp 250 juta untuk masyarakat Agats. Hari ini yang menyumbang dari Hotel Tentrem, karena hotel ini juga merupakan milik keluarga Sido Muncul," katanya.
Foto: Alfi Kholisdinuka |
"Semakin banyak yang bantu kan semakin baik. Nanti seluruh dana akan dimanfaatkan untuk kebutuhan kesehatan, pendidikan dan pengembangan SDM sesuai arahan dari Keuskupan Agats. Saya pikir keuskupan yang lebih tahu uang ini akan dimanfaatkan untuk keperluan apa, karena mereka yang mengerti kondisi masyarakat di sana," tambah Irwan.
Irwan juga menyampaikan bahwa bantuan ini bukan terkait nominalnya. Terpenting adalah niat hati untuk membantu saudara-saudara di Agats Papua.
"Bantuan ini bukan mengenai jumlah yang disalurkan. Namun di balik itu, ada kepedulian terhadap sesama. Iba hati itu yang penting," jelas irwan.
Sementara itu, Direktur Hotel Tentrem Mario Hidayat mengungkapkan keprihatinannya, ternyata kondisi di wilayah sana berbeda jauh dengan kondisi di Jakarta yang semuanya hidup serba ada. Karena itu ia tergerak untuk membantu agar masyarakat di sana bisa membangun daerahnya dan sehingga terhindar dari berbagai penyakit.
"Semoga ini bisa bermanfaat dan membantu untuk pembangunan daerah di sana sesuai dengan program Pak Jokowi membangun Indonesia dari daerah terpencil khususnya bagian timur. Dan semoga kontribusi ini juga bisa menggugah teman-teman sekalian agar membantu turun tangan memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita di timur sana," tandasnya.
(adv/adv)












































Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Foto: Alfi Kholisdinuka