Mengenal Pulau Laut, Perbatasan RI yang Sudah Lepas dari Kegelapan

Advertorial - detikNews
Rabu, 30 Okt 2019 06:00 WIB
Pulau Laut (Foto: Mustiana Lestari)
Jakarta - Masihkah tergambar bahwa perbatasan itu selalu mempunyai potret yang suram? Perbatasan selalu lekat dengan segala kekurangan, seperti akses pendidikan, air bersih sampai penerangan sulit. Namun segala keterbatasan itu semua hanya wajah masa lalu Pulau Laut di Natuna, Kepri.

Perbatasan RI-Vietnam ini sudah lama berbenah setidaknya sejak 5 tahun belakangan. Kini Pulau Laut sudah begitu nyaman ditinggali dengan akses internet 4G pula. Memang untuk menuju ke sana diperlukan setidaknya 4 sampai 6 jam dengan perahu bergantung cuaca.

Di Pulau Laut, meski tidak banyak rumah mewah namun sebagian besar infrastruktur dan fasilitas telah dinikmati penduduk. Jalan yang mulus, penginapan memadai hingga listrik 24 jam.

"PLN dari pemerintah kecamatan mengucapkan terima kasih atas kiprah PLN pusat untuk menjangkau perbatasan seperti Pulau Laut. Sebelum PLN masuk, penduduk menggunakan diesel rata-rata rumah hampir punya. Kemudian diesel nggak difungsikan lagi karena adanya listrik desa yang dikelola perusahaan desa Kabupaten Natuna," kata Camat Pulau Laut Sudirman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Penerangan ini, menurut Sudirman, dimulai pada tahun 2016 dan diujicobakan di Desa Air Payang selama setahun. Setelah dinilai sukses, barulah PLN membangun jaringan dan PLTD sebanyak 3 unit. Kemudian listrik dinyalakan secara bertahap hingga akhirnya dinikmati selama 24 jam.

"Dengan adanya listrik tentu mendukung dari segi Hankam kami merasa ada kemudahan kapal di laut selama ini hanya mengandalkan mercusuar . Sekarang ada PLN, rumah penduduk kan nyala sehingga kapal dari laut tahu ada kehidupan," tandasnya.

Mengenal Pulau Laut, Perbatasan RI yang Sudah Lepas dari KegelapanCamat Pulau Laut Sudirman (Foto: Mustiana Lestari)

Lebih dari apapun, listrik bagi penduduk Pulau Laut yang 73% nelayan tentu membantu mengawetkan ikan melalui cold storage.

"Kalau dulu nangkap ikan banyak bingung mau dikemanakan sementara untuk es gak jual. Hari ini mereka punya freezer sendiri jadi gak ada ikan yang gak bisa dimanfaatkan apalagi hari ini semua ikan itu ada penampungnya dan menjualnya ke Selat Lampa. sangat meningkatkan betul pendapatan masyarakat Pulau Laut, khususnya nelayan. Apalagi didukung oleh SPBU BBM satu harga, terasa betul manfaatnya," tukasnya lagi.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti pun sepakat bahwa listrik mempunyai peranan potensial untuk mendukung ekonomi masyarakat sampai pertahanan keamanan.

"Makanya Bu Susi ke sana bilang harus cepat ada PLN harus ada sinyal karena itu adalah daerah perbatasan Alhamdulillah di-support PLN," tandasnya.

Dia mengaku pemerintah kabupaten tidak bisa sendirian untuk membangun perbatasan Pulau Laut dan Pulau Sekatung. Pemkab dikatakannya sudah memberikan berbagai fasilitas untuk perikanan, membangun dermaga, jalan dan sebagainya.

Sementara itu, Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan meski daya terpasang listrik yang disiapkan untuk melistriki pulau Sakatung sebesar 80 killo Watt namun sangat besar dampaknya untuk membantu pengamanan tapal batas negara.

"Saya optimis bahwa listrik yang disiapkan mampu memberikan cahaya penerangan di malam hari dan sekaligus digunakan untuk keperluan Satuan Tugas Pengamanan Pulau terdepan inilah wujud nyata PLN hadir untuk ikut berkontribusi dalam pengamanan tapal batas negara," tutupnya.

Detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

(adv/adv)