Resmi, Pamekasan Punya Pasar Batik Tulis Terbesar di Indonesia

Advertorial - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 00:00 WIB
Foto: Dok. Pemkab Pamekasan
Jakarta -

Kini masyarakat Jawa Timur berbangga memiliki pasar batik terbesar di Indonesia. Pasar batik tulis yang berlokasi di Pasar 17 Agustus di Jalan Pintu Gerbang, Pamekasan, dikukuhkan sebagai pasar batik tulis oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Wakil Bupati Pamekasan Raja'e mengungkapkan pengukuhan tersebut merupakan anugerah luar biasa. Ditetapkannya Pasar Batik Tulis Tradisional Pamekasan sebagai pasar batik tulis tradisional terbesar di Indonesia merupakan anugerah yang patut disyukuri.

"Terima kasih setinggi tingginya pada pengrajin batik se Indonesia yang telah memberikan penilaian secara objektif dan utuh pada pasar batik tulis tradisional Pamekasan, sehingga ditetapkan atau dipilih menjadi sebagai pasar batik tradisional terbesar di Indonesia," kata Raja'e dalam keterangan tertulis, Jumat (25/10/2019).

Raja'e mengatakan ada beberapa fasilitas di pasar batik tersebut yang perlu disempurnakan. Masukan tentang hal itu selama ini diperhatikan untuk benahi agar pasar ini dapat memberikan nuansa yang menarik bagi wisatawan. Batik tulis yang kita miliki, kata Raja'e telah menjadi kebanggaan dunia, bahkan Kazakhstan telah menjadikan batik tulis Pamekasan sebagai pakaian sehari-hari.

Pada tahun 2009, Raja'e mengatakan Pamekasan telah dikukuhkan sebagai kabupaten batik dan mendapat penghargaan MURI karena program membatik sepanjang 1500 meter. Sementara tahun 2019 ini Pamekasan kembali mendapat penghargaan dari MURI setelah berhasil membranding batik pada seluruh mobil dinas di Pemkab Pamekasan.

"Terima kasih kepada Dirjen IKM Kementerian Perindustrian RI, kami berharap support akan kami harapkan terus, utamanya dalam pembangunan infrastruktur pasar batik ini. Kami akan terus ikhtiar agar pasar batik ini menjadi ikon Pamekasan yang akan membawa Pamekasan menjadi daerah atau kabupaten hebat," tandasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur Arumi Dardak mengungkapkan selama ini orang Jatim tahu bahwa Pasar 17 Agustus sebagai pasar batik tulis tradisional terbesar di Indonesia, namun lupa untuk mengukuhkan dan mematenkan. Arumi berharap dengan pengukuhan ini akan meningkatkan optimisme dan semangat bagi para pengrajin sebagai ujung tombak pasar batik.

"Terima kasih pada semua yang terlibat dalam proses pembatikan mulai dari pengrajin dan para penjual kebutuhan proses pembatikan lainnya atas partisipasinya," kata Arumi.


Pasar 17 Agustus ini, kata Arumi, kini bukan hanya milik Pamekasan, namun juga kebanggaan Jatim. Dia mengajak semua elemen terkait untuk menjaga keindahan dan kebersihan pasar batik itu agar semua pengunjung betah dan senang.

"Mari kita jadikan pasar ini sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat." pungkasnya.

Pengukuhan Pasar 17 Agustus Pamekasan ini ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan tumpeng. Prasasti ditandatangani oleh Direktur Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia Ratna Utami Ningrum, sedangkan pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua Dekranasda Jatim Arumi Dardak dan diserahkan Kepada Nayla Badrut Tamam.

Penandatangan prasasti dan pemotongan tumpeng ini disaksikan oleh Wakil Bupati Pamekasan Raja'e bersama istri, Wakil Ketua Dekranasda Yogyakarta Ibu Pakualam dan sejumlah lembaga atau yayasan pencinta batik dari seluruh Indonesia. Juga sekitar 600 pengrajin batik se Pamekasan yang hadir dalam acara pengukuhan itu.



(adv/adv)