Husin (34 tahun) bekerja sebagai office boy di salah satu perusahaan swasta di Jakarta sudah lebih dari lima tahun. Pekerjaan yang ia geluti memaksanya untuk datang lebih pagi dan pulang lebih malam. Sehingga hari-harinya lebih banyak dihabiskan di kantor daripada bersama keluarga di rumah.
Pasalnya Husin pergi dan pulang ke kantor dengan menggunakan kendaraan umum berupa bus. Ia hanya sempat mengantar berangkat dua anaknya ke sekolah di pagi hari dan melihat mereka sudah tertidur saat sampai rumah di malam hari sehabis bekerja.
"Datangnya harus lebih pagi dan pulangnya lebih malam setelah karyawan sudah pada pulang. Karena itu sampai rumah sudah malam, anak-anak sudah pada tidur. Waktu saya lebih banyak di kantor daripada keluarga," ucap Husin memberikan testimoni.
"Kelebihan dari aplikasi ini caranya mudah ditambah prosesnya cepat jadi tidak perlu repot ke bank, semuanya sudah ada di aplikasi. Kini saya bisa pulang lebih cepat dan waktunya lebih banyak bersama keluarga. Bagi saya, adalah keluarga nomor satu," ucap Husin.
Mendapat Pinjol Tanpa Ribet dan Memberikan Ketenangan
Kondisi Husin merupakan salah satu cerita dari kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan tambahan uang guna meningkatkan kualitas hidupnya. Kehadiran teknologi digital seharusnya dapat memudahkan seseorang, termasuk dalam mendapatkan pinjaman online (pinjol).
Namun, masyarakat juga perlu berhati-hati saat ingin mengajukan pinjol dari aplikasi financial technology (fintech). Pasalnya kini banyak fintech ilegal yang berkembang di Indonesia. Alih-alih ingin meningkatkan kualitas hidup, masyarakat malah semakin tidak tenang saat tidak berhati-hati mendapatkan pinjol dan fintech bodong.
Aplikasi Pinang yang digunakan Husin bisa jadi rekomendasi. Pasalnya Pinang yang baru diluncurkan BRI Agro, salah satu anak usaha bank pelat merah atau BUMN, ini sudah terdaftar dan diawasi OJK. Selain memberikan keamanan karena sudah diawasi, waktu pencairan juga sangat singkat.
Dalam waktu kurang dari 15 menit, uang bisa langsung masuk ke rekening dan bisa digunakan. Plafon pinjaman yang disediakan juga cukup besar, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 20 juta, dengan tenor yang fleksibel 1 sampai 12 bulan.
Di samping itu, Pinang menawarkan bunga kredit yang sangat rendah yakni hanya 1,24%. Bahkan tanpa biaya admin dan biaya tambahan lain, yang tentunya makin menguntungkan masyarakat yang memerlukan pinjaman.
Saat ini layanan Pinang telah dinikmati oleh pekerja dan perusahaan yang memiliki payroll di BRI atau BRI Agro. Kabar baiknya, BRI Agro berkomitmen agar aplikasi dan layanan Pinang dapat segera dinikmati oleh masyarakat umum.











































