Transformasi digital membawa perubahan besar bagi pola hidup masyarakat, termasuk dalam hal mencari pembiayaan atau pinjaman uang. Di Indonesia, hal ini membuat pinjaman (lending) berbasis online makin menjamur dan memudahkan masyarakat.
Jika Anda membuka Play Store atau App Store yang ada di gawai Anda, ketik saja kata kunci 'pinjaman online' atau 'pinjol'. Anda akan menemukan ratusan aplikasi financial technology (fintech) yang menyediakan jasa peer to peer lending itu.
Sayangnya, kemudahan untuk memperoleh akses pinjaman itu tak berbanding lurus dengan jaminan keamanan. Jika tidak cermat dalam memilih, Anda bisa terjebak pada aplikasi pinjol abal-abal yang merepotkan sekaligus merugikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, ada sejumlah kiat yang bisa Anda ikuti agar tak gamang dan membuat hati tenang ketika sudah memutuskan atau memilih salah satu aplikasi pinjol.
Pertama, pilihlah aplikasi yang sudah terpercaya, atau minimal terdaftar oleh OJK. Hal ini penting karena oleh OJK, binsis fintech lending harus terlebih dahulu melalui uji kelayakan dan masuk tahap 'inkubasi'. Daftarnya bisa Anda lihat langsung di situs web ojk.go.id pada kanal direktori fintech.
Kedua, pastikan syarat dan ketentuan yang diberikan aplikasi tersebut tidak ribet. Jika dirasa merepotkan dan pencairannya berhari-hari, Anda bisa beralih ke aplikasi lainnya.
Ketiga, carilah aplikasi fintech yang berafiliasi dengan bisnis keuangan yang sudah mapan. Salah satunya yang diluncurkan oleh perbankan.
Anda bisa mengecek aplikasi Pinang (Pinjam Tenang) yang belum lama ini diluncurkan oleh BRI Agro, salah satu anak usaha Bank pelat merah atau BUMN. Bayangkan, masyarakat sudah bisa mengajukan pinjaman melalui gawai tanpa harus datang ke bank.
Selain telah terdaftar oleh OJK, kelebihan Pinang dibandingkan dengan aplikasi pinjol lainnya adalah kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan pinjaman untuk kebutuhan mendesak.
Waktu pencaiarannya juga sangat singkat. Dalam waktu kurang dari 15 menit, uang bisa langsung masuk ke rekening Anda dan bisa digunakan. Plafon pinjaman yang disediakan juga cukup besar, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 20 juta rupiah, dengan tenor yang fleksibel 1 sampai 12 bulan.
Di samping itu, Pinang menawarkan bunga kredit yang sangat rendah yakni hanya 1,24%. Bahkan tanpa biaya admin dan biaya tambahan lain, yang tentunya makin menguntungkan masyarakat yang memerlukan pinjaman.
Saat ini layanan Pinang telah dinikmati oleh pekerja dan perusahaan yang memiliki payroll di BRI atau BRI Agro. Kabar baiknya, BRI Agro berkomitmen agar aplikasi dan layanan Pinang dapat segera dinikmati oleh masyarakat umum.
Aplikasi Pinang diharapkan dapat menjadi produk digital lending pilihan masyarakat, di antara sekian banyak produk fintech lain karena keunggulan pada kecepatan pencairan, keamanan data konsumen, dan bebas dari biaya admin dan biaya tambahan lain. (adv/adv)











































