Djarum Foundation Hijaukan87 KM Ruas Tol Ngawi-Kertosono

Djarum Foundation Hijaukan87 KM Ruas Tol Ngawi-Kertosono

Advertorial - detikNews
Jumat, 16 Agu 2019 00:00 WIB
Djarum Foundation Hijaukan87 KM Ruas Tol Ngawi-Kertosono
Acara seremonial penanaman pohon trembesi ruas Tol Ngawi-Kertosono di Alun-alun Kabupaten Ngawi (Foto: dok. Bakti Lingkungan Djarum Foundation)
Jakarta -

Bakti Lingkungan Djarum Foundation terus berkomitmen menghijaukan lingkungan dan mengurangi dampak pemanasan global di berbagai daerah di Indonesia. Bukti komitmen tersebut ditunjukkan melalui program Djarum Trees for Life (DTFL) Trans Jawa di Jawa Timur.

Kali ini, Bakti Lingkungan Djarum Foundation telah menanam trembesi dengan total 157 KM di tiga ruas tol Trans Jawa yaitu 36 KM di Surabaya-Mojokerto, 34 KM Gempol-Pasuruan, dan 87 KM Ngawi-Kertosono.

Bekerja sama dengan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri dan Pemerintah Kabupaten Ngawi, seremoni Penanaman 10.000 Trembesi sepanjang 87 KM Ruas Tol Ngawi-Kertosono diselenggarakan di Alun -Alun Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Rabu (14/8/2019).

Djarum Foundation Hijaukan87 KM Ruas Tol Ngawi-KertosonoPemberian bantuan bibit dan alat tanam secara simbolis (Foto: dok. Bakti Lingkungan Djarum Foundation)

Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji, mengungkapkan program Penanaman Trembesi 87 KM Ruas Tol Ngawi-Kertosono merupakan langkah nyata dari Djarum Foundation untuk memperbaiki lingkungan dan kualitas udara demi masa depan yang lebih baik.

"Program ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian, tanggung jawab, serta komitmen Djarum Foundation terhadap lingkungan guna mengurangi efek pemanasan global dan menciptakan lingkungan yang bersahabat bagi Indonesia di masa depan," ujar FX Supanji.

Sejak 2010 hingga kini, program Djarum Trees for Life telah menanam 111.466 pohon trembesi di sepanjang 2.472 KM yang tersebar di Merak-Banyuwangi, jalur Joglosemar (Yogyakarta-Solo -Semarang), ruas Tol Trans Jawa, Lingkar Madura, Lombok, dan Medan.

Tidak hanya menanam, Djarum Foundation juga berkomitmen merawat pohon trembesi selama tiga tahun sejak hari penanaman. Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, pemangkasan, sampai penggantian bibit baru jika ada pohon yang rusak atau mati.

Wakil Bupati Ngawi, Ony Anwar, menyambut baik upaya perbaikan lingkungan yang dilakukan oleh Djarum Foundation. Menurutnya, menjaga lingkungan agar tetap hijau merupakan kewajiban semua pihak, baik pemerintah, swasta hingga elemen masyarakat.

"Sinergi dari tiga pilar ini sangat penting dalam pelestarian lingkungan. Untuk itu, saya berharap kegiatan penanaman seperti ini bisa memotivasi pihak-pihak lain dalam melakukan hal serupa sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan yang berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri Iwan Moedyarno mengatakan program penanaman Trembesi di sepanjang ruas Tol Ngawi-Kertosono akan memberikan efek positif bagi para pengguna jalan.

"Ruas Tol Ngawi-Kertosono ini merupakan pintu menuju ataupun keluar dari wilayah Jawa Timur. Untuk itu, sangat perlu dilakukan penghijauan demi mengurangi dampak polusi dan memberikan kesejukan serta kenyamanan pengguna jalan tol," jelasnya.

Djarum Foundation Hijaukan87 KM Ruas Tol Ngawi-KertosonoGrup band Kotak turut serta dalam acara penanaman pohon trembesi di ruas Tol Ngawi-Kertosono (Foto: dok. Bakti Lingkungan Djarum Foundation)

Grup band Kotak yang menjadi Duta Lingkungan Djarum Trees For Life pada kegiatan ini mengaku bangga dapat terlibat dalam gerakan perbaikan lingkungan. Sang vokalis, Tantri Syalindri Ichlasari, berharap upaya yang dilakukan Djarum Foundation dapat memotivasi generasi milenial supaya lebih mencintai dan merawat lingkungan sekitar.

"Kita harus menyadari bahwa manusia dan alam merupakan kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Jika kita merawat lingkungan, alam juga akan menjaga manusia. Jangan sampai bencana datang karena kita lalai menjaganya," ucapnya.

Talkshow 'Lagi-lagi Global Warming' Edukasi Masyarakat Peduli Alam

Djarum Trees For Life juga menggelar talkshow lingkungan guna mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda agar lebih peduli dan melakukan aksi nyata dalam menjaga alam sekitar. Di Ngawi, Jawa Timur, talkshow mengangkat tema 'Lagi-Lagi Global Warming' yang mengurai dampak pemanasan global bagi kehidupan manusia dan bagaimana cara untuk menanggulanginya.

Djarum Foundation Hijaukan87 KM Ruas Tol Ngawi-KertosonoTalkshow 'Lagi-lagi Global Warming' (Foto: dok. Bakti Lingkungan Djarum Foundation)

Hadir sebagai narasumber dalam talkshow ini antara lain Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nandang Prihadi, YouTuber Andovi Da Lopez, dan vokalis grup band Kotak Tantri Syalindri Ichlasari. Sementara itu, para peserta talkshow merupakan kurang lebih 250 mahasiswa yang berasal dari 16 perguruan tinggi di wilayah Ngawi, Madiun, dan Solo.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur KLHK, Nandang Prihadi, mengatakan pemanasan global harus menjadi perhatian serius generasi muda karena memiliki dampak negatif bagi keberlangsungan hidup manusia.

"Kenapa generasi muda harus mulai peduli terhadap pemanasan global karena dampak negatifnya sudah mulai dirasakan. Hal sederhana adalah udara yang kian panas, naiknya permukaan laut hingga perubahan iklim di berbagai belahan dunia," ungkap Nandang. Kondisi ini, lanjut Nanang, merupakan bibit dari bencana-bencana yang timbul seperti banjir, tanah longsor hingga munculnya berbagai jenis penyakit baru.

"Contohnya, sekarang kita tidak tahu lagi kapan musim kemarau dan musim hujan. Perubahan iklim memang benar-benar terjadi. Suhu udara juga semakin panas. Menurut saya, sudah waktunya kita sadar lingkungan dan memperbaiki alam. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mencintai bumi ini," sahut Tantri.

Andovi Da Lopez pun sepakat bahwa generasi muda harus ambil bagian dalam misi penyelamatan dan menjaga lingkungan. Karena, bagaimanapun generasi muda yang akan menuai hasil dari upaya merawat bumi. "Apa yang kita tanam, itu yang kita tuai. Kalau kita merawat bumi dari sekarang, maka bumi akan merawat kita di masa yang akan datang," tutur Andovi.

Maka Andovi mengajak anak muda Indonesia sebagai garda terdepan dalam menggaungkan gerakan 'Sadar Lingkungan'. Terlebih lagi, generasi muda sangat akrab dengan dunia digital sehingga upaya perbaikan lingkungan bisa menggerakkan lebih banyak orang.

"Dari saya sendiri, saya ingin membuat konten video YouTube yang positif dan menarik mengenai lingkungan. Semoga bisa mencontoh agar bumi kita dan generasi penerus bangsa terselamatkan," ujar Andovi.

Djarum Foundation Bersama Generasi Milenial Lestarikan Benteng Van Den Bosch

Djarum Foundation Hijaukan87 KM Ruas Tol Ngawi-KertosonoDarling Squad menanam pohon di Benteng Van De Bosch(Foto: dok. Bakti Lingkungan Djarum Foundation)

Bekerja sama dengan Kodam V Brawijaya, Djarum Foundation mengajak generasi milenial untuk menghijaukan cagar budaya tersebut melalui program 'Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling)'. Gerakan ini mengajak generasi milenial untuk tak hanya sekedar peduli, tapi terlibat langsung dalam melakukan aksi nyata, bergerak bersama-sama dan mengejar mimpi masa depan tanpa menambah jejak-jejak kerusakan pada bumi.

Dalam acara ini, Siap Darling mengajak tak kurang dari 250 mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di sekitar Ngawi, Madiun dan Solo, di antaranya adalah Universitas Merdeka Madiun, Unika Widya Mandala, Universitas Soerjo Ngawi, Politeknik Negeri Madiun dan lain-lain. Mereka menanam sebanyak 130 pohon dan tanaman berbunga. Adapun bibit yang ditanam berasal dari Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang terletak di Kudus, Jawa Tengah.

Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji, menjelaskan Siap Darling memfasilitasi semangat para generasi milenial yang ingin bergerak bersama-sama dalam memelihara, melestarikan, serta memperbaiki keadaan lingkungan sekitar dengan cara yang paling dekat, mudah, dan disenangi.

"Djarum Foundation melihat bahwa generasi milenial memiliki semangat besar untuk menjaga dan merawat lingkungan. Semangat dan motivasi inilah yang kemudian diimplementasikan melalui gerakan Siap Darling yang bertujuan menciptakan ekosistem pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan menularkan kebiasaan baik ini di masyarakat luas," ujar FX Supanji.

Ia berharap Benteng Van Den Bosch semakin cantik dan nyaman bagi wisatawan sehingga bisa menjadi obyek wisata unggulan di Kabupaten Ngawi. "Hal ini tentunya memiliki dampak positif baik dari sisi lingkungan hingga menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar," pungkasnya.

(adv/adv)
Berita Terkait