Vila di Tanjung Lesung Jadi Investasi Prospektif

Advertorial - detikNews
Jumat, 02 Agu 2019 00:00 WIB
Jakarta - Tanjung Lesung merupakan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di daerah Banten yang banyak disukai masyarakat. Sebab, Tanjung Lesung memiliki panorama pantai yang indah, beragam flora dan fauna, dan kampung wisata. Sejenak berliburan ke sini dijamin ampuh melepas kepenatan dan stres Anda.

Saat ini, jumlah wisatawan lokal dan asing yang datang Tanjung Lesung terus bertambah dan berpotensi mendatangkan wisatawan hingga 6.000.000 pengunjung per tahun.

"Saat ini untuk menuju ke lokasi Tanjung Lesung sangat mudah. Dari Jakarta ke Tanjung Lesung hanya menghabiskan waktu selama 3,5 jam. Tanjung Lesung juga didukung oleh adanya Tol Serang-Panimbang. Sesi pertama Tol ini dijadwalkan akan dibuka pada pertengahan tahun 2020 dengan rute Serang - Rangkas," ungkap Vice President Marketing Banten West Java sekaligus pengelola dan pengembang kawasan Tanjung Lesung, Cynthia Ratna.

Cynthia mengatakan jika Tol Serang-Panimbang sudah rampung, maka rute perjalanan dari Jakarta menuju ke Tanjung Lesung dapat ditempuh hanya dalam waktu 1,5-2 jam. Ini akan membuat Tanjung lesung menjadi pusat destinasi liburan dan dampaknya bakal meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Tanjung Lesung dan okupansi hotel pasti meningkat dengan signifikan," kata Cynthia di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (31/7/2019)

Dengan telah diresmikannya Tanjung Lesung menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada Februari 2015 lalu dan juga salah satu dari sepuluh Bali Baru. Maka, pemerintah mendukung kawasan pariwisata Tanjung Lesung akan menjadi kawasan terintegrasi dan meningkatkan daerah-daerah sekitar untuk berkembang. Dan dengan adanya kantor administatrif KEK dan layanan satu atap (one stop service), maka akan memudahkan para investor untuk berinvestasi di Tanjung Lesung.

"Kemudahan investasi itu juga bisa didapat investor asing. Biasanya, jika investor asing ingin berinvestasi di Indonesia maka ada persyaratan yaitu, batas minimumnya nominal investasi dan tidak bisa pakai nama sendiri harus nama suami/istri atau perusahaan," urai Cynthia.

"Tapi kalau di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, investor asing bisa mendapatkan keuntungan salah satunya adalah dapat berinvestasi tanpa batas minimum, kemudahan mendapatkan izin tinggal tetap, dan properti bisa pakai atas nama sendiri," tambahnya.

Sekarang sudah banyak wisatawan asing berinvestasi di Tanjung Lesung, antara lain dari Australia, Singapura, Cina dan beberapa negara lainnya yang akan segera membangun hotel dan fasilitas di kawasan Tanjung Lesung.

[Gambas:Youtube]

Oleh karena Tanjung Lesung masih tahap pengembangan, potensi untuk mendapatkan keuntungan yang besar di masa depan bagi para investor. "Jadi, bisa dibayangkan kalau kamu sudah beli tanah atau properti di sini. Berapa untung yang kamu dapatkan dari investasi di awal, " urai Cynthia


Tak berhenti di situ, Tanjung Lesung sudah didesain untuk bisa mendukung para investor yang ada di dalamnya agar mampu bersinergi. Berbeda dengan kawasan pariwisata lainnya, investor dan developer di Tanjung Lesung bersama- sama membangun sebuah kawasan terpadu.

Ladda Bay Jadi Sumber Streaming Revenue

Vila di Tanjung Lesung Jadi Investasi ProspektifLadda Bay Village Viriya 1 bedroom (Foto: Banten West Java)

Lantas, apa produk prospektif investasi di sini? Ladda Bay Village bisa kamu bisa jadikan pilihan. Ladda Bay Village merupakan homestay paling laku di Tanjung Lesung saat ini. Itu karena Ladda Bay Village punya banyak kelebihan. Berikut rangkumannya.

- Hunian Ladda Bay Village dekat dengan public beach yang berjarak hanya 200 meter

- Dekat dengan gerbang utama Tanjung Lesung

- Dikelilingi sarana-prasarana, baik itu pusat kebudayaan, kawasan komersial, dan bandara Salakanegara dan akan dibangunnya fasilitas-fasilitas wisata di area sekitarnya.

Vila di Tanjung Lesung Jadi Investasi ProspektifLadda Bay Village Tara (Foto: Banten West Java)

Adapun Ladda Village memiliki konsep homestay dan memiliki dua tipe, yakni tipe Viriya dan Tara dengan desain bergaya modern minimalis. Saat ini, kata Cynthia, sudah ada 36 unit yang terbangun dan total 80% sudah sold out.

"Homestay ini dijual mulai Rp500 jutaan dan nantinya dapat disewakan serta dikelola oleh manajemen PT. Banten West Java dengan sistem bagi hasil dan untuk membelinya, kamu hanya perlu membayar uang muka 20 persen saja dan dapat dicicil selama enam kali," kata Cynthia

"Jadi saat kamu membeli homestay di kawasan ini, kamu bisa datang sewaktu-waktu untuk sekadar melepaskan kepenatan. Saat rumah tak dipakai kamu punya streaming revenue, sumber uang lain dari penghasilan utama yang mengalir terus menerus," terang Cynthia.

Vila di Tanjung Lesung Jadi Investasi ProspektifLadda Bay Village Viriya 2 bedroom (Foto: Banten West Java)

"Yang jelas, Tanjung Lesung sangat terbuka untuk investor, baik itu investor besar atau kecil. Ingin punya vila di pinggir pantai? Kami ada. Kalau mau bikin hotel di sini, juga bisa," katanya.

Tertarik berinvestasi di Tanjung Lesung? Kunjungi situs www.tanjunglesung.com dan dapatkan penawaran promo investasi menarik. (adv/adv)