detikNews
Sabtu 27 Juli 2019, 00:00 WIB

Koperasi Butuh SDM Andal Hadapi Tantangan Era Milenial

Advertorial - detikNews
Koperasi Butuh SDM Andal Hadapi Tantangan Era Milenial Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan (Foto:dok.Kemenkop)
Jakarta -

Demi menyongsong era digitalisasi dan Artificial Intelegence (AI) atau Revolusi Industri 4.0 yang penuh tantangan, koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal yang andal.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Profesor Rully Indrawan mengungkapkantantangan baru yang dihadapi dunia perkoperasian tidak hanya sekadar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi semata. Namun juga menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola.

"Untuk itu, koperasi harus melakukan reformasi total terhadap sistem kepranataan yang sudah berjalan selama ini," jelas Rullypada acara Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 tingkat Provinsi Jawa Barat di GOR Sabilulungan Kabupaten Bandung, Jumat (26/7/2019).

Hal itu dilaksanakan untuk mendorong koperasi agar dapat beradaptasi danbertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang senantiasa berjalan dinamis. Untuk itu, menurut Rully, gerakan koperasi dapat merangkul generasi milenial yang saat ini jumlahnya mencapai sepertiga dari total penduduk Indonesia.

"Insan koperasi disiapkan untuk mempunyai kreativitas dan inovasi yang tinggi untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya. Karenanya koperasi harus memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan platform e-commerce, aplikasi retail online dan pengembangan aplikasi-aplikasi bisnis lainnya," ungkapnya.

Koperasi Butuh SDM Andal Hadapi Tantangan Era MilenialPeringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 72 tingkat Propinsi Jawa Barat di Gor Sabilulungan kabupaten Bandung, Jumat, (26/7/2019). (Foto: dok.Kemenkop)

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat begitu fokus terhadap pengembangan koperasi. Beberapa waktu lalu, telah dilakukan pelatihan perkoperasian di Kota Bandung, menggaungkan gerakan koperasi dengan tagline 'Jabar Juara Lahir Batin'.

"Upaya itu kita lakukan karena kami ingin menjadikan koperasi di Jawa Barat menjadi juara. Pemprov Jabar juga mengupayakan satu desa satu produk unggulan dengan legalitasnya koperasi," kata Uu Ruzhanul.

Sementara itu, Ketua Dekopinwil Jawa Barat Mustofa Jamaludin merasa bangga karena pemerintah selalu hadir untuk mengembangkan koperasi di Jawa Barat.

"Koperasi jangan hanya ada di dalam tulisan, tapi juga harus bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Bupati Bandung Dadang M Nasser juga mengungkapkanKabupaten Bandung telah muncul para pelaku UKM. Kabupaten Bandung juga telah memiliki nomenklatur tunggal Dinas Koperasi dan UKM, sehingga pada peringatan Harkopnas di Banyumas 12 juli lalu mendapat penghargaan bersama Kota Bogor dan Kota Sorong.

Acara juga dimeriahkan dengan Jabar Expo koperasi syariah, seminar, ziarah ke taman makam tokoh koperasi Jabar dan lain-lain. Berbagai produk seperti: makanan dan minuman olahan, handicraf produk UKM dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Deputi bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati, Plh Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, para Bupati dan Walikota se-Jawa Barat, dan Insan Gerakan Koperasi Jawa Barat.


(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com