detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 00:00 WIB

Waspada Gejala Diabetes Sebelum Terlambat

Advertorial - detikNews
Waspada Gejala Diabetes Sebelum Terlambat (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Tahukah Anda, hampir 75% penderita diabetes di Indonesia tidak menyadari bahwa dirinya terkena diabetes? Padahal, penanganan dini dan kontrol gula darah penting bagi penderita diabetes untuk mencegah terjadinya komplikasi yang bisa berbahaya. Banyak orang yang masih belum memahami gejala diabetes sehingga tidak menganggap serius gejala yang dialami. Apa saja gejala diabetes yang perlu diwaspadai?

Gejala Diabetes

Gejala diabetes tipe 2 dapat berkembang secara perlahan sehingga seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Akibatnya, diagnosis dan penanganan pada penderita diabetes tipe 2 seringkali terlambat. Namun ada beberapa gejala awal yang umum timbul dan dapat diwaspadai:

  • Peningkatan rasa lapar
  • Mudah merasa lelah
  • Peningkatan rasa haus dan frekuensi buang air kecil
  • Gangguan penglihatan
  • Mati rasa atau kesemutan pada bagian kaki dan tangan
  • Luka yang sulit sembuh
  • Penurunan berat badan yang drastic.

Gejala-gejala di atas terjadi akibat terganggunya kerja hormon insulin dan tingginya kadar gula di dalam darah. Terganggunya kerja hormon insulin berakibat pada tidak dapat digunakannya glukosa sebagai sumber energi sehingga menyebabkan peningkatan rasa lapar dan mudah merasa lelah. Tingginya kadar gula darah akan menyebabkan kerusakan pada sistem syaraf yang menyebabkan luka menjadi sulit sembuh serta mati rasa dan kesemutan pada bagian kaki dan tangan.

Penanganan yang Tepat

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan lainnya untuk dapat melakukan pemeriksaan kadar gula darah. Jika memang terdiagnosis terkena diabetes, segera lakukan perubahan gaya hidup. Ingat, deteksi dini dan penanganan yang tepat bermanfaat untuk menekan risiko komplikasi diabetes.

Perubahan seperti apa yang sebaiknya dilakukan? Pertama, ubah pola makan menjadi lebih sehat dengan memperbanyak konsumsi bijian utuh, buah, dan sayur. Lalu, biasakan untuk rutin berolahraga minimal 30 menit setiap harinya juga akan bermanfaat. Tak lupa, batasi asupan kalori serta gula, garam, dan lemak harian.

Terasa sulit? Tenang, kini tersedia berbagai produk ramah diabetes dari Tropicana Slim yang rasanya tetap enak, namun tidak mengandung gula atau sukrosa dengan kandungan kalori yang lebih rendah. Produk bebas gula Tropicana Slim menggunakan pemanis rendah kalori yang tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah yang signifikan serta telah dinyatakan aman oleh berbagai lembaga kesehatan dunia.

Produk gula rendah kalori Tropicana Slim memiliki banyak varian produk yang cocok untuk segala kebutuhan Anda seperti Tropicana Slim Sweetener Diabtx yang dilengkapi dengan chromium untuk membantu mengontrol gula darah sehingga cocok untuk penderita diabetes, Tropicana Slim Sweetener Stevia yang terbuat dari bahan alami daun stevia, Tropicana Slim Sweetener Honey yang dilengkapi dengan madu, serta Tropicana Slim Sweetener Classic yang cocok untuk cegah diabetes dan diet. Tidak hanya memberi manfaat khusus bagi penderita diabetes, gula rendah kalori Tropicana Slim juga cocok untuk mencegah diabetes dan diet.

Tak hanya produk gula rendah kalori, Tropicana Slim juga memiliki deretan produk bebas gula yang bervariasi seperti madu bebas gula Tropicana Slim, sirup bebas gula Tropicana Slim Sirup, kopi bebas gula, dan selai bebas gula Tropicana Slim. Dengan rasa yang enak, produk bebas gula dan pemanis rendah kalori Tropicana Slim merupakan solusi praktis bagi diabetisi untuk mengendalikan asupan gula harian tanpa mengorbankan kenikmatan rasa.

Referensi:

  1. IDF Diabetes Atlas Eighth edition 2017. 2017. International Diabetes Federation.
  2. American Diabetes Association
  3. National Institute of Health: National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK)
  4. WebMD
  5. Benefits and safety of low calorie sweeteners. 2012. The European Food Information Council.
  6. Nonnutritive Sweeteners: Current Use and Health Perspectives. 2012. Diabetes Care; 35(8): 1798-1808.

(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com