Upaya Jasa Raharja Lindungi Pemudik di Lebaran 2019

Upaya Jasa Raharja Lindungi Pemudik di Lebaran 2019

Jasa Raharja - detikNews
Selasa, 11 Jun 2019 00:00 WIB
Foto: detikcom
Foto: detikcom
Jakarta - Mudik ke kampung halaman saat Lebaran sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia. Terlebih masyarakat perantau yang tinggal di kota-kota besar pada saat Hari Raya Idul Fitri yang melangsungkan mudik menggunakan sarana transportasi umum maupun pribadi. Tentu saja agenda tahunan ini menjadi perhatian pemerintah untuk melayani masyarakat.

PT Jasa Raharja (Persero) memberikan pelayanan yang optimal dalam menangani mobilitas masyarakat tersebut khususnya pada periode H-7 s/d H+7 Lebaran 1440 H Tahun 2019. Mengingat meningkatnya arus kendaraan yang membawa para pemudik tentu akan berdampak terhadap meningkatnya risiko yang akan dialami para pemudik, seperti kecelakaan, kemacetan, bahkan gangguan keamanan di jalan raya.

Menurut Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Raharjo, pihaknya telah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, cepat dan tepat sebagai wujud kehadiran negara dalam melayani masyarakat yang melangsungkan mudik ke kampung halaman. Seperti mendirikan Pos Kesehatan terpadu di 167 titik di berbagai lokasi, mengoperasikan 92 Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) dan menyiagakan 2.000 petugas Jasa Raharja di seluruh Indonesia.

"Sebagai perusahaan yang melayani masyarakat, setiap tahun pada saat libur Lebaran (Jasa Raharja) tetap bekerja sehingga tidak ada petugas atau staf Jasa Raharja yang cuti, semua kita terjunkan ke lapangan di seluruh Indonesia sekitar 2.000 yang bekerja sama dengan pihak kepolisian, kesehatan dengan membuat posko, baik itu posko kesehatan bergabung dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atau Dinas Kesehatan untuk melayani masyarakat," ujarnya

Upaya Jasa Raharja Lindungi Pemudik di Lebaran 2019Foto: detikcom

Tidak hanya itu, Budi juga mengatakan petugas Jasa Raharja di seluruh Indonesia siaga 24 jam untuk memonitor kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran yang terhitung dari H-7 s/d H+7 pasca Lebaran. Pihaknya juga akan memproses dengan cepat santunan bagi korban kecelakan saat mudik Lebaran.

"Pengurusan santunan ini sudah jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana sekarang ini masyarakat cukup melaporkan, dan Jasa Raharja yang kerja, jadi kami sekarang lebih proaktif untuk mendatangi keluarga korban yang terkena musibah sampai meninggal dunia atau korban-korban yang dirawat di rumah sakit," imbuhnya

Diketahui jumlah santunan korban kecelakan korban pada tahun ini mengalami penurunan sebesar 72,83 % dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 30,3 milyar bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan korban kecelakaan lalu lintas jalan. Budi menilai hal ini dikarenakan angka kecelakaan yang dialami masyarakat menurun sehingga berdampak pada pemberian santunan tersebut karena tingkat kesadaran masyarakat yang membaik berlalu lintas.

"Jadi memang santunan Jasa Raharja tahun ini menurun karena kita ketahui bahwa angka kecelakaan secara nasional juga menurun sekitar 65%. Hal ini berdampak kepada penyerahan santunan kepada korban-korban kecelakaannya dan akan kami serahkan santunannya kepada masyarakat terkait. Untuk tahun lalu sendiri sampai H-5 sampai periode yang sama itu kurang lebih Rp 111,8 milyar yang kita selesaikan. Nah itu menunjukan tingkat kesadaran masyarakat yang semakin baik terhadap lalu lintas," katanya.

Selain itu Budi juga menambahkan untuk korban kecelakan sendiri di dominasi oleh pengguna sepeda motor. Namun pihaknya telah menekan angka kecelakaan tersebut dengan membuat rest area di berbagai titik sehingga secara persentase mengalami penurunan yang signifikan.

"Ya mayoritas sepeda motor masih dominan kan, sehingga dari korban yang ada ini memang dominasi oleh pengendara sepeda motor. Kita sebenarnya tahu lah kalau sepeda motor ini kan bukan digunakan untuk transportasi alat jauh ya tapi kebutuhan dan keinginan masyarakat untuk menggunakan sehingga mungkin karena kurang tertibnya atau mungkin tingkat kelelahannya itu berdampak pada kecelakaan," lanjut Budi.

"Dari persentase sudah jauh menurun dari tahun lalu, dan disini juga Jasa Raharja mencoba untuk berperan untuk menekan kecelakaan sepeda motor, kita membuat rest area, di 15 titik yang bisa digunakan oleh masyarakat pengguna sepeda motor untuk beristirahat sejenak, memulihkan kembali dari pada fisik dari tingkat kelelahan yang ada, baik itu dari jalur pantura maupun dari pantai selatan, dan fasilitasnya kita siapkan dari medis untuk cek kesehatan, kemudian kita siapkan bengkel juga untuk mengecek kendaraannya seperti apa kemudian kita juga bekerja sama dengan pertamina, membentuk penjualan BBM dalam galon," tambahnya.

Budi melanjutkan, untuk mengklaim asuransi kecelakaan Jasa Raharja telah membuat sistem yang baik, pihaknya akan proaktif dalam melayani masyarakat dengan mendatangi secara langsung korban kecelakaan di rumah sakit setempat kemudian memastikan kepada rumah sakit korban kecelakan lalu lintas tersebut oleh Jasa Raharja. Ia juga sudah menyediakan sistem aplikasi online yang memudahkan pelaporan klaim asuransi tersebut.

"Jadi karena kita kan sudah online dan realtime sudah bisa meneruskan informasi dari kepolisian secara langsung, dengan demikian kita bisa memastikan apakah korban yang terjadi ini dalam jaminan jasa raharja atau tidak. Sehingga kecepatan daripada penyelesaian santunan ini bisa lebih cepat, kemudian juga kalau korban di rumah sakit Jasa Raharja mendatangi di rumah sakit, kemudian memastikan kepada rumah sakit bahwa korban ini dalam jaminan Jasa Raharja."ungkapnya

"Sehingga pihak keluarga korban sendiri tidak dipusingkan dengan (pencarian) biaya rumah sakitnya karena itu semua sudah jadi jaminan jasa raharja. Demikian juga dengan meninggal dunia setiap korban kecelakaan yang meninggal di TKP, maksimal tidak lebih dari tiga hari sudah harus diselesaikan oleh teman-teman di lapangan. Kecepatannya kurang lebih satu setengah hari," ungkapnya.

Budi turut menyampaikan agar masyarakat yang mengetahui terjadinya kecelakaan di lokasi setempat dapat menyampaikannya melalui aplikasi JRku yang bisa diunduh di App Store atau Play Store. Sebab, banyak fitur menarik yang memfasilitasi mobilitas masyarakat agar merasakan keamanan dalam melakukan perjalanan. "Jadi karena kita kan sudah online dan realtime sudah bisa meneruskan informasi dari kepolisian secara langsung. Dengan demikian kita bisa memastikan apakah korban yang terjadi ini dalam jaminan Jasa Raharja atau tidak," pungkasnya.

Jadi karena kita kan sudah online dan realtime sudah bisa meneruskan informasi dari kepolisian secara langsung, dgn demikian kita bisa memastikan apakah korban yang terjadi ini dalam jaminan jasa raharja atau tidak. (-/-)