Serangan udara yang memorakporandakan pemukiman di Gaza, Palestina pun meninggalkan kesedihan. Suka cita warga Palestina menyambut Ramadhan turut berubah mendadak menjadi duka dan air mata.
Mengapa Palestina begitu berharga? Bumi para nabi ini memiliki Masjid Al-Aqsha yang jika umat Islam beribadah di dalamnya akan diganjar pahala 500 kali lipat daripada beribadah di masjid biasa.
Palestina juga merupakan titik akhir perjalanan Isra dan merupakan titik awal perjalanan Miraj Nabi Muhammad SAW untuk mendapatkan perintah salat lima waktu dari Allah SWT. Selain itu, Palestina kelak akan menjadi tempat dikumpulkan dan dihidupkannya kembali semua umat manusia, dari sejak Nabi Adam hingga generasi akhir zaman.
Tak hanya itu, Palestina juga tempat tinggal bagi sekelompok orang yang teguh untuk tetap tinggal di sana seperti yang disebutkan Nabi SAW. Itulah beberapa alasan mengapa kita harus membantu Palestina.
Sebagai informasi, serangan terhadap Palestina ternyata mempengaruhi pengajar serta santri Rumah Tahfizh Daarul Quran Gaza Syeikh Issa Al-Herthani (27) dan Suhaib Haniya (12). Saat Ramadhan 1440, keduanya berada di Indonesia dan dijadwalkan untuk menjelajah ke kota maupun pelosok Indonesia dalam program Roadshow Imam Muda Ramadhan 1440 H.
Namun membantu Palestina bukan sekedar memberikan sumbangan untuk memulihkan negara ini, tapi juga bisa dengan memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anaknya. Seperti apa yang sudah dilakukan PPPA Daarul Quran kepada Mohammed ZM Qoddura (28). Pemuda asal Gaza ini telah menyelesaikan studi magisternya di Universitas Teknologi Malaysia (UTM).
Tak dapat saya bayangkan bahwa mimpi saya menjadi kenyataan. Saya adalah salah satu dari ribuan anak muda Palestina yang beruntung. Sebab, banyak sekali dari mereka yang ingin kuliah namun sulit tercapai karena keterbatasan di tengah penjajahan, ujar Qoddura pada Selasa (4/12/2018).
Qoddura mengaku ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang PhD (doktor). Menurutnya, dengan gelar doktor ia akan mendapat ilmu yang lebih luas lagi. Insyaallah saya akan membagikan apapun yang telah saya pelajari kepada masyarakat Palestina dan umat muslim di seluruh dunia, janjinya.
Selain Qoddura, PPPA Daarul Quran juga tengah membantu dua orang anak Palestina yang akan mengambil studi kedokteran. Mereka adalah Maryam Yaqub Al-Hartani dan Nasamah Muhammad al-Zibdah. Keduanya merupakan Hafizah alumni Daarul Quran (Daqu) Indonesia cabang Gaza. Meskipun keduanya lulus pendidikan sekolah menengah dengan nilai tinggi, tapi faktor ekonomi membuat cita-cita mereka menjadi dokter menjadi tak kesampaian.
Sejak pemerintah Israel mengisolasi Gaza, tingkat kemiskinan Gaza bertambah pesat. Tercatat 53% warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan. Sebagian besar dari mereka malah tak mampu menghidupi keluarganya.
Saya sudah mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas al-Azhar di Jalur Gaza. Fakultas ini membutuhkan biaya sangat besar, apalagi bagi kami warga Gaza yang hidup di bawah blokade dan krisis ekonomi, kata Maryam yang lulus SMU dengan nilai rata-rata 94%.
Sementara itu, Nasamah Muhammad al-Zibdah mengatakan bahwa dirinya terpaksa mendaftar di jurusan apoteker Universitas Palestina, Jalur Gaza. Mahasiswi yang meyelesaikan pendidikan SMA dengan rata-rata nilai 96,1% tersebut mengaku terpaksa mengurungkan niatnya menjadi dokter karena faktor biaya.
Saya berharap dapat mengambil jurusan kedokteran yang merupakan cita-cita saya sejak dulu, ujarnya.
Direktur Utama PPPA Daarul Quran, Tarmizi As Shidiq, menyambut baik keinginan para santri Gaza ini. Ia mengungkapkan lembaganya akan memberikan beasiswa kepada mereka yang berprestasi. Daarul Qur'an sendiri sangat peduli memfasilitasi bantuan bagi santri-santri tahfiz di Gaza.
Tarmizi juga mengatakan lembaganya akan terus mendukung dan dakwah Alquran di Palestina. Menurutnya, para santri Gaza adalah generasi yang akan meneruskan perjuangan dakwah Alquran baik di tanah para nabi, Timur Tengah maupun di berbagai belahan dunia lainnya.
Karena itu kami mengajak masyarakat dan seluruh donatur untuk terus mendukung dakwah Alquran di penjuru dunia. Salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak Gaza berprestasi yang telah menyelesaikan 30 juz hafalannya. Insyaallah ini akan menjadi amal jariyah bagi kita semua, katanya.
Anda dapat terlibat langsung membantu Santri Gaza menjadi dokter dengan langsung melalui rekening BCA 603 030 8041 an Yayasan Daarul Quran Nusantara atau klik link ini. (adv/adv)











































